Landak post authorKiwi 11 Agustus 2020 114

Landak Bersiap Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Gelar Rapat Bersama Kadisdikbud 

Photo of Landak Bersiap Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Gelar Rapat Bersama Kadisdikbud  PERSIAPAN – Petugas kesehatan menyemprotkan cairan desinfektan ke ruangan yang belajar sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di tengah pendemi Covid-19.

LANDAK, SP – Kabupaten Landak menjadi salah satu kabupaten yang akan kembali menerapkan pembelajaran tatap muka. Segala persiapan dilakukan salah satunya menggelar rapat persiapan dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) yang dipimpin Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, Senin (10/8).

 Dalam pertemuan, Karolin mengatakan pembelajaran tatap muka nantinya wajin mengikuti anjuran pemerintah yang dituangkan dalam penyesuaian keputusan bersama empat menteri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 Nomor : 210/Sipres/A6/VIII/2020 tanggal 7 agustus 2020 bahwa satuan pendidikan di zona oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka.

"Saat ini Landak sudah masuk pada zona kuning dan hijau, artinya kita sudah dibolehkan melaksanakan proses belajar dan mengajar tatap muka di sekolah,” kata Karolin.

Namun sambung Karolin, pembukaan sekolah masih menunggu hasil swab test RT PCR di SMA Negeri 1 Ngabang dan SMP Negeri 1 Ngabang.

“Jika hasilnya negatif maka dalam waktu dekat akan diizinkan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah secara bertahap," ujar Karolin.

Sambil menunggu hasil test perlu persiapan di sekolah, seperti menyediakan tempat cuci tangan, sabun pembersih tangan di setiap tempat cuci tangan atau hand sanitizer.

Menyediakan masker untuk peserta didik dan guru, thermogun atau alat pengukur suhu badan, desinfektan, face shield (pelindung wajah), alat semprot, toilet bersih, akses pelayan kesehatan seperti puskesmas, klinik, rumah sakit atau lainya.

Selain itu juga diperlukan kader penegak protokol kesehatan sekolah, tanda jaga jarak 1,5 meter, tanda jaga jarak di tempat cuci tangan, tanda jaga jarak di tempat parkir sekolah, tanda area wajib masker di sekolah, dan surat persetujuan dari orang tua/wali murid yang menyetujui melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Apabila semua sudah terpenuhi, maka tahap pertama yang diperbolehkan pembelajaran tatap muka tingkat SD dan SMP, kemudian dilanjutkan PAUD sesuai tahapan waktu yang telah ditentukan. Namun jika nanti ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, pembelajaran tatap muka di sekolah ditutup kembali," jelas Karolin.

Karolin juga mengatakan untuk sekolah asrama pembelajaran tatap muka dilakukan bertahap pada masa transisi dan kebiasaan baru dengan mengikuti ketentuan pengisian kapasitas asrama.

"Teknis pengaturan pembelajaran tatap muka akan disampaikan secara detail oleh Disdikbud Landak," jelasnya.

Karolin Juga menyampaikan pada situasi Covid-19 sekarang ini penuh dengan ketidak pastian, walaupun demikian bukan berarti tidak melakukan apa-apa.

"Sekolah sudah libur dari Maret sampai sekarang, karena itu walau tidak ada pembelajaran di sekolah, namun saya harap keadaan fisik bangunan sekolah tetap terawat, di cek secara berkala dan dibersihkan secara berkala," pintanya. (ril/jee)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda