Melawi post authorPatrick Waraney 25 Januari 2021 158

Tewas Gantung Diri, Karyawati Salon Diduga Depresi Masalah Ekonomi

Photo of Tewas Gantung Diri, Karyawati Salon Diduga Depresi  Masalah Ekonomi

NANGA PINOH, SP-  Kasat Reskrim Polres Melawi AKP Muhammad Ginting menegaskan, kematian karyawati salon bernama AG (22)  merupakan murni bunuh diri. Kesimpulan ini  berdasarkan hasil visum et repertum RSUD  Melawi dan penyidikan pihaknya.

AG ditemukan tewas tergantung dengan sehelai kain melilit lehernya di dalam kamar salon tempatnya bekerja, Jalan Merak, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Sabtu (23/1) pagi. "Dari hasil visum pihak rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban," tegas Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Muhammad Ginting di Nanga Pinoh, Senin (25/1).

Atas dasar hasil otopsi dan penyidikan maka kepolisian menyimpulkan bahwa motif kasus tersebut murni bunuh diri. Menurut Ginting, orang tua kandung korban sudah ikhlas menerima kejadian tersebut walaupun mereka sempat menolak dilakukan otopsi.

Ginting menjelaskan, AG ditemukan oleh Siti Asiyah, pemilik salon, dalam kondisi tergantung dengan sehelai kain di ventilasi pintu kamar. Awalnya, hari itu pukul 08.15 WIB, Siti datang untuk membangunkan para karyawannya yang mengindap di lantai dua salon. "Ada dua pekerja salon yakni Maisarah dan Ema Saputri yang tidur di dalam kamar yang berbeda dengan korban AG,"  jelasnya.

Ketika menaiki lantai dua, Siti melihat korban seperti sedang berdiri di pintu kamarnya. Ia pun sempat menegur korban, namun tidak ditanggapi. Ketika mendekat karena penasaran, sontak Siti kaget melihat tubuh korban tergantung menggunakan kain di lehernya yang diikatkan di ventilasi pintu kamar.

Menurut karyawati salon bernama Wati Klara Sari, AG  sering curhat tentang  permasalahan ekonomi. AG juga mengaku tidak mampu lagi menghadapi permasalahan tersebut. "Dan dari keterangan temannya ini, AG pernah mengatakan ingin bunuh diri saja," tandas Ginting.(eko/001)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda