Mempawah post authorKiwi 20 Oktober 2022

Pola Asuh dan Sanitasi Buruk Jadi Penyebab Kasus Stunting Mempawah

Photo of Pola Asuh dan Sanitasi Buruk Jadi Penyebab Kasus Stunting Mempawah Rapat koordinasi audit kasus stunting pada pada Kamis (20/10).

MEMPAWAH, SP - Pola asuh yang tidak tepat dan buruknya sanitasi berkontribusi menjadi penyebab kasus stunting di Kabupaten Mempawah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah Jamiril usai mengunjungi warga beresiko stunting. Disela-sela rapat koordinasi audit kasus stunting pada pada Kamis (20/10).

Jamiril mengungkapkan kasus stunting di Kabupaten Mempawah rata-rata disebabkan oleh pola asuh yang tidak benar. Terutama dalam pemberian makanan dengan gizi yang benar kepada anak. Sehingga jika pola asuh tidak benar maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.

"Pengelolaan asupan gizi yang baik menjadi hal yang penting untuk diperhatikan keluarga. Terutama pemberian makanan yang bisa meningkatkan pertumbuhan anak," ungkap Jamiril.

Ia menyebutkan selain pola asuh, faktor sanitasi yang tidak baik dibeberapa wilayah juga menjadi penyebab kasus stunting di Kabupaten Mempawah. Misalnya pada Kecamatan Sadaniang yang merupakan daerah dengan jarak cukup jauh dari ibukota kabupaten.

"Sanitasi pada daerah tersebut masih kurang bagus, seperti masih menggunakan air sungai dan ternak yang masih berkeliaran," jelasnya.

Jamiril mengungkapkan pada daerah tersebut air limbah juga masih menggenangi halaman rumah warga. Sedangkan halaman rumah warga daerah tersebut menurutnya menjadi tempat bermain anak-anak. Sehingga hal ini berpengaruh terhadap stunting karena akan dapat menyebabkan cacingan.

"Jika anak mengalami cacingan maka sebanyak apapun gizi yang didapatkan akan habis dimakan oleh parasit yang ada didalam tubuh. Sehingga hal tersebut akan dapat memperlambat pertumbuhan pada anak.

Sementara itu Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (Adpin) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Kalbar Aulia Arfiansyah Arief menyebutkan kegiatan audit kasus stunting bertujuan untuk mengidentifikasi resiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran.

"Lalu mengetahui penyebab resiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran sebagai upaya pencegahan dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa," ucap Aulia Arfiansyah Arief.

Dirinya mengungkapkan kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menganalisis faktor resiko terjadinya stunting pada baduta atau balita stunting. Sebagai upaya pencegahan penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus yang serupa.

"Melalui kegiatan rapat koordinasi ini, diharapkan dapat diperoleh data kasus stunting yang akan dikaji, memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan tata laksana yang harus dilakukan," tutupnya.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda