Melawi post authorBob 01 Desember 2020 1,308

Survei Indonesia Pollster Center, Henny-Mulyadi Unggul dari Pasangan Petahana

Photo of Survei Indonesia Pollster Center, Henny-Mulyadi Unggul dari Pasangan Petahana Direktur Utama Indonesia Pollster Center (IPC), Eko Wahyudi

NANGA PINOH - Pilkada Melawi 2020 yang tinggal menghitung hari, memunculkan kejutan. Dalam survei yang dilakukan Indonesia Pollster Center, 16-21 November 2020 lalu, pasangan calon Henny Dwi Rini-Mulyadi mengungguli pasangan calon petahana, Panji-Abang Ahmadin.

Henny-Mulyadi elektabilitasnya mencapai 38 persen, sedangkan Panji-Abang tertahan di 34 persen.

Dari 38 persen pemilih Henny-Mulyadi, 88,8 persen merupakan strong supporters. Dengan kata lain, tidak akan mengubah pilihannya di hari H. Sedangkan dari 34 persen pemilih Panji-Abang, 90 persen merupakan strong supporters.

Dadi Sunarya-Kluisen sendiri, elektabilitasnya tertahan di 23 persen. 87,5 persen dari 23 persen pemilih Dadi-Kluisen merupakan strong supporters.

"Masih ada 5 persen responden yang tidak menjawab dan atau belum menentukan pilihannya," kata Direktur Utama Indonesia Pollster Center (IPC), Eko Wahyudi dalam rilisnya yang diterima Suara Pemred Kalbar, Selasa (1/12).

Dua isu yang menjadi perhatian utama masyarakat Melawi adalah perbaikan kondisi ekonomi dan perbaikan infrastruktur. Masing-masing ada 71 persen masyarakat yang menganggap isu perbaikan kondisi ekonomi sebagai isu prioritas dan 67 persen masyarakat Melawi menilai perbaikan infrastruktur yang seharusnya menjadi prioritas.

Di sisi lain, ada ketidakpuasan yang tinggi terhadap petahana (Panji-Dadi) dalam mengelola kedua isu di atas. Ketidakpuasan terhadap isu ekonomi mencapai 69 persen, dan isu infrastruktur mencapai 64 persen.

Diperkirakan, dua isu ini yang menggerus elektabilitas Panji yang berpasangan dengan Abang Ahmadin, maupun Dadi yang berpasangan dengan Kluisen.

Masyarakat Melawi juga menunjukkan ketidaksukaannya terhadap fitnah dan hoax. Ada 83 persen masyarakat yang setuju fitnah dan hoax tidak seharusnya dilakukan di dalam kampanye di Pilkada 2020 ini. Dengan demikian, jika ada pasangan calon yang sering diserang dengan fitnah dan hoax, malah menimbulkan simpati pemilih.

Eko Wahyudi menjelaskan, metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah multistage random sampling. Adapun jumlah responden sebanyak 800 responden, dengan Confidence Interval/margin of error sebesar ± 3.46%. Untuk Confidence Level/tingkat kepercayaan sebesar 95%.

"Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka langsung dengan responden menggunakan kuesioner," terangnya.

Dalam situasi covid-19, interviewer menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat melakukan pengumpulan data. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda