Nasional post authorBob 03 Juli 2020 48

Positif Corona Terus Naik, Pemerintah Tak Tambah Anggaran Kesehatan

Photo of Positif Corona Terus Naik, Pemerintah Tak Tambah Anggaran Kesehatan

JAKARTA, SP - Terdapat penambahan 1.624 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif corona pada 2 Juli 2020. Angka ini rekor baru jumlah yang positif mengidap virus corona. Angka positif corona di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dan tak pernah melandai.

Pemerintah sendiri menyiapkan anggaran mencapai untuk bidang kesehatan sebesar Rp87,55 triliun, dari sebelumnya Rp75 triliun. Lantas apakah pemerintah akan kembali menaikan anggaran untuk kesehatan?Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kunta Wibawa mengatakan, anggaran kesehatan yang disiapkan pemerintah untuk menangani berbagai dampak dari corona mencapai Rp87,55 triliun tersebut sudah diperhitungkan secara matang. Sehingga tidak perlu ada tambahan kembali.

"Anggaran kesehatan memang kondisinya kan positif itu semakin tinggi karena tes semakin banyak tes. Tapi rasio sama. Tapi kalau nambah atau tidak, anggaran Rp87 triliun itu sudah diperkirakan itu," katanya dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (3/7).

Kunta menyebut, anggaran kesehatan yang disiapkan pemerintah untuk sektor kesehatan pun dirasa cukup hingga sampai akhir tahun. Kondisi itu terlepas dari naik atau turunnya kasus positif di tanah air.

"Waktu itu ada modelling sampai Desember positif corona berapa. Tapi udah ada modelling itu, sampai akhir tahun itu perkirakan ada sekian ratus ribu kena yang masuk RS berapa pasien berapa ini yang kita tampung Rp87,55 triliun," tandas dia.

Seperti diketahui, anggaran untuk bidang kesehatan adalah sebesar Rp87,55 triliun, dari sebelumnya Rp75 triliun. Anggaran digunakan untuk belanja penanganan covid-19 sebesar Rp66,8 triliun, dan insentif tenaga medis Rp5,9 triliun.Selain itu santunan kematian Rp300 miliar, bantuan iuran JKN Rp3 triliun, gugus tugas  covid-19 Rp3,5 triliun, dan insentif perpajakan di bidang kesehatan sebesar Rp9,05 triliun.

Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menyatakan, pihaknya telah memanggil Menteri Kesehatan (Menkes) untuk memberikan klarifikasi terkait simpang siurnya informasi rendahnya penyerapan anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Namun, Saleh menyebut apa yang disampaikan di publik tersebut berbeda dengan apa yang dipaparkan di Komisi IX DPR.

"Benar bahwa penyerapan anggaran di Kemenkes belum maksimal. Tetapi bukan sebesar 1,53 persen. Penyerapannya, jauh di atas angka tersebut. Komisi IX juga mempersoalkan penyerapan anggaran kemenkes. Tetapi data yang dipaparkan kepada kami, jauh berbeda dari apa yang disebutkan Presiden,” terangnya di Jakarta, pada Selasa, 30 Juni 2020.

Wakil Ketua Fraksi PAN itu menyatakan, dari data yang ada, anggaran Kementerian Kesehatan awalnya adalah sebesar Rp57,3 triliun. Setelah penyesuaian dan tambahan anggaran untuk peserta BPJS JKN, anggarannya menjadi Rp76,5 triliun."Dalam paparan yang disampaikan kepada kami, serapan anggaran Kemenkes per 18 Juni 2020 sudah mencapai 47,49 persen," tutupnya. (lip/lha)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda