Mempawah post authorKiwi 21 November 2020 216

Semua Kecamatan Mempawah Berpotensi Terdampak Bencana, BPBD: Sudah Berkoordinasi dengan Desa

Photo of Semua Kecamatan Mempawah Berpotensi Terdampak Bencana, BPBD: Sudah Berkoordinasi dengan Desa MENINJAU WARGA - Bupati Kabupaten Mempawah, Erlina, mengarungi banjir untuk  meninjau para korban yang terdampak bencana banjir, di kawasan Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh dan Desa Purun Besar, Kecamatan Segedong, beberapa waktu lalu.

MEMPAWAH, SP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah telah memetakan sembilan Kecamatan di Kabupaten Mempawah yang berpotensi terjadi bencana alam memasuki curah hujan yang tinggi, baik berupa banjir maupun tanah longsor.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mempawah, Didik Sudarmanto, menegaskan bahwa dari sembilan kecamatan di Kabupaten Mempawah, semuanya berpotensi terjadinya bencana.

"Untuk kecamatan yang rawan terjadi bencana tanah longsor terdiri dari Sadaniang, Anjongan, Sungai Kunyit maupun Sungai Pinyuh. Sedangkan kawasan rawan banjir terdapat di delapan kecamatan di Mempawah, kecuali Anjongan yang terbilang aman dari banjir," tuturnya, belum lama ini.

Didik menambahkan, dengan telah dipetakan kawasan-kawasan yang rawan terjadi bencana, pihaknya melalui Surat Bupati Mempawah telah mengoordinasikannya ke pihak-pihak desa dan kecamatan untuk selalu waspada.

"Karena bencana datang terjadi secara tiba-tiba," ucapnya.

Menurut Didik, untuk saat ini belum ada bencana yang terjadi di Kabupaten Mempawah, baik berupa banjir maupun tanah longsor . Namun beberapa pekan lalu, sempat terjadi angin kencang atau angin puting beliung.

"Untuk angin puting beliung  atau angin kencang ada beberapa waktu silam, yang merusak sebagian atap MTSN Mempawah Hilir dan satu teras rumah di perumahan di belakang MTS. Dan ada juga yang menumbangkan pohon dan tiang listrik di sekitar Kecamatan Jongkat silam," ungkapnya.

Untuk persiapan yang telah dilakukan oleh BPBD, di antaranya menyiapkan logistik, peralatan dan personel, serta melakukan rapat koordinasi di Polres yang dilanjutkan dengan apel siaga, beberapa waktu lalu.

Siapkan Peralatan Penanganan

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi jika bencana alam terjadi secara tiba-tiba di Mempawah.

"Kita, kemarin sudah rapat koordinasi yang difasilitasi Kapolres Mempawah, untuk mempersiapkan peralatan-peralatan penanganan bencana. Dan kita himbau juga  seluruh perusahaan-perusahaan yang memiliki armada untuk siaga," terang Pagi, yang juga Ketua Tim Penanggulangan Bencana Kabupaten Mempawah. 

Ia menilai, antisipasi dini akan terjadinya bencana dilakukan dalam waktu dekat, juga akan dilakukan rapat evaluasi terkait dampak bencana.

"Kami akan bahas apa-apa yang kita mesti dilakukan, termasuk apa kekurangannya, apa kendalanya selama ini. Kita akan lakukan persiapan-persiapan itu ke depan," bebernya

Pagi menambahkan, seperti penanganan terkait banjir, Pemkab memiliki program jangka menengah-panjang, dengan cara mengupayakan pembangunan kanal air yang terhubung langsung ke laut.

"Sekarang, sudah ada beberapa perusahaan yang melakukan normalisasi. Dan untuk di wilayah Desa Pasir juga, saya sudah langsung melakukan monitor lapangan dan alhamdulillah, mungkin dalam sebulan dua bulan ini ada sekitar tiga empat yang akan dinormalisasi sampai ke laut," tutupnya. (ben/lha)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda