Mempawah post authorKiwi 12 November 2021

Terungkap, Mertua Habisi Menantu dengan Batu Penggiling Beras

Photo of Terungkap, Mertua Habisi Menantu dengan Batu Penggiling Beras Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, menggelar jumpa pers terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Mempawah, belum lama ini. IST

MEMPAWAH, SP - Polres Mempawah berhasil meringkus KR (72) yang diduga melakukan pembunuhan terhadap menantunya, JD (41) yang sedang tidur, menggunakan penggiling batu dengan berat 13 kilo. KR diamankan di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kamis (11/11).

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, mengungkapkan dalam kurun waktu 1x24 jam, pihaknya berhasil meringkus KR  yang diduga melakukan pembunuhan terhadap JD merupakan suami dari anak angkatnya.

"Jadi, berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi yang dikumpulkan, kita berhasil meringkus pelaku tanpa perlawanan di rumah kerabatnya yang berada di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas," terang Kapolres Mempawah dalam press release, di Aula Rupatama Polres Mempawah, Jumat (12/11).

Menurutnya, motif dari pembunuhan tersebut masih didalami dan masih dalam proses. Namun, hal itu diduga karena adanya permasalahan keluarga yang sangat rumit antara mertua dan menantu

"Untuk motif pastinya, masih dalam proses pendalaman. Namun, diduga permasalahan di dalam keluarga. Dan pelaku saat diinterogasi menjawab normal, tidak ada tanda-tanda mengalami gangguan jiwa," ujar Fauzan.

Ia memaparkan kronologi terjadinya dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh KR. Peristiwa berawal setelah anak angkat pelaku, NL, pergi mengantar cucunya sekolah. Sedangkan JD, korban, sedang tidur dengan menggunakan bantal doraemon.

"Melihat  JD sedang tidur, pelaku tanpa pikir panjang langsung mengambil penggiling di dapur yang terbuat dari batu dengan berat 13 kilo dan langsung menghantamkan tiga kali di bagian kepala belakang korban," ungkapnya.

Akibat hantaman tersebut, JD yang sedang tidur, mengalami luka terbuka di kepala bagian belakang dengan mengeluarkan banyak darah dan meninggal di tempat.

"Korban meninggal di tempat," ucapnya.

Usai melakukan perbuatan tersebut, pelaku membawa handphone yang berada rumah tersebut dan menjualnya seharga Rp50 ribu untuk ongkos bus ke tempat keluarganya di Tebas.

"Pelarian pelaku berhasil kita ketahui dan Tim Polres Mempawah langsung menangkap  tanpa perlawanan," ujar Fauzan.

Atas perbuatan menghilangkan nyawa, KR diancam dengan pasal 338 dan pasal 351. (ben/lha)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda