Landak post authorKiwi 11 November 2021

Warga Menjalin Tewas Gantung Diri

Photo of Warga Menjalin Tewas Gantung Diri Polisi Polsek Menjalin mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus kematian warga yang gantung diri di rumahnya, kemarin.

LANDAK, SP - Warga Menjalin ditemukan tewas gantung diri di dalam rumah, Rabu (10/11).

Dari laporan tersebut, personel Polsek Menjalin segera mendatangi tempat kejadian dan melakukan olah TKP.

Hasil keterangan yang diperoleh dari J, orang tua kandung korban menjelaskan bahwa BB anak keduanya itu ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar. Hal tersebut diketahui setelah adiknya mendengar suara agak aneh di dalam kamar.

“Pada saat korban gantung diri, saya tidak ada di rumah, sedang bekerja,” kata J.

J mengatakan bahwa sebelum gantung diri, korban memang ada riwayat depresi dan sudah beberapa kali berupaya untuk melakukan bunuh diri. Nahasnya, kali ini korban tidak dapat diselamatkan.

Walaupun pada saat kejadian masih sempat dilarikan ke Puskesmas Menjalin, namun sudah tidak tertolong.

Bripka Rodiansyah bersama anggota Polsek Menjalin mengucapkan belasungkawa atas kejadian malang tersebut.

Berdasarkan keterangan orang tua korban menyatakan menolak untuk dilakukan proses lanjut untuk diautopsi kerena keluarga menerima kejadian malang yang menimpa anaknya.

Kapolsek Menjalin, Ipda Andreas Quinn pada saat dikonfirmasi secara terpisah membenarkan bahwa ada warga Menjalin yang meninggal akibat gantung diri. Dirinya memberikan imbauan bagi masyarakat agar kejadian tersebut jangan sampai terjadi di  Menjalin.

"Kami sangat menyayangkan dan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa keluarga korban. Mudah-mudahan hal serupa tidak terjadi lagi di masyarakat. Anggota sudah kami turunkan untuk melakukan olah TKP, tetapi kejadian ini disampaikan pihak keluarga memang hal yang sudah berulang, hanya saja kali ini telat untuk dicegah" ujar Andreas.

Kapolsek Menjalin juga berharap agar setiap keluarga dapat mengenali perilaku anggota keluarganya yang menyimpang maupun mengarah pada gangguan kejiwaan.

"Keluarga seyogyanya bisa mendeteksi apabila terdapat anggota keluarga yang perlu mendapat perhatian lebih, sehingga bisa dilakukan upaya preventif dan dikoordinasikan untuk diobati maupun terapim" tutup Kapolsek. (ril)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda