Melawi post authorKiwi 22 Januari 2021 116

Ketua HIPMI Pertanyakan Ketidakjelasan Pembagian Plasma PT Adau

Photo of Ketua HIPMI Pertanyakan Ketidakjelasan Pembagian Plasma PT Adau Ketua HIPMI, Kusmas Hadi Saputra.

NANGA PINOH, SP - Bertahun-tahun berinvestasi di Kabupaten Melawi, banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang hingga kini tak jelas kemitraannya. Seperti pembagian plasma pada masyarakat, misalnya komitmen awal saat akan masuk membuka kebun.

Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Melawi, Kusmas Hadi Saputra mengatakan kondisi ketidakpastian soal kebun plasma di antaranya terjadi di perkebunan PT Adau Agro Kalbar (AAK).

Masyarakat setempat kerap mempertanyakan soal pembagian plasma sebesar 20 persen ini.

"Bertahun-tahun berinvestasi di hulu Melawi, sampai saat ini masih juga tak jelas dimana kebun plasma dan kapan akan diserahkan ke masyarakat. Sementara rata-rata kebun sawit di sana sudah panen," katanya.

Pemuda yang akrab disapa To'o ini mengatakan hal ini tentunya merugikan masyarakat yang telah menyerahkan lahannya pada perusahaan. Apalagi berdasarkan peraturan terkait usaha perkebunan sawit, penyediaan lahan masyarakat atau lahan plasma minimal 20 persen dari luas kebun sudah dibangun minimal tiga tahun.

"Sementara kebun perusahaan sudah beberapa tahun sudah dibangun, bahkan panen berkali-kali, justru masyarakat setempat hanya jadi penonton," keluhnya. 

Dikatakan Kusmas, perlu ketegasan pemerintah daerah dan pihak perusahaan sawit merealisasikan kebun plasma untuk masyarakat. Apalagi tujuan masuknya perusahaan perkebunan sawit tentunya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap PT Adau segera melaksanakan kewajibannya menyerahkan lahan kebun plasma ke masyarakat,” katanya. (eko)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda