Landak post authorKiwi 19 Mei 2020 52

Pemkab Landak Resmikan Aplikasi e-Planning Integrated, Fokus Penginputan Pokir Anggota Dewan

Photo of Pemkab Landak Resmikan Aplikasi e-Planning Integrated, Fokus Penginputan Pokir Anggota Dewan

LANDAK, SP - Dalam rangka memperkuat sistem perencanaan yang berkaitan dengan pembangunan daerah, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa secara resmi membuka penggunaan aplikasi e-planning integrated atau Sistem Informasi Manajemen Daerah Perencanaan. Persemian aplikasi dilakukan secara virtual,  Senin (18/5).

“Aplikasi ini nantinya difokuskan pada penginputan pokok-pokok pikiran dari anggota dewan perwakilan daerah (DPRD) Kabupaten Landak,” kata Karolin yang diwakilkan Sekertaris Daerah Kabupaten Landak, Vinsensius.

Penggunaan aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini bertujuan untuk menyelaraskan proses perencanaan dan penganggaran pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Landak tahun 2017-2022. Penggunaan aplikasi tersebut nantinya akan memberikan dampak yang baik pada sistem administrasi terkait dengan keuangan.

“Kami berharap dengan adanya aplikasi ini dapat membantu semua pihak terutama memperkuat sistem tata kelola administrasi selama ini,’ kata Vinsensius.

Penggunaan aplikasi nantinya juga perencanaan yang disusun akan berjalan tepat waktu. Diharapkan nantinya anggota DPRD yang akan mengusulkan pokok-pokok pikiran juga sudah memiliki prioritas dan keselarasan dengan proses perencanaan melalui Musrenbang yang telah dilakukan pada tingkat desa dan kecamatan sebelumnya.

Selain itu, Vinsensius  juga menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi tersebut dilaksanakan sesuai dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD.

“Penggunaan aplikasi ini tentunya sudah disesuaikan dengan peraturan yang sudah berlaku yakni Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 yang isinya disebutkan bahwa penyusunan harus dilakukan berbasis pada aplikasi e-planning, dengan demikian, maka apa yang diamanatkan dalam peraturan tersebut sudah mulai kita terapkan guna memperbaiki sistem pembangunan kita,” ujar Vinsensius.

Vinsensius juga mengatakan bahwa kiranya semua pihak dapat saling berkoordinasi dengan baik guna merumuskan kebijakan-kebijakan pada pembangunan Kabupaten Landak.

“Saya berharap kepada semua pihak, agar kiranya mampu merumuskan beberapa kebijakan dan program strategis untuk memacu percepatan pencapaian target pembangunan RPJMD Kabupaten Landak tahun 2017-2022,” tambahnya.

Sementara itu narasumber dari Bappeda Landak, Yohanes Rahmad dalam kegiatan sosialisasi hari itu mengatakan aplikasi tersebut dirancang secara khusus dengan mengedepankan tingkat penggunaan yang mudah.

“Aplikasi ini dikembangkan oleh BPKP dengan cara pengoperasian yang mudah dan juga dapat diakses kapanpun karena sudah kita siapkan secara online beroperasi dalam 24 jam,” jelas Rahmat. (ril/jee)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda