Melawi post authorBob 25 Oktober 2022

BKKBN Kucurkan 4,2 Miliar Rupiah Dukung Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Melawi

Photo of BKKBN Kucurkan 4,2 Miliar Rupiah Dukung Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Melawi Plt Kaper BKKBN Provinsi Kalbar, Muslimat.

MELAWI, SP - Upaya percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus digecarkan.

Berbagai intervensi secara masif dilakukan untuk mencapai target penurunan stunting. Dukungan anggaran juga diberikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ke pemerintah daerah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Kalbar, Muslimat mengungkapkan untuk Kabupaten Melawi anggaran yang dikucurkan BKKBN mencapai 4,2 miliar rupiah.

Anggaran tersebut untuk mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting.

"Mudah-mudahan dari anggaran yang disampaikan BKKBN ke pemerintah daerah dapat dioptimalkan penyerapannya terutama untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Melawi," ungkap Plt Kaper BKKBN Provinsi Kalbar Muslimat usai rapat koordinasi audit kasus stunting di Kabupaten Melawi pada (25/10/2022).

Dirinya menyebutkan dari total anggaran yang dikucurkan BKKBN ke Kabupaten Melawi sekitar 3,2 miliar rupiah untuk Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB).

Lalu sebanyak satu milar rupiah untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi mendukung percepatan penurunan stunting dan program bangga kencana.

Muslimat berdasarkan data hingga 23 Oktober serapan BOKB Kabupaten Melawi termasuk yang paling tinggi di Provinsi Kalbar yakni mencapai 46,42 persen.

Lalu untuk serapan DAK fisik di Melawi telah berada pada angka 25,29 persen. Dirinya berharap anggaran yang telah dikucurkan BKKBN tersebut bisa diserap maksimal oleh pemerintah daerah.

"Kami terus mendorong melalui tim yang hadir di beberapa kabupaten khususnya melawi bisa mempercepat penyerapan BOKB. Diupayakan yang fisik bisa diserap 99 persen," kata Muslimat.

Dirinya menyebutkan kendala geografis memang menjadi satu hambatan penyerapan anggaran di Kabupaten Melawi.

Terutama ketika Tim Pendaming Keluarga (TPK) saat akan melakukan pelaporan secara elektronik. Pasalnya pada daerah tertentu menghadapi pesoalan kesulitan sinyal.

Dikatakan Muslimat untuk menghadapi kendala tersebut pihaknya akan mengupayakan laporan secara manual.

Misalnya bidan bisa menjadi koordinator untuk merekap hasil kegiatan yang dilakukan TPK. Untuk selanjutnya disampaikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwilayah tersebut.

"Kami BKKBN akan mengupayakan selain lewat elektronik juga manual," jelasnya.

"Mudah-mudahan kegiatan stunting yang terus berlangsung termasuk audit kasus stunting ini bisa berjalan sesuai jadwal," tutupnya. (din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda