Nasional post authorBob 12 September 2021

WHO Soroti Perbaikan Covid-19 Indonesia, Puan Apresiasi Kinerja Pemerintah

Photo of WHO Soroti Perbaikan Covid-19 Indonesia, Puan Apresiasi Kinerja Pemerintah WHO Soroti Perbaikan Covid-19 Indonesia, Puan Apresiasi Kinerja Pemerintah

JAKARTA, SP - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti sejumlah perbaikan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Ketua DPR RI Puan Maharani menilai keberhasilan penurunan kasus Corona di Indonesia berkat kontribusi semua pihak, termasuk upaya nyata penanganan Covid-19 oleh pemerintah.

Hal-hal yang disoroti WHO adalah angka positivity rate Corona di Indonesia yang kini berada di angka 6,6 persen. Padahal pada Juni hingga Agustus 2021 angkanya masih tinggi. Alhasil, kini angka positivity rate Corona di Indonesia nyaris menyentuh batas aman 5 persen.

“Keberhasilan penurunan kasus Corona di Indonesia buah dari gotong royong seluruh elemen bangsa, termasuk dari masyarakat yang mau bekerja sama terhadap setiap kebijakan pemerintah mengenai penanganan Covid-19,” kata Puan, Jumat (10/9).

Angka positivity rate 6,6 persen menunjukkan penularan Corona di Indonesia sudah jauh lebih baik daripada puncaknya di pertengahan Juni sampai Agustus lalu, di mana angka positivity rate menyentuh hingga 30 persen. Menurut Puan, penurunan kasus Covid-19 tidak terlepas dari penanganan yang baik oleh pemerintah.

“Tentunya keberhasilan ini juga atas kerja keras jajaran pemerintah dan patut kita apresiasi. Penanganan Corona yang optimal di setiap daerah ikut berpartisipasi mendukung penurunan kasus Covid-19 secara nasional. Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah juga dianggap mempercepat pengendalian pandemi Corona,” tutur Puan.

Dikatakan, pemerintah mengambil peranan yang besar dalam upaya menekan laju kasus Corona. Selain itu, koordinasi yang terjalin apik antara daerah dengan pusat menjadi kunci sehingga kebijakan di tingkat nasional dijalankan secara optimal di daerah.

Menurut mantan Menko PMK itu, penanganan Covid-19 yang baik di Indonesia juga berkat andil instansi dan lembaga terkait seperti TNI/Polri, Kejaksaan, perguruan tinggi dan akademisi, LSM, hingga DPR atau DPRD dalam hal pengawasan kebijakan dan anggaran. Puan mengatakan, keberhasilan didapat atas kerja besar bersama.

“Kebijakan PPKM yang menuntut kolaborasi seluruh pihak punya andil besar dalam penurunan kasus Covid-19. Apalagi berdasarkan data WHO, seluruh provinsi di Indonesia sudah mencapai minimal target testing 1 per 1.000 populasi sepekan, ini pencapaian yang baik,” jelas Puan.

Hanya saja kata Puan, masih punya PR  untuk memperbaiki kasus kematian Covid-19 yang masih tinggi di 5 daerah di tanah air.

Bahkan, penurunan kasus Corona di Indonesia sempat membuat Malaysia dan Singapura heran, karena lebih cepat dibandingkan tren kasus dibanding negaranya. Untuk itu, Puan ikut menyampaikan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 Indonesia saat  menghadiri konferensi Ketua Parlemen Dunia di Wina, Austria tersebut.

“Dalam berbagai forum di Fifth World Conference of Speakers of Parliament (5WCSP), saya menjelaskan keberhasilan Indonesia menekan lonjakan kasus Corona didukung oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Puan.

Kepada para Ketua Parlemen Dunia, Puan menjelaskan masyarakat Indonesia tertib menjalankan pembatasan pergerakan. Sementara pemerintah melakukan testing, tracing, dan treatment, serta vaksinasi massal secara efektif.

“Vaksinasi bukan cara satu-satunya dalam penanganan pandemi Covid-19. Semua harus dilakukan secara bersamaan, termasuk tracing, treatment dan pembatasan mobilitas saat terjadi lonjakan kasus,” pungkasnya. (nif)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda