Nasional post authorBob 13 Januari 2021 75

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Calon Tunggal Kapolri Terkenal sebagai Reformis Polri

Photo of Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Calon Tunggal Kapolri Terkenal sebagai Reformis Polri CALON KAPOLRI - Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, sebagai calon Kapolri ke DPR. Komjen Pol Listyo pun siap diuji kepatutan dan kelayakan di DPR. Ist

JAKARTA, SP - Presiden Jokowi telah mengajukan nama Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, sebagai calon Kapolri ke DPR. Komjen Pol Listyo pun siap diuji kepatutan dan kelayakan di DPR.

Pengajuan Komjen Pol Listyo sebagai calon tunggal Kapolri disampaikan lewat Surat Presiden (Surpres) yang diantar langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). Surpres kemudian diterima oleh Sekretaris Jenderal DPR RI.

Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sendiri, saat ini menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Ia lahir di Kota Ambon, Maluku, 5 Mei 1969. Lulusan Akademi Kepolisian 1991 ini, menjadi Kapolresta Solo pada 2011. Dalam masa kepemimpinannya, Sigit pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah.

Setahun kemudian, Komjen Pol Listyo ditarik ke Bareskrim menjadi Kasubdit II Dittipidum. Pada 2013, diangkat menjadi Dirkrimum Polda Sulawesi Tenggara.

Saat Jokowi terpilih sebagai presiden, Komjen Pol Listyo kemudian dipercaya menjadi ajudan. Komjen Listyo Sigit Prabowo mulai bertugas menjadi ajudan Jokowi pada Senin, 27 Oktober 2014.

Dua tahun berselang, Komjen Pol Listyo kembali mendapat promosi. Dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol), Listyo Sigit Prabowo dipercaya menduduki posisi Kapolda Banten. Sebagai Kapolda Banten, Listyo Sigit Prabowo sempat mengamankan Pilgub Banten 2017 dan Pilkada Serentak 2018. Listyo Sigit Prabowo bertugas sekitar 2 tahunan sebagai Kapolda Banten.

Pada 2018, Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kadiv Propam Polri. Dia menggantikan Irjen Martuani Sormin, yang ditugaskan sebagai Kapolda Papua. Dengan jabatan itu, Listyo Sigit Prabowo pun mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Irjen.

Selanjutnya, Listyo Sigit Prabowo dipromosikan menjadi Kabareskrim. Posisi Kabareskrim sebelumnya dijabat Idham Azis, yang diangkat Jokowi menjadi Kapolri. Sejumlah kasus menonjol ditangani Bareskrim dalam masa kepemimpinan Sigit. Salah satunya penangkapan terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Proses penangkapan ini sudah berlangsung sejak 20 Juli 2020. Sigit memimpin langsung penangkapan itu. Selain itu, Sigit menangani kasus Kebakaran Kejagung yang menyita perhatian masyarakat. Sejumlah orang telah ditetapkan tersangka dan kini kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan.

Kasus lain yang ditangani Sigit adalah pelanggaran protokol kesehatan di sejumlah wilayah. Dua di antara kasus ini melibatkan Habib Rizieq. Di masa kepemimpinan Sigit juga, 2 pelaku kasus penyiraman air keras Novel Baswedan tertangkap. Dua pelaku telah divonis hukuman penjara.

Untuk harta kekayaan, berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id, Sigit terkahir kali melaporkan hartanya ke KPK pada 11 Desember 2020. Total harta yang dimiliki Sigit senilai Rp8,314 miliar.

Polisi yang kini menjabat Kabareskrim itu tercatat memiliki 3 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa daerah. Total nilai tanah dan bangunan milik Sigit Rp6,15 miliar. Sigit tercatat hanya memiliki 1 mobil. Nilainya Rp320 juta. Mantan ajudan Presiden Jokowi itu juga memiliki harta bergerak senilai Rp975 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp869 juta.

Usai diajukan sebagai calon tunggal Kapolri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo akan memasuki tahap uji dalam proses penunjukan sebagai calon Kapolri tunggal. Ketua Komisi III DPR Herman Hery mengungkapkan Komjen Listyo Sigit akan menjalani pembuatan makalah, kemudian fit and proper test.

"Kami akan menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Kompolnas dan PPATK. RDPU itu meminta masukan terkait pencalonan Komjen Pol Listyo Sigit," kata Herman Hery.

Pada Senin pekan depan, Komjen Listyo Sigit akan menjalani pembuatan makalah di Komisi III DPR. Hari berikutnya, tepatnya Selasa, Komjen Sigit akan menjalani fit and proper test atau uji kelayakan.

"Kemudian jadwal berikutnya hari Senin calon akan diundang ke sini untuk membuat makalah. 1-2 Jam pembuatan makalah itu, lalu hari Selasa akan dilakukan fit and proper test," ujar politikus PDIP ini.

"Fit and proper test itu akan dimulai jam 10 pagi dengan pola fit and proper test, 2x2,5 jam. Jadi jam 10.00 WIB dimulai sampai 12.30 WIB, lalu kita break, dan jam 2 (siang) dimulai lagi sampai jam setengah 5 (sore)," sambungnya.

Selanjutnya, Herman mendorong agar pada Selasa usai fit and proper test, Komisi III dapat langsung memutuskan apakah Komjen Listyo Sigit diterima atau ditolak menjadi Kapolri.

"Kami harapkan di hari Selasa itu, sore harinya sudah bisa Komisi III rapat untuk membuat keputusan menolak atau menerima calon yang diajukan oleh Presiden, itu kira-kira," imbuhnya

Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik terpilihnya Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal kapolri. Listyo dinilai sebagai sosok yang tepat untuk menjadi Kapolri.

"Pilihan Presiden ke Bang Sigit merupakan pilihan tepat, karena selama ini memang beliau dikenal sebagai polisi reformis dan profesional. Salah satu buktinya adalah ketika menjabat sebagai Kabareskrim beliau sukses dalam menangani kasus-kasus korupsi besar," ujar Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap.

Yudi yakin di bawah kepemimpinan Listyo nantinya kepolisian semakin maju. Dia berharap kerja sama polisi dengan KPK akan berjalan baik. "Kami berharap kerja sama Kepolisian dan KPK semakin baik dalam upaya bersama mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi," ujarnya. (cnn/rep)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda