Nasional post authorKiwi 05 Mei 2020 92

Kemenristek Kembangkan Pil Kina

Photo of Kemenristek Kembangkan Pil Kina

MENTERI Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah tengah melakukan pengembangan dan uji klinis terhadap pelbagai jenis obat-obatan sebagai alternatif pengobatan bagi pasien covid-19.

Bambang menjelaskan obat yang sedang dikembangkan diantaranya pil kina sebagai obat alternatif untuk meringankan kondisi tubuh pasien positif corona.

"Beberapa obat yang direkomendasi dari luar negeri, seperti Avigan, Chloroquin, Tamiflu. Lalu kita mengembangkan Pil Kina. Pil Kina kita uji sebagai salah satu alternatif obat yg meringankan beban penderita corona," kata Bambang saat menggelar konferensi pers di kanal media sosial Youtube milik BNPB, Minggu (3/5).

Tak hanya itu, Bambang juga menyatakan pihaknya tengah mengembangkan suplemen dari pelbagai bahan-bahan alami untuk pencegahan virus corona.

Bahan-bahan itu diantaranya jahe, jambu biji hingga minyak kelapa murni virgin coconut oil. Bahan-bahan alami itu sedang dilakukan uji klinis dijadikan suplemen untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap virus corona.

"Dari bahan-bahan itu kita bisa mendayagunakan untuk covid, untuk meningkatkan daya tahan, kemudian menghasilkan suplemen baru yang menimbulkan daya tahan tubuh," kata dia.

Selain itu, Bambang menyatakan pihaknya sedang melakukan riset terkait penggunaan metode terapi convalescent plasma bagi para pasien postif corona.

Terapi convalescent plasma sendiri merupakan metode pengambilan plasma darah dari pasien positif corona yang sudah sembuh untuk didonorkan ke pasien positif corona.

"Di luar obat, saat ini sedang dan sudah dilakukan riset terkait plasma dari pasien yang sudah sembuh itu dicoba dan diberikan sebagai terapi bagi pasien Covid-19 dalam kondisi berat," kata dia.

Bambang menjelaskan terapi convalescent plasma tersebut telah dipraktikkan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Hasilnya, kata dia, sudah sangat baik bagi pasien penderita virus corona.

"Karena itu Kemenristek bekerjasama dengan Kemenkes melalukan riset yamg besar melibatkan Rumah Sakit di seluruh Indonesia mengembangkan convalescent plasma ini. Di Malang, di Jogja, Solo dan tempat-tempat lain," kata dia.

Jerman juga sudah mulai melakukan uji coba pada manusia atau uji klinis vaksin virus corona. Bekerja sama dengan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer, diperkirakan vaksin ini bisa memenuhi kebutuhan jutaan orang pada akhir tahun nanti.

Uji vaksin melibatkan sekitar 200 sukarelawan sehat berusia 15-55 tahun. Mereka diberikan dosis mulai dari 1-100 mikrogram untuk menemukan dosis optimal untuk dipelajari lebih lanjut.

BioNTech, perusahaan farmasi Jerman, melaporkan kelompok pertama peserta sudah diberikan dosis vaksin potensial, BNT162, dalam studi klinis Fase 1/2.

Setelah Jerman, pekan depan AS bakal mulai menguji vaksin eksperimental ini. Kedua perusahaan kini menanti persetujuan pengaturan dari AS. Vaksin kemungkinan siap untuk kebutuhan darurat pada musim gugur mendatang.

Sebelumnya, uji coba vaksin di Jerman sudah melalui persetujuan German Federal Institute for Vaccines and Biomedical Drugs pada 22 April 2020. Pfizer melaporkan dua perusahaan, Jerman dan AS, akan bersama-sama melakukan uji klinis untuk kandidat vaksin. (cnn/lip)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda