Landak post authorBob 21 Maret 2024

Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Maria Goreti Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa dalam Bingkai NKRI

Photo of Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Maria Goreti Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa dalam Bingkai NKRI PAPARAN -  Maria Goreti, Senator Senior asal Kalbar, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar kepada para orang muda di Gereja Katolik Santo Pius II, Stasi Bengkawe, Desa Bengkawe, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalbar. Ist

“Generasi muda, sebagai generasi yang memegang peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan dan kemajuan suatu bangsa, dituntut untuk menjaga semangat kebangsaan, dan semangat itu harus terus dipupuk agar menjadi generasi yang memiliki rasa cinta dan semangat untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI”

Maria Goreti, Anggota DPD/MPR RI

 

LANDAK, SP - Beberapa hari yang lalu, Maria Goreti, Senator Senior asal Kalimantan Barat (Kalbar), mengadakan Sosialisasi Empat Pilar kepada para orang muda di Gereja Katolik Santo Pius II, Stasi Bengkawe, Desa Bengkawe, Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalbar.

kegiatan ini diikuti oleh ratusan orang muda dan masyarakat Desa Bengkawe, yang dengan sangat antusias mendengarkan semua pemaparan Maria Goreti, Anggota DPD dan MPR RI, yang saat ini sudah dinyatakan dengan keputusan KPU RI bahwa ia terpilih kembali untuk periode kelima, masa bakti 2024-2029.

Dalam paparannya, Maria Goreti mengatkan bahwa Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengungkapkan bahwa, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.

Kemudian, dengan cara terbaik, berterima kasih pada pahlawan adalah meneruskan perjuangan mereka dengan menjaga keutuhan bangsa. Untuk itu sebagai generasi penerus bangsa, maka harus bisa meneladani semangat dan nilai kepahlawanan dengan menjadikan pahlawan sebagai panutan.

“Generasi muda, sebagai generasi yang memegang peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan dan kemajuan suatu bangsa, dituntut untuk menjaga semangat kebangsaan, dan semangat itu harus terus dipupuk agar menjadi generasi yang memiliki rasa cinta dan semangat untuk menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI” ungkap  Maria Goreti, anggota DPD RI, yang asli dari Kabupaten Landak ini.

Orang muda yang hadir pun antusias menyambut kehadiran Maria Goreti yang diharapkan menjadi sumber dalam dalam mengolah semangat kebangsaan.

Mereka juga menyambutnya dengan  sorak sorai dan tepuk tangan dari dalam ruangan utama gereja yang dipenuhi peserta dengan duduk lesehan, hingga sayap kanan dan sayap kiri gereja yang juga dipenuhi peserta memenuhi halaman Gereja Stasi Bengkawe siang itu.

Maria Goreti juga menyampaikan bahwa lahirnya Pancasila sebagai dasar berdirinya negara Republik Indonesia tidak lahir secara instan melainkan  melalui proses yang panjang, yang dirumuskan oleh tokoh-tokoh pertama bangsa Indonesia secara musyawarah mufakat dalam sidang BPUPK.

Oleh karena itu,  Pancasila yang telah lahir melalui proses panjang dengan cara musyawarah mufakat ini harus kita jaga dan kita rawat keutuhannya, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, dipercaya mampu mempersatukan semua golongan dan paham dari berbagai suku dan ras.

“Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kita sedang mengalami suhu panas, tapi bukan suhu panas karena cuaca ataupun karna perubahan iklim. Ada masalah yang sedang kita hadapi. Ada yang tau apa?” ujar Maria Goreti.

“Isu politik” terdengar suara lantang datang dari barisan paling belakang persis di sebelah pintu gereja. Adalah celine seorang siswa kelas 3 SMA menjawab pertanyaan Maria Goreti itu.

Maria Goreti langsung mencari sumber suara itu dan meminta Celine maju di depan untuk dihadiahi sebuah buku atas keberanian dan jawabannya yang tepat menjawab pertanyaan Maria Goreti.

“Betul kita sedang menghadapi situasi politik yang sedang memanas saat ini terlebih saat masa Pemilu ini ujar Maria Goreti,” tutur Maria Goreti menyampaikan kekhawatirannya terhadap siklus politik Indonesia yang sedang memanas.

Untuk itu, Maria Goreti pun mengajak anak-anak muda agar melek politik sehingga anak-anak muda ini paham arah politik yang baik dan politik yang menyimpang dari paham atau substansi Pancasila itu sendiri, sehingga kita bisa menolak paham-paham yang dirasa akan menyimpang itu.

Melihat animo anak-anak muda yang masih semangat serta beberapa yang aktif menanggapi materi yang disampaikan, Maria Goreti meyakini mungkin setidaknya akan ada satu di antara ratusan anak-anak muda ini yang akan menjadi pemimpin dimasa depan atau setidaknya tertarik berkiprah di dunia politik, sehingga Maria Goreti menyampaikan mengenai hak-hak sebagai warga negara, secara khusus hak dipilih dan memilih dalam UU Pemilu.

“Mungkin di antara ratusan adik-adik yang hadir di sini, ke depan ada yang berminat berkiprah di dunia politik sehingga adik-adik harus paham hak kita sebagai warga negara, yaitu hak di pilih dan memilih.

Nah, saat ini adik-adik baru menggunakan satu hak saja. Ada yang tau hak apa?” paparnya, semacam mentransfer semangat kepada anak-anak muda yang semangatnya masih menyala mengikuti materi yang disampaikan. “hak memilih” jawab peserta kompak menjawab pertanyaan itu.

Tidak pernah bosan Maria Goreti juga memaparkan TUPOKSI-nya sebagai anggota DPD mengingat masih banyak masyarakat yang salah kaprah menyamakan TUPOKSI DPD dan DPR sehingga masyarakat selalu menagih pembangunan infrastruktur kepada Maria Goreti sebagai anggota DPD. Padahal Maria Goreti sendiri tidak punya kewenangan dalam pembangunan infrastruktur.

Diakhir acara Maria Goreti mengapresiasi kehadiran dan semangat peserta dengan memberikan sertifikat kepada peserta yang hadir, beberapa buku Pancasila dan Undang-Undang untuk peserta yang mengajukan pertanyaan maupun peserta yang aktif menjawab pertanyaan.

Maria Goreti memberi pendidikan politik terkait pemahaman Pancasila sebagai dasar atau ideologi yang memperkokoh keutuhan dan kesatuan Negara Republik Indonesia. (*)

 

 

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda