Melawi post authorKiwi 05 Juni 2020 180

Rapid Test Massal, Delapan ASN Melawi Reaktif 

Photo of Rapid Test Massal, Delapan ASN Melawi Reaktif  RAPID TEST - Pelaksanaan rapid test massal di Kantor Bupati Melawi yang diikuti para pegawai.

NANGA PINOH, SP - Delapan ASN dinyatakan reaktif dalam rapid test massal yang digelar Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Melawi, Rabu (3/6). Secara total, Dinas Kesehatan (Dinkes) Melawi telah melakukan rapid test sebanyak 2.158 kali.

Kepala Dinkes Melawi, Ahmad Jawahir, Kamis (4/6) mengungkapkan, hingga Rabu (3/6) malam ada 262 pegawai di lingkungan Pemkab Melawi yang telah mengikuti rapid test.

"Hasilnya ada delapan ASN yang reaktif," terangnya.

Ahmad mengatakan pada ASN yang reaktif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab sesuai dengan pedoman penanganan Covid-19 revisi keempat. Karena tanpa kriteria ini, otomatis akan ditolak Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kalbar atau Labkes Kemenkes.

"Proses rapid test massal terseleksi masih akan terus dilaksanakan pada ASN, TNI dan Polri serta anggota legislatif dan masyarakat lainnya," katanya.

Proses rapid test menjadi upaya screening (penyaringan) awal dalam mendeteksi adanya penularan Covid-19 di Kabupaten Melawi. Ahmad Jawahir juga menerangkan secara total pihaknya telah melakukan 2.158 kali rapid tes hingga 3 Juni dengan hasil 79 orang dinyatakan reaktif. 

"Untuk yang non reaktif ada 2.017 sampel dan invalid ada 52 sampel. Ada juga yang reaktif, tapi dikembalikan ke daerah asal ada 10 orang karena yang bersangkutan bukan merupakan warga Melawi," katanya. 

Ahmad Jawahir juga mengungkapkan alat rapid test yang tersedia dinilai mencukupi untuk melakukan tes massal. Sudah ada 4.700 alat rapid tes yang datang ke Melawi. Sebagian besar sudah digunakan untuk pelaksanaan rapid test massal yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. 

"Kita juga meminta seluruh camat bekerjasama dengan pemerintah desa dan pemilik penginapan untuk melaporkan nama-nama pelaku perjalanan dari luar Melawi tanpa memandang KTP asal. Laporan ini disampaikan ke puskesmas untuk dapat ditindak lanjuti dengan pemeriksaan rapid tes bagi yang memenuhi syarat," katanya.

Lakukan secara Masif

Warga Melawi, Denny Firmansyah meminta Pemkab Melawi massif melakukan rapid test, terutama kepada warga yang berinteraksi dengan banyak orang karena pekerjaannya.

“Contohnya pedagang. Pemkab perlu rapid test mereka karena kontak langsung dengan banyak orang setiap hari,” katanya.

Hal yang tak kalah penting yaitu Pemkab Melawi tak boleh mengendorkan pengawasan terhadap kepatuhan warga menerapkan protokol kesehatan pemerintah.

“Patroli protokol kesehatan di lingkungan masyarakat harus terus dilakukan untuk persiapan menuju new normal,” pungkasnya. (eko/bah)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda