Melawi post authorKiwi 14 Oktober 2021

63 Guru Melawi Ikuti Program Guru Penggerak, Program Pengembangan Profesi Berkelanjutan

Photo of 63 Guru Melawi Ikuti Program Guru Penggerak, Program Pengembangan Profesi Berkelanjutan Pembukaan Program Pendidikan Guru Penggerak sekaligus Lokakarya yang diikuti 63 guru berbagai jenjang pendidikan. SUARA PEMRED/EKO SUSILO

NANGA PINOH, SP - Sebanyak 63 guru dari berbagai jenjang di Kabupaten Melawi mengikuti Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 4. Pembukaan PGP digelar di Graha Sukiman, Rabu (13/10) dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, tim dari Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA) Bandung serta pengajar praktik.

Panitia Pelaksana Kegiatan Pendidikan Guru Penggerak, Marjuntak dalam laporannya menyampaikan PGP merupakan program pengembangan profesi berkelanjutan melalui pelatihan pendampingan yang terfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar guru dapat menggerakkan komunitas belajar di sekitarnya yang dapat mewujudkan merdeka belajar.

"Program ini menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri," ujarnya.

Marjuntak mengatakan guru penggerak diharapkan dapat merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua.

"Sasaran program guru penggerak adalah semua guru baik PNS maupun honorer. Guru yang mengikuti pendidikan adalah guru yang sudah lulus seleksi program guru penggerak," katanya.

Ditambahkan Marjuntak, pelaksanaan PGP berlangsung selama sembilan bulan. Meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama sembilan bulan dengan tenaga pengajar dari Widya Iswara P4TK IPA Bandung serta berkolaborasi dengan tenaga pengajar praktik dari kabupaten Melawi. 

Ditempat yang sama, Kepala Disdikbud Melawi, Joko Wahyono saat membuka Lokakarya 0 PGP Angkatan 4 mengatakan program guru penggerak menjadi model pembelajaran bagi guru di masa pandemi Covid-19.

"Setiap hari bisa sambil belajar. Inilah model pembelajaran di era Covid-19. Banyak hal baru yang bisa diperoleh. Ada inovasi di masa pandemi," ujarnya.

Guru penggerak, lanjut Joko merupakan satu satunya program unggulan di Dirjen GTK Kemendikbudristek yang dimulai sejak 2020 lalu. Kegiatan ini juga dalam rangka menuju program merdeka belajar yang dicanangkan Dirjen Dikdasmen.

"Kita patut syukuri di angkatan ke 4 merupakan yang pertama di kabupaten Melawi. Jumlah guru yang ikut cukup banyak. Karena selesai dari guru penggerak, guru bisa menjadi calon kepala sekolah atau pengawas," tambahnya.

Joko juga berharap seluruh calon guru penggerak bisa mengikuti secara maksimal dan tekun dan tetap tidak meninggalkan tugas. Mengingat 70 persen pembelajaran dilakukan secara mandiri di sekolah masing-masing. (eko)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda