Landak post authorKiwi 21 Juni 2020 345

Data Penerima BST Bermasalah, Karolin Koordinasi dengan Kemensos

Photo of Data Penerima BST Bermasalah, Karolin Koordinasi dengan Kemensos Penyaluran bantuan – Warga mengantre untuk medapat Bantuan Sosial Tunai dari Kementerian Sosial. Di Kabupaten Landak penyaluran bantuan sempat terkendala karena data penerima yang kurang tepat.

LANDAK, SP – Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa berkoordinasi dengan Kementerian sosial terkait data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Landak.

Sebelumnya, Karolin mendapat laporan adanya data ganda penerima BST di Landak. Hasil koordinasi, Kemensos menyetujui kebijakan pengalihan BST untuk warga yang lebih berhak.

"Menyikapi laporan masyarakat, saya langsung berkoordinasi dengan Kemensos terkait pengalihan BST. Kemensos setuju kebijakan pengalihan BST agar lebih tepat sasaran," kata Karolin, kemarin.

Menurut Karolin yang menjadi permasalahan selama ini terkait update data penerima bantuan yang belum baik karena aplikasi yang ada belum sepenuhnya mengakomodir. 

"Kemensos punya data masyarakat miskin, kita diminta update data, tapi aplikasinya belum bisa mengakomodir sehingga banyak data ganda dan masyarakat yang mampu mendapat BST, jadi ini yang masih harus kita perbaiki," ujar Karolin. 

Setelah dilakukan koordinasi ini, Karolin segera memerintahkan dinas terkait untuk mengimbau desa-desa yang ditemukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak sesuai agar bantuan dialihkan ke masyarakatnya yang lebih berhak.

Salah satu desa di Kabupaten Landak yang sudah melakukan pengalihan BST yaitu Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Ada 16 kepala KPM yang dialihkan.

Pengalihan BST karena telah ditemukan KPM yang tidak ditemukan alamatnya pada wilayah desa tersebut, selain itu juga ditemukan data ganda. Akhirnya bantuan dialihkan dan diganti ke KPM lainnya yang lebih berhak.

“Setelah selesai penyaluran BST, jadi masih ada 16 kartu yang belum diambil, akhirnya ada informasi dari Dinas Sosial bahwa KPM yang belum mengambil karena orangnya tidak jelas, jadi bisa dialihkan ke KPM lain,” terang Kepala Desa Hilir Tengah, Donatus Budianto.

Budianto merangkan pengalihan BST ke KPM lain tentunya dengan memperhatikan peraturan dan kriteria yang telah ditentukan. 

“Karena ada peraturan dari Kemensos, bahwa bisa dialihkan atau diganti orang. Kami juga untuk mengganti memang dicari dan disaring kembali yang belum pernah mendapatkan bantuan-bantuan lainnya,” ungkap Budianto. (ril/jee)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda