Mempawah post authorKiwi 30 Juli 2020 83

Nikah Siri Berujung Maut

Photo of Nikah Siri Berujung Maut KONFERENSI PERS - Polres Mempawah menggelar konferensi pers tentang alasan pembunuhan perempuan di dalam sumur, di Mapolres Mempawah, Rabu (29/7).

MEMPAWAH, SP - Hanya butuh seminggu, Polres Mempawah berhasil ringkus M pelaku pembunuhan sadis, di kawasan sumur dekat pemakaman Tionghoa, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jungkat, Kabupaten Mempawah, Rabu (29/7).

Pengungkapan tersebut berkat kerja keras Tim polres Mempawah dibantu Wakil Bupati Kabupaten Mempawah, Muhammad Pagi, dan pihak lainnya.

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, mengungkapkan pengungkapan kasus tersebut, berawal dari adanya laporan dari masyarakat pada 22 Juli lalu, yang menemukan  jenazah perempuan berinisial N, di dalam sumur dekat pemakaman Tionghoa, Desa Wajok Hulu.

"Adanya laporan penemuan jenazah wanita, kita langsung mengambil langkah-langkah, untuk mengungkap adanya dugaan pembunuhan, berdasarkan hasil olah TKP dan otopsi di RS Bhayangkara Pontianak," terangnya, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolres Mempawah, Rabu (29/7).

Dengan adanya dugaan pembunuhan tersebut, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah untuk mencari identitas wanita tersebut. Karena kondisi jenazah sudah sulit untuk dikenali.

"Makanya, kita berupaya untuk mencari identitas korban, dengan bekerja sama dengan tim forensik RS Bhayangkara dan menggunakan media sosial untuk mendapatkan identitas jenazah yang sudah dalam keadaan rusak, hingga akhirnya mengetahui identitasnya dengan segala upaya," ungkap Tulus.

Setelah mengetahui identitas korban, pihaknya kembali melakukan kerja keras untuk menemukan pelakunya pembunuhan dengan segala upaya.

"Pengungkapan pelaku ini, tak luput dari kerja sama Wakil Bupati Mempawah dan lainnya," ucapnya.

Setelah pelaku berhasil diamankan di Polres Mempawah, ia dimintai keterangan. Berdasarkan hasil pengakuan tersangka peristiwa pembunuhan tersebut, berawal saat N yang merupakan keponakan pelaku serta istri siri tersangka, mendatangi pelaku di kawasan sekitar pemakaman Tionghoa untuk meminta uang sekitar Rp5 juta pada April 2020 lalu.

"Jadi, karena tidak mampu menyanggupi permintaan korban dan terjadilah cekcok. Hingga membuat pelaku langsung memukul kepala korban dengan kayu, dilanjutkan dengan batu, dan dipukul kembali dengan kayu," paparnya.

Melihat keadaan korban yang sudah tergeletak di tanah dan meninggal, pelaku menyeret sekitar 100 meter dan dimasukkan ke dalam lubang, dan ditimbun dengan kayu dan pasir, agar mayat tersebut tak ketahuan.

Atas perbuatan pelaku, pelaku diancam dengan pasal 338, 351,341 dengan ancaman hukuman 12 tahun, hukuman seumur hidup maupun hukuman mati. (ben/lha)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda