Melawi post authorKiwi 13 Oktober 2021

Progres Lanjutan Jembatan Melawi 2 Lamban, PU Kuak Sejumlah Masalah

Photo of Progres Lanjutan Jembatan Melawi 2 Lamban, PU Kuak Sejumlah Masalah Sejumlah pekerja sedang memasang rangka Jembatan Melawi 2. Sudah lebih dari tiga bulan, pihak pelaksana baru mengerjakan setengah bentang pertama jembatan akibat berbagai masalah. SUARA PEMRED/EKO SUSILO

KAPUAS RAYA, SP - Proyek lanjutan pembangunan Jembatan Melawi 2 berjalan lamban. Hingga Oktober ini, rangka jembatan yang terpasang bahkan belum mencapai satu bentang dari total empat bentang yang harus dirakit. 

Dari pantauan Suara Pemred di lokasi jembatan Melawi 2, Selasa (12/10), sejumlah pekerja masih memasang satu bentang rangka jembatan pertama. Padahal kontrak pembangunan jembatan bernilai Rp16 miliar oleh PT Adian Teknik Natama sudah dibuat  sejak 23 Juni lalu.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Melawi angkat bicara terkait pelaksanaan lanjutan jembatan Melawi 2. Kabid Bina Marga PUPR Melawi, Edi Lugito, memaparkan sejumlah persoalan sehingga realisasi pekerjaan di lapangan berjalan lambat.

"Pertama, pelaksanaan pembangunan jembatan terkendala soal cuaca. Awalnya kan akan digunakan ponton yang membawa crane untuk memasang rangka. Namun karena kemarau saat itu, ponton tak bisa masuk ke Sungai Melawi," jelasnya.

Akhirnya, kata Edi, Dinas PUPR mengubah teknis pemasangan rangka jembatan dengan menggunakan link set. Edi memaparkan link set dipakai untuk menghubungkan rangka jembatan yang akan dipasang pada bentang pertama dengan satu bentang lain yang sudah dirakit terlebih dahulu di atas jalan. Bentang rangka baja ini berfungsi sebagai penyeimbang sehingga pemasangan rangka dilakukan dalam kondisi apa pun. 

"Pengadaan link set ini lumayan lama sekitar tiga minggu, termasuk pengiriman ke Melawi. Sehingga kita menunggu link set baru bisa mengerjakan jembatan," jelasnya.

Edi juga mengungkapkan persoalan berikutnya terkait tenaga kerja atau tukang yang merakit rangka di lapangan. PUPR meminta perusahaan memulangkan tukang lama karena pekerjaannya tidak standar.

"Karena dia memasang bautnya sembarangan. Rekomendasi dari PU pakailah tukang yang direkomendasikan dari pabrik (pabrik yang mencetak rangka jembatan). Sekarang tukang yang bekerja, yang rekomendasi pabrik," terangnya.

Penggunaan crane, lanjut Edi, baru dipakai saat pemasangan eriksen atau rangka jembatan di tengah-tengah. Di tahap awal, pekerjaan pemasangan rangka masih menggunakan link set. Dengan penggunaan link set, pemasangan rangka bisa terus berjalan tanpa perlu memikirkan ketinggian air sungai.

"Karena saat surut, kalau pakai crane tak bisa masuk ponton," paparnya.

Menurutnya, pemasangan rangka jembatan diperkirakan memakan waktu tiga bulan. Para tukang ini sendiri baru bekerja kurang lebih dua pekan karena kondisi cuaca hujan serta banjir yang sempat melanda Melawi, beberapa waktu lalu.

"Karena saat gerimis atau hujan biasa pekerja ini off karena licin. Tapi kita sarankan agar saat cuaca bagus bisa bekerja lembur. Yang penting dijaga K3( Keselamatan Kerja)," katanya.

Dengan keterlambatan progres pembangunan Jembatan, Edi tak memungkiri kemungkinan pelaksanaan pekerjaan bakal tak selesai tepat waktu. Mengingat selain pemasangan rangka, juga ada pekerjaan pengecoran jembatan serta pengaspalan jalan setelah jembatan, agar jembatan Melawi 2 bisa berfungsi. 

"Mungkin akan ada keterlambatan. Kalau tak ada kendala seperti cuaca atau banjir besar, perkiraan Desember atau awal Januari sudah selesai," tuturnya.

Dengan waktu tersisa tak sampai tiga bulan, Edi mengatakan pihak pelaksana tetap dapat menyelesaikan pekerjaan, walau mungkin melampaui masa kontrak. Sesuai dengan aturan, bisa ditambah waktu pelaksanaan hingga 50 hari kerja, hanya tentunya akan dikenai denda setiap harinya seribu per mill dari kontrak.

"Kami sudah kasih tau pekerja agar kalau bisa lembur. Karena dendanya besar, mencapai Rp16 juta per hari (bila melampaui masa kontrak). Denda maksimal 5 persen dari kontrak," paparnya.

Dinas PUPR, kata Edi, juga memberikan saran agar pihak pelaksana bisa memenuhi alat apa pun yang diperlukan tenaga kerja di lapangan. Begitu pula bila pekerjaan bisa dilaksanakan dengan lembut.

"Bila perlu tambah tukang, ya ditambah," ucapnya. 

Jadi Sorotan Masyarakat

Penyelesaian Jembatan Melawi 2 menjadi sorotan masyarakat, mengingat jembatan ini sudah dimulai pembangunannya sejak era bupati pertama Melawi, Suman Kurik. Harapannya, masa Bupati Dadi Sunarya dan Wakil Bupati Kluisen, jembatan ini benar-benar bisa digunakan.

"Bertahun-tahun masyarakat menanti kepastian Jembatan Melawi 2 bisa dilalui. Semoga kali ini benar-benar selesai," kata Dika, warga Pinoh Utara.

Dika mengatakan keberadaan jembatan sangatlah diperlukan masyarakat, utamanya di Kecamatan Pinoh Utara untuk percepatan pembangunan di wilayah tersebut. Selama ini, pembangunan terkendala karena ketiadaan akses penyeberangan yang memadai. (eko/lha)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda