Landak post authorKiwi 14 Agustus 2020 90

Bupati Landak Komitmen Tingkatkan Pertanian, Kecamatan Air Besar Kebagian Bantuan Benih dan Alsintan

Photo of Bupati Landak Komitmen Tingkatkan Pertanian, Kecamatan Air Besar Kebagian Bantuan Benih dan Alsintan SERAHKAN BANTUAN – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyerahkan bantuan benih padi dan Alsintan di Kecamatan Air Besar, Kabupatan Landak. Petani yang mendapat bantuan diharap memanfaatkan bantuan yang didapat.

LANDAK, SP – Bupati Landak, Karolin kembali membagikan benih padi dari Kementerian Pertanian dan bantuan alat pertanian (Alsintan) dari Bupati Landak ke desa-desa di Kecamatan Air Besar, Kamis (13/8).

Karolin mengatakan akan selalu berkomitmen membangun dan membantu pertanian di Landak, mengingat pertanian merupakan mata pencaharian utama sebagian masyarakat Landak.

“Bantuan ini tidak datang sendiri, datang karena Ibu Bupati peduli dengan urusan pertanian. Sedih saya melihat petani saya masih menggunakan metode pertanian lama,” kata Karolin.

Namun Karolin berharap petani juga harus selalu bersemangat dalam menjalankan profesinya.

“Jangan hanya bupati saja yang semangat, petani juga harus semangat, jadi sudah ada pembagian Alsintan ini produksinya juga harus meningkat,” pinta Karolin.

Karolin juga mengingatkan kepada para petani agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, dan tidak disalahgunakan seperti dijual atau tidak difungsikan.

“Ini saya berikan benih padi jangan untuk dijual atau dikonsumsi, nanti Ibu Bupati tidak akan berikan bantuan lagi, tetapi benih ini ditanam agar dapat menghasilkan padi yang baik,” imbuhnya.

Karolin juga mengajak petani di Landak untuk menerapkan pola pertanian modern. Walaupun tidak ada lahan sawah, namun ada alternatif lain seperti penanaman tadah hujan.

“Ada dua benih padi yang diberikan agar dapat diketahui mana yang cocok untuk lahan pertanian di sini,” terang Karolin.

Dirinya juga mengingatkan kepada para petani di Kecamatan Air Besar masih belum terdata secara online, sehingga sangat sulit untuk bisa diberikan bantuan jika kelompok taninya tidak terdata.

“Data kami kelompok tani di sekitar Kecamatan Air Besar ini masih sangat terbatas, kami ingin tahu apakah benar ada kelompok tani di sini dan bukan kelompok tani fiktif,” sebut Karolin.

Ke depan, sambung dia, kelompok tani harus terdata secara online agar lebih mudah mendapatkan bantuan.

“Dan pendampingan para petani bisa dilakukan melalui kepala desa untuk mendata luasan lahan dan kelompok tani,” pungkas Karolin. (ril/jee)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda