Nasional post authorAju 01 Agustus 2021

Dagut H Djunas Dimakamkan Minggu Pagi di Palangka Raya

Photo of Dagut H Djunas Dimakamkan Minggu Pagi di Palangka Raya Dr Drs Dagut H Djunas, SH, MT (nomor 2 dari kiri) bersama Sekretaris Jenderal DIO Dr Yulius Yohanes, M.SI (pertama dari kiri) dan Demud Anggen (paling kanan) di Makodam XII/Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, 15 Agustus 2019.

PALANGKA RAYA, SP – Ketua Dayak International Organization (DIO) dan Majelis Hakim Adat Dayak Nasional (MHADN) Provinsi Kalimantan Tengah, Dr Drs Dagut H Djunas, SH, MT, dimakamkan di Palangka Raya, pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Minggu, 1 Agustus 2021.

Hal itu dikemukakan Bayu Setiawan, salah satu anak almarhum. Dagut H Djunas, lahir tanggal 6 Februari 1964, dan tutup usia di Palangka Raya, pukul 20.15 WIB, Sabtu, 31 Juli 2021.

Dagut H Djunas, pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan terakhir sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Tengah.

Almarhum sempat melewati masa kritis sekitar pukul 17.00 WIB, tapi menjelang pukul 19.00 WIB, kondisi kesehatan kembali menurun, sehingga akhirnya dipanggil Tuhan, untuk selama-lamanya, pukul 20.15 WIB, Sabtu malam, 31 Juli 2021.

Dagut H Djunas, dikenal sebagai pribadi sederhana dan memiliki kepedulian sangat luar biasa terhadap hak-hak masyarakat adat, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kelompok Tani Dayak Misik Provinsi Kalimantan Tengah.

Kamis malam, 29 Juli 2021, masih berkomunikasi dengan pengurus DIO dari sejumlah provinsi, untuk persiapan rekaman video Selamat Hari Masyarakat Adat Sedunia, 9 Agustus 2021.

Ketika skrip sudah dikirim dan tinggal direkam, Dagut H Djunas, berjanji akan membuat rekaman untuk selanjutnya dikirim ke Sekretariat DIO di Kota Kinabalu, Negara Bagian Sarawak, Federasi Malaysia, untuk diproses editing lebih lanjut.

Dagut H Djunas, paling berjasa mengumpulkan seluruh komunitas Dayak se Pulau Borneo, dengan menjadi Ketua Panitia Ekspedisi dan Napak Tilas Damai Tumbang Anoi 1894 tahun 2019 di Cagar Budaya Rumah Betang Damang Batu di Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Damai Batu, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, 22 – 24 Juli 2019.

Salah satu bunyi Protokol Tumbang Anoi 2019, mengusulkan perubahan Pulau Kalimantan/Borneo menjadi Pulau Dayak, sebagai Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nomor 4 Tahun 1967, tentang: Pembakuan Nama Rupabumi.

Di dalam Protokol Tumbang Anoi 2019, menuntut pemberlakuan Otonomi Khusus Kebudayaan di Pulau Borneo, sebagai upaya mendukung pemindahan Ibu Kota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur, sebagaimana diumumkan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2019.

Hasil Protokol Tumbang Anoi 2019, diantar sendiri Dagut H Djunas, bersama Sekretaris Jenderal Dayak International Organizational (DIO) Dr Yulius Yohanes, M.Si ke Kantor Kepresidenan, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kantor Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, 28 – 30 Agustus 2021.

Protokol Tumbang Anoi 2019, sebagai momentum gerakan kembali kepada karakter dan jatidiri Dayak, sebagaimana digariskan di dalam Undang-Undang Nomor: 5 Tahun 2017, tentang: Pemajuan Kebudayaan, mendukung Program Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo, yaitu berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkarakter secara budaya. *

Selamat Jalan Dr Drs Dagut H Djunas, SH, MT. *

 

Wartawan: Aju

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda