Melawi post authorKiwi 21 Januari 2021 137

Kota Nanga Pinoh Masuk Zona Oranye, Sekolah Kembali Terapkan Belajar dari Rumah

Photo of Kota Nanga Pinoh Masuk Zona Oranye, Sekolah Kembali Terapkan Belajar dari Rumah TINJAU - Kadisdikbud Melawi, Joko Wahyono saat meninjau pelaksanaan tatap muka di sekolah. Saat ini, sekolah dalam kota Pinoh telah diminta kembali terapkan BDR (Belajar Dari Rumah).

NANGA PINOH, SP - Pemkab Melawi memutuskan kembali menghentikan pembelajaran tatap muka yang baru berjalan selama kurang lebih dua pekan.

Penghentian sementara dilakukan sesuai dengan edaran Gubernur Kalbar yang meminta pembelajaran tatap muka ditunda hingga 15 Februari mendatang.

Sekda Melawi, Paulus menerangkan penghentian sementara belajar tatap muka dilakukan karena kabupaten Melawi masih masuk zona oranye untuk potensi meningkatnya kasus positif Covid-19. 

"Sementara kita kembali ke pembelajaran jarak jauh sesuai dengan rapat bersama Satgas Covid-19. Hal ini juga sesuai surat  gubernur sebagai Ketua Satgas Covid-19 Provinsi yang meminta aktivitas belajar kembali dilakukan dengan jarak jauh atau daring. Kita ikuti aturan itu," katanya.

Kendati demikian, lanjut Paulus, penghentian pembelajaran tatap muka tidak diterapkan di seluruh sekolah. Hal tersebut diterapkan hanya untuk sekolah-sekolah dalam kota Nanga Pinoh serta sekolah di sekitar ibukota kecamatan.

"Untuk sekolah yang berada di pedalaman dipersilakan untuk mengkaji. Bila memang masih memungkinkan, dapat dilakukan tatap muka," jelasnya. 

Disdikbud Melawi pun telah mengeluarkan edaran terkait tindak lanjut penerapan pembelajaran jarak jauh hingga 15 Februari. Dalam edaran tersebut sekolah yang diminta menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah sekolah yang berada dalam kota Nanga Pinoh dan sekitarnya.

"Surat edaran sudah disampaikan ke sekolah, bahwasanya untuk sekolah dalam kota kembali menerapkan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," ujar Kadisdikbud Melawi, Joko Wahyono.

Sedangkan untuk sekolah-sekolah kecamatan Nanga Pinoh dan kecamatan lainnya yang daerahnya masih memungkinkan dilaksanakan pembelajaran tatap muka, Joko mempersilakan dilanjutkan kembali. 

"Boleh juga sekolah di luar Kota Nanga Pinoh menerapkan BDR, sesuai dengan sikon masing-masing," katanya. (eko)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda