Mempawah post authorBob 10 Juli 2020 7,450

Pengurus Masjid Diduga Gelapkan Dana Pembangunan, Bangunan Mangkrak Sejak 2019

Photo of Pengurus Masjid Diduga Gelapkan Dana Pembangunan, Bangunan Mangkrak Sejak 2019

Warga Desa Sungai Bundung Laut, Buniwan

“Jadi, dari April hingga Oktober 2019 kemarin, pembangunan Masjid Mujahidin tersendat atau mangkrak. Karena hingga saat ini, pembangunan masjid tersebut hanya sebatas kerangka masjid dan belum tuntas sampai sekarang.”

MEMPAWAH, SP - Warga Desa Sungai Bundung Laut melaporkan pengurus masjid karena adanya dugaan penggelapan dana pembangunan Masjid Mujahidin sekitar Rp3,8 miliar dari hasil ganti rugi pihak PT Pelindo.

Kasus dugaan tersebut, langsung dilaporkan oleh Buniwan, warga Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit. Laporan itu masuk dalam laporan polisi bernomor : LP/B/184/VI/Res.1.11/2020/Kalbar/Res Mpw tertanggal 29 Juni 2020.

Buniwan mengatakan bahwa sebelumnya, Masjid Mujahidin mendapatkan ganti rugi lahan oleh pihak PT Pelindo sebesar Rp3,8 miliar. Karena masjid sebelumnya masuk di dalam zona pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing.

"Jadi, nilai ganti rugi yang dibayarkan pihak PT Pelindo sebesar Rp3,8 miliar," tuturnya, Kamis (9/7).

Menurutnya, saat pembayaran tersebut dicairkan oleh pihak PT Pelindo, dana ganti rugi tersebut di transfer ke dua rekening pengurus masjid.

"Untuk Ketua Zulkifli ditransfer sebesar Rp3 miliar dan selebihnya ditransfer ke rekening wakil ketua, sebesar Rp800 juta," terangnya.

Setelah dilakukan proses transfer, pihak masjid menunjuk pelaksanaan pekerja dengan nilai anggaran kurang lebih Rp2,3 miliar yang dimulai sejak April 2019.


"Jadi, dari April hingga Oktober 2019 kemarin, pembangunan Masjid Mujahidin tersendat atau mangkrak. Karena hingga saat ini, pembangunan masjid tersebut hanya sebatas kerangka masjid dan belum tuntas sampai sekarang," ungkapnya.


Ia mengungkapkan dirinya sudah mencoba mempertanyakan kepada pihak masjid, namun pihak pengurus masjid beralasan dana pembangunan sudah habis karena sisa dana pembangunan dibawa kabur oleh pelaksana pekerjaan. 

"Ketika dana dicek ke rekening pengurus, dana transfer dari PT Pelindo hanya tersisa Rp548 ribu dan Rp48 ribu,” paparnya

Menurutnya, realisasi pembangunan Masjid Mujahidin yang telah dilaksanakan pekerja di lapangan, diperkirakan hanya terealisasi 25-30 persen. Karena, terlihat bangunan yang telah dirampungkan hanya kerangka masjid dengan pondasi beton.

“Dengan kondisi begitu, makanya kita melaporkan ke polisi untuk mengungkap fakta penggunaan anggaran pembangunan Masjid Mujahidin, Desa Sungai Bundung Laut ini. Karena, kita ingin mengetahui akan kepastian permasalahannya hingga dana sebesar Rp3,8 miliar tidak dapat merampungkan pembangunan masjid ini,” terangnya.

Buniwan mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil penyelidikan dan pengungkapan yang dilaksanakan jajaran Polres Mempawah. Diharapkan agar adanya dugaan pengelapan dana masjid itu dapat segera diungkap.

“Kita sangat menyayangkan dan kecewa pembangunan Masjid Mujahidin dengan dana Rp3,8 miliar tidak rampung," tutupnya.

Lakukan Cek Fisik

Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Moch Riski Rizal membenarkan terkait adanya laporan dari warga soal dugaan penggelapan dana pembangunan masjid di Sungai Kunyit. 

"Kita memang ada mendapatkan laporan dari warga terkait dugaan penggelapan dana pembangunan masjid," katanya.

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan cek fisik dan meminta didampingi oleh pihak pengurus masjid dan masyarakat sekitar. Kemudian, mengambil beberapa sampel agar bisa ditindaklanjuti.

"Karena kita akan meminta keterangan dan menginterogasi dan mengklarifikasi terhadap para saksi, pengurus masjid, pihak Pelindo dan lainnya," tuturnya.

Laporan yang diterima dari warga, yaitu penggelapan anggaran. Makanya nanti bakal dicek bangunan, spesifikasinya dan progresnya pembangunannya.

"Untuk sementara dugaan penggelapan dana," ucapnya.

Riski mengatakan, hingga saat ini belum bisa memastikan karena spesifikasi awal bantuan tersebut belum diterima oleh pihaknya, karena akan dilakukan penyelidikan dahulu. (ben/lha)

 

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda