Nasional post authorKiwi 07 Mei 2020 90

In memoriam The GodFather of Broken Heart Idola Kaum Milenial

Photo of In memoriam The GodFather of Broken Heart Idola Kaum Milenial

Kabar duka datang dari ranah hiburan musik Tanah Air. Penyanyi campur sari Didi Prasetyo atau yang lebih dikenal Didi Kempot, meninggal dunia pada usia 53 tahun.

Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart, dikabarkan mengembuskan nafas terakhirnya pada Selasa (5/5) pada pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Kasih Ibu. Sebelum meninggal, Didi Kempot sudah 32 tahun melanglang buana sebagai musisi campursari.

Sebelum Meninggal Dunia, Didi Kempot Sempat Gelar Konser Amal dari Rumah untuk Warga Terdampak Covid-19 dan Raup Rp 5,3 dalam Waktu Singkat. Dalam tayangan KOMPAS TV, kakak kandung Didi Kempot, Lilik menyatakan akhir-akhir ini adiknya kelelahan karena banyak kegiatan.

"Kalau saya prediksi ya begitu mbak, kecapekan," ungkap Lilik. Lilik menyebut selama ini Didi Kempot tidak pernah mengeluhkan sakit. "Dia enggak bilang kalau ngomong sakit betul, enggak ngomong," kata Lilik.

Kepergian Didi Kempot sangat mengejutkan dan menjadi duka mendalam bagi para penggemarnya. Berbagai kisah soal Lord Didi kini menjadi kenangan.

Didi Kempot memulai karier musiknya dari menjadi musisi jalanan, hingga kini menjadi legenda dengan ratusan karyanya. Mengapa Didi memilih nama panggung Didi Kempot?

Penyanyi campursari bernama lengkap Dionisius Prasetyo itu pernah berbagi cerita soal kenapa ia memilih nama "Didi Kempot", yang membawanya menjadi legenda di dunia musik Tanah Air.

Didi Kempot mengungkapkan, nama belakangnya 'Kempot' merupakan sebuah singkatan. Hal tersebut dikisahkan Didi saat menjadi bintang tamu dalam acara Ngobam (Ngobrol Bareng Musisi) bersama YouTuber Gofar Hilman di Wedangan Gulo Klopo, Kartosuro, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Didi menyebut bahwa 'Kempot' merupakan singkatan dari 'Kelompok Pengamen Trotoar'. Sebelum tutup usia, ia pernah ungkap rahasia bertahan jadi penyanyi campur sari selama 32 tahun, hingga dijuluki The Godfather of Broken Heart.

"Ngamen di jalanan sebelum saya kenal rekaman, saya ngamen di Keprabon dulu pertama kali. Di Solo ada tempat nasi liwet Keprabon, habis itu kami hijrah ke Jakarta coba-coba nasib kumpul di Bundaran Slipi dulu. Di situlah kami buat komunitas, timbullah Kelompok Penyanyi Trotoar," ungkap Didi Kempot.

Semasa hidupnya, Didi Kempot bisa dibilang sebagai salah satu musisi paling produktif di Indonesia. Pasalnya, sudah 700 sampai 800 lagu Didi Kempot ciptakan.

"Saya sudah menciptakan sekitar 700 sampai 800 lagu," kata Didi Kempot. Bahkan, Didi Kempot "dinobatkan" oleh penggemarnya sebagai Bapak Patah Hati Nasional atau lebih dikenal dengan sebutan Godfather of Broken Heart.

Julukan ini muncul karena hampir sebagian lagu yang diciptakan olehnya bertemakan patah hati, kesedihan, penantian, dan kehilangan. Sebut saja lagu lawas Stasiun Balapan yang menceritakan sepasang kekasih yang berpisah di Stasiun Balapan Kota Solo, atau lagu Cidro yang menceritakan seseorang yang patah hati karena beda kasta.

Serta sederet lagu lainnya yakni,Sewu Kuto, Suket Teki, Pamer Bojo, Banyu Langit, Pantai Klayar, Layang Kangen, serta ratusan lagu lainnya yang sebagian besar menggunakan bahasa Jawa.

Hal ini membuat karya-karyanya tidak hanya enak didengarkan, tetapi juga terasa dekat di hati banyak orang yang mengalami kisah serupa. Lagu berjudul "Pamer Bojo" yang telah dirilis di tahun 2016 kembali melejit di dunia musik Tanah Air pada tahun 2019.

Didi pun kian tenar di kalangan anak-anak muda. Anak muda yang sebelumnya malu-malu untuk mendengarkan campursari kini tanpa ragu lagi menjuluki diri mereka sebagai Sobat Ambyar. (wiken.com)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda