Landak post authorKiwi 03 Juni 2020 74

Rapid Test Massal Menjadi Sulit, Bupati Landak Keluhkan Lamanya Hasil Swab Test Covid-19

Photo of Rapid Test Massal Menjadi Sulit, Bupati Landak Keluhkan Lamanya Hasil Swab Test Covid-19 RAPAT KOORDINASI – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa saat rapat koordinasi dengan Gubernur Kalbar, Sutarmidji secara virtual. Dalam rapat, Karolin menyampaikan keluhan terkait lambatnya hasil pemerisaan swab pasien Covid-19 di Kabupaten Landak

LANDAK, SP – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa mengeluhkan lambatnya hasil pemeriksaan swab pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Keluhan ini disampaikan Karolin saat rapat bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat mengikuti rapat secara virtual dan diikuti seluruh bupati dan wali kota di Kalbar, kemarin.

"Mereka yang rapid test reaktif menunggu terlalu lama untuk konfirmasi apakah mereka positif atau negatif karena menunggu hasil dari Jakarta," kata Karolin.

Akibat lambatnya hasil swab, mengakibatkan waktu isolasi dan perawatan pasien menjadi panjang. Menurutnya hal ini juga yang menjadi kendala untuk melakukan rapid test massal.

"Waktu isolasi dan waktu perawatan pasien Covid-19 atau terduga Covid-19 terlalu panjang, sehingga biaya terlalu mahal dan beban pasien dan keluarga juga berat. Hal ini juga yang menyebabkan ketika kita berupaya melakukan rapid test massal agak sulit," papar Karolin.

Karolin juga menyebutkan, hingga saat ini setidaknya ada tujuh dokter dan puluhan perawat dan bidan di Landak yang hasil rapid testnya reaktif dan masih menunggu hasil konfirmasi pemeriksaan swab.

Karolin juga meminta dukungan dari pemerintah provinsi agar segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar memprioritaskan hasil swab semua tenaga medis tersebut.

"Hal ini juga dialami oleh tenaga medis kami. Kami mohon dukungan hasil swab tenaga kesehatan kami bisa diprioritaskan," pinta Karolin.

Selain itu, menurut Karolin sebaiknya pemerintah kabupaten/kota juga diberikan fasilitas kesehatan untuk mendiagnosa secara pasti Covid-19 agar tidak terlalu lama menunggu hasil konfirmasi pasien yang positif atau tidak.

"Saya kira sudah waktunya kita menambah fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan diagnosa pasti. Oleh karena itu, kami mohon dukungan, sehingga kalau semakin banyak tempat untuk melakukan diagnosa pasti, kami yakin masyarakat justru antusias untuk bisa dites secara massal. Kita sekarang memang terkendala tenaga dan alat," pungkas Karolin.

Menanggapi keluhan ini, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan akan segera memprioritaskan hasil swab tes tenaga medis. Hal ini dilakukan agar dapat segera diberikan tindakan cepat terhadap para pasien.

"Saya mengupayakan memberikan pelayanan hasil rapid test yang reaktif akan kita prioritaskan PCR-nya," ujar Sutarmidji.

Terkait usul penyediaan alat diagnose Covid-19, Sutarmidji menyampaikan akan berusaha segera menyediakannya untuk kabupaten/kota secara bertahap, menurutnya, pembiayaan hingga kesiapan sumber daya manusia perlu dikoordinasikan terlebih dahulu.

"Nanti kita bicarakan bagaimana pembiayaannya, bagaimana model yang cocok, kemudian SDM-nya. Tahap awal mungkin kita tempatkan beberapa kabupaten yang berdekatan, kemudian kedepannya sudah harus setiap kabupaten punya, tidak bisa tidak. Agar kita mudah dalam penanganan," tegas Sutarmidji.

Sebagaimana diketahui di Kalimantan Barat saat ini untuk mengetahui hasil swab sendiri hanya bisa dilakukan di Rumah Sakit Untan dan pengiriman di Jakarta.

"Kita sudah mengirim 2.763 sampel. Yang sudah ada hasilnya 1987, yang belum 776. Sekarang ini sudah mulai lebih cepat karena setiap hari biasanya sampai 200, sebelumnya hanya di bawah 50, itupun sampai dua minggu baru bisa ada, kalau sekarang hampir tiap hari," papar Sutarmidji. (ril/jee)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda