Mempawah post authorBob 10 November 2021

Buka Pelatihan Batik Cap dan Tulis, Erlina Ingin Batik Awan Berarak Jadi Ikon Mempawah

Photo of Buka Pelatihan Batik Cap dan Tulis, Erlina Ingin Batik Awan Berarak Jadi Ikon Mempawah PEMBUKAAN - Bupati Mempawah, Erlina, membuka pelatihan batik cap dan tulis dalam Workshop Batik di Gang Bandaria, UPTD LLKUKM Dinas Perindagnaker Kabupaten Mempawah, kemarin. IST 

Bupati Mempawah, Erlina, membuka pelatihan batik cap dan tulis dalam Workshop Batik di Gang Bandaria, UPTD LLKUKM Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Perindagnaker) Kabupaten Mempawah, kemarin.

Puluhan peserta mengikuti pelatihan batik cap dan tulis yang dihadiri Ketua TP PKK Julina, Kadis Kominfo Rudi, Kadinas Sosial Burhan, Kepala Disperindagnaker, dan Johana Sari Margiani.

Erlina mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi dan mendukung pelatihan batik cap dan tulis. Karena karya seni batik merupakan wujud hasil cipta dan karya seni yang diekspresikan pada motif kain yang telah terkenal sampai mancanegara hingga dunia.

“Bahkan, UNESCO/PBB telah mengukuhkan batik sebagai intangible cultural heritage of humanity,” jelasnya.

Menurutnya, batik merupakan satu di antara peninggalan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Ia bercita-cita besar agar batik awan berarak khas Mempawah bisa dikreasikan hingga menjadi ikon Kabupaten Mempawah.

“Kita ingin agar batik awan berarak bisa dikenal di tingkat lokal, nasional bahkan mancanegara,” ungkap Erlina.

Ia menambahkan, perlu upaya dan strategi  besar untuk melakukan sinergitas antarperangkat daerah. Salah satu strategi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui UPTD LLKUKM, yakni  mengadakan pelatihan batik tulis dan cap yang bertujuan untuk peningkatan produksi serta pemulihan sektor ekonomi kreatif di tengah merebaknya wabah covid-19.

“Makanya, Bidang Pemdes diminta memberikan arahan kepada desa yang telah memiliki lulusan pelatihan batik agar menganggarkan pada RAPBDes melalui ADD dan Dana Desa untuk bantuan peralatan dan modal usaha bagi kelompok batik,” pesannya.

Dengan adanya kelompok batik di desa-desa dapat memproduksi batik awan berarak secara berkelanjutan. Tujuannya, agar desa membentuk BUMDes rumah produksi batik sehingga ke depan, dapat menambah atau meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).

“Apabila rumah produksi batik ini sudah berjalan, selanjutnya kita akan mematenkan brand mark batik awan berarak serta mempromosikannya ke dunia luar, baik melalui Dekranasda, Tim Penggerak PKK maupun Disperindagnaker melalui pameran atau expo yang di Kalbar maupun luar daerah,” papar Erlina. (ruben/shella)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda