Landak post authorBob 04 Mei 2021 84

Sosialisasi Empat Pilar di Desa Amboyo Utara, Maria Goreti: Kita Berbeda, Kita Indonesia

Photo of Sosialisasi Empat Pilar di Desa Amboyo Utara, Maria Goreti: Kita Berbeda, Kita Indonesia nggota DPD dan MPR RI, Maria Goreti, foto bersama para orang muda di Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, usai sosialsasi empat pilar.

NGABANG, SP - Menjelang tengah hari, selepas orang beribadah, noreh karet, atau dari ladang mencari sayur, masyarakat berbondong-bondong.

Mereka berdatangan dengan tetap menerap Protokol Kesehatan ke Kantor Desa untuk mengikuti sosialisasi empat pilar.

Adalah Anggota DPD dan MPR RI, Maria Goreti yang mengundang masyarakat setempat, untuk bersama-sama mengenal tentang empat pilar Negara Indonesia.

Kehadirannya, disambut tarian oleh para orang muda di Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Suasana semakin hangat, karena matahari cukup kuat panasnya di siang itu.

Hadir juga para pengurus RT, RW, Kaur Desa, Kepala Desa, Ketua BPD, para tokoh adat,  tokoh masyarakat, dan petugas keamanan seperti babinsa.

Di awal paparannya, Maria Goreti menceritakan proses panjang sampai pada muncul istilah Pancasila atau lima dasar sebagai peletak dasar hidup bersama sebagai bangsa.

Ia menjelaskan, ada tiga dimensi manusia yang mau ditumbuhkan dalam nilai-nilai Pancasila, yaitu Pertama membangun relasi manusia dengan Tuhan dimana nilai-nilai religious sebagai pendasaran.  

Kedua, dimensi kemanusiaan, mengatur bagaimana manusia hidup bersama. Hidup dalam budaya tertib hukum, tertib adat, tertib aturan yang disepakati bersama.  

Ketiga, dimensi bernegara, Pancasila menjadi Dasar Filsafat Negara Indonesia dan terwujudlah Pancasila sebagai asas kenegaraan.

“Ini lah yang menjadi pandungan hidup masyarakat Indinesia dalam bernegara,“ ujarnya kepada para peserta.

Maria Goreti juga menyinggung bahwa rumusan Pancasila muncul karena pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang panjang dan menemukan formatnya yang definitif dalam ikrar Sumpah Pemuda.

Di dalam ikrar itu, para pemuda dari berbagai daerah dan dari berbagai pulau menyatakan diri sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.

“Indonesialah yang kemudian menjadi identitas bersama. Indonesialah yang diperjuangkan bersama oleh mereka, bahkan dengan bertaruh nyawa,” papar Maria.

“Bukan lagi Jawa, bukan Sunda, bukan Batak, bukan Dayak, bukan Melayu, dan bukan suku masing-masing, tetapi Indonesia. Indonesia menjadi identitas bersama.” Ujar Senator yang sedang memasuki periode keempat mewakili Kalimantan Barat ini.

Lebih lanjut, Maria mengatakan bahwa Pancasila merengkuh batas-batas primordial berdasarkan etnis, daerah, golongan, bahasa, adat-budaya, dan agama. 

Di dalam seluruh nilai-nilai luhur Pancasila menuju titik kulminasinya pada tujuan yang sebenarnya dari hidup berbangsa dan bernegara, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Namun, keadilan sosial tampaknya juga menjadi pekerjaan rumah besar bangsa ini,” ujarnya.

“Tidak jauh-jauh dari kita, kalau kita sampai hari ini belum menikmati listrik, kalau anak-anak belum dapat mengakses pendidikan yang layak, kalau masyarakat kesulitan mengakses kebutuhan ekonomi, itu juga masalah keadilan sosial,” sambung Maria.

Di akhir acara, Maria Goreti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupi roh Pancasila seperti semangat Bung Karno.

Kita hendak mendirikan suatu negara ‘semua buat semua’. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya, tetapi ‘semua buat semua”.

Artinya, di dalam negara dan bangsa Indonesia ini, semua warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama. tanpa diskriminasi.

Dalam pembukaan UUD 1945, keadilan sosial dapat dipahami dengan jelas dari frasa “mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur”.

Dalam pengertian yang sederhana, dapat kita katakan bahwa dalam keadilan sosial tidak ada jurang perbedaan yang lebar antarwarga dalam hal kesempatan untuk mengakses keadilan dan kesejahteraan.

“Semuanya mempunyai kesempatan yang sama, sehungga keadilan harus merata bersama kehidupan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda