Landak post authorKiwi 17 Oktober 2020 130

BKKBN Kalbar Beri Penghargaan ke Bupati Landak

Photo of BKKBN Kalbar Beri Penghargaan ke Bupati Landak Kunjungan - Kaper BKKBN Kalbar, Tenny C Soriton foto bersama  Bupati Landak, Karolin Margret Natasa saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Landak. ist  

Sejak dilantik menjadi Kepala Perwakilan (Kaper) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Maret 2020, Tenny C Soriton baru pertama kali melakukan pertemuan langsung dengan Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.

Dipertemuan pertama itu Kaper BKKBN Kalbar memberikan penghargaan kepada Karolin berupa Penghargaan Pelayanan KB Sejuta Akseptor. 

"Penghargaan ini kami berikan dalam rangka mendukung Pemkab Landak pada pelaksanaan pelayanan KB serentak memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke -27 tahun 2020 ini," kata Kaper BKKBN Kalbar, Tenny C Soriton di Landak, kemarin.

Didampingi Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Landak dan Koordinator Bidang Adpin BKKBN Kalbar, Tenny C Soriton menyampaikan beberapa hal terkait program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Rebranding BKKBN dan Program Stunting. 

Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa menyambut baik pertemuan ini dan berterima kasih kepada BKKBN yang telah memberikan Penghargaan Sejuta Akseptor. 

"Penghargaan ini merupakan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Landak dalam menyukseskan  pelayanan KB Sejuta Akseptor," kata Karolin.

Dijelaskan Karolin, dalam mendukung program Bangga Kencana, ia juga telah melakukan peninjauan pelaksanaan pelayanan KB dibeberapa tempat Pelayanan Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Landak. 

"Selama Pandemi Covid-19 pelayanan KB di Kabupaten Landak tetap berjalan, namun tenaga medis bidan ataupun perawat diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sesuai prosedur protokol kesehatan Covid-19. Dan, saya juga memastikan ketersediaan APD bagi tenaga medis kesehatan dalam memberikan pelayanan KB tetap ada," katanya.

Karolin menambahkan pihaknya dalam penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Landak, telah melakukan terobosan dan prioritas desa yang menjadi lokus stunting harus mempunyai jamban keluarga (WC) 100 persen.  

"Pemkab Landak sudah memetakan daerah daerah stunting dan tahun depan sudah siap untuk pelaksanaan intervensi Pro PN. 17 Desa yang perlu diintervensi 2 di antaranya Kampung KB.

"Minggu ini kami akan mengadakan rapat tim konvergensi yang akan dipimpin oleh staf ahli untuk membentuk tim dan SK penentuan lokus," kata Karolin. (ant)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda