Nasional post authorBob 13 September 2021

Lima Persiapan Satgas Covid-19 Menuju Epidemi, Presiden Perintahkan Kepala Sekolah Kejar Kepala Daerah

Photo of Lima Persiapan Satgas Covid-19 Menuju Epidemi, Presiden Perintahkan Kepala Sekolah Kejar Kepala Daerah VAKSINASI PELAJAR - Presiden Jokowi saat meninjau kegiatan vaksinasi bagi pelajar SMA sederajat se-Kabupaten Sukoharjo yang digelar di SMA Negeri 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo pada Senin (13/9).                 ANTARA/HO-Rusman - Biro Pers Sekretariat

JAKARTA, SP - Presiden Joko Widodo meminta agar para kepala sekolah dapat mengejar kepala daerah masing-masing, untuk segera menuntaskan vaksinasi bagi para pelajar.

"Kemudian seluruh kepala sekolah, kejar bapak ibu bupati, wali kota agar vaksinasi pelajar-pelajar kita segera diselesaikan, dirampungkan," kata Presiden Jokowi di SMA Negeri 1 Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (13/9).

Presiden Jokowi juga menyapa para peserta vaksinasi pelajar dari sejumlah lokasi lain seperti di SMA Negeri 2 Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat dan SMA Negeri 9 Gowa, Sulawesi Selatan melalui konferensi video.

"Bisa dibantu dari Pak Kepala BIN, dibantu dari Kabinda, TNI, Polri semua yang paling penting kecepatan (vaksinasi) harus segera diselesaikan agar para pelajar, agar kita semua dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas," tutur Presiden.

Presiden Jokowi juga berharap agar para kepala sekolah dapat memperhitungkan kondisi penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di masing-masing daerah.

"Kepada semua bapak ibu kepala sekolah, kalau sudah divaksin segerakan untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, segerakan, yang paling penting sudah berada di level 3 atau 2 kalau masih di level 4 memang agak direm dulu jangan di pembelajaran tatap muka," ujar Presiden.

Presiden pun tidak lupa memberikan semangat dan menyampaikan pesan kepada para pelajar untuk tetap belajar dengan giat, meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19.

"Semua anak-anakku selamat belajar, semuanya giat belajar," ucap Presiden.
Presiden Jokowi dalam acara tersebut menyatakan ada 58 ribu pelajar yang akan divaksin secara serentak di berbagai lokasi.
Terpisah, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito menyampaikan lima hal yang perlu disiapkan agar dapat melakukan transisi dari pandemi Covid-19 menuju epidemi.

Ganip yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap seluruh pesan penting ini dapat dijalankan dan dilakukan secara disiplin guna menjadikan momentum positif ini sebagai masa transisi dari pandemi menuju epidemi.

"Ini harapan saya selaku Kasatgas, untuk bisa pada posisi yang sedang menurun ini untuk bisa dijadikan masa transisi dari pandemi menuju epidemi," ujar Ganip dalam keterangannya, Minggu (12/9).

Ada lima poin penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, mengenai Protokol Kesehatan (Prokes) 3M, masyarakat harus lebih di edukasi, sosialisasi dan mitigasi terhadap perubahan perilaku.

Pembentukan posko PPKM berbasis mikro juga perlu dibuat. Selain itu, pembentukan Satgas prokes di fasilitas umum juga dinilai perlu, hal ini bertujuan sebagai basis pengendalian di seluruh lapisan masyarakat.

Kedua, upaya percepatan vaksinasi juga terus dilakukan oleh pemerintah pusat dibantu oleh seluruh unsur Pentahelix demi tercapainya kekebalan kelompok atau herd imunity.

Ketiga adalah testing, diharapkan nantinya setiap daerah mampu menyediakan minimal satu atau dua laboratorium PCR di tiap kabupaten/kota. Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan pengecekan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Keempat yakni tracing. Tenaga swabber dan tracer diupayakan untuk diperbanyak, sehingga mampu mencapai target yang telah ditentukan yakni 1:15. Artinya apabila ada 1 orang yang terkonfirmasi positif, maka dapat dilakukan pengecekan terhadap 15 orang yang memiliki riwayat kontak erat.

Terakhir yakni treatment. Tiap daerah dihimbau untuk dapat menyediakan tempat isolasi terpusat yang memadai. Penguatan terhadap puskesmas juga diperlukan dengan menyediakan tenaga kesehatan dan obat-obatan yang mencukupi. Selain itu, diharapkan setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dengan kualifikasi instalasi oksigen generator bagi para pasien yang tergolong bergejala berat.

Namun demikian, Ganip juga menyampaikan pencapaian ini dapat disikapi secara bijak, mengingat pandemi ini belum diketahui kapan akan selesai. Perlu beberapa poin yang harus disiapkan dalam menghadapi transisi pandemi menuju epidemi.

Vaksinasi Massal di 10 Provinsi

Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggelar vaksinasi massal bagi pelajar dan masyarakat untuk mendukung percepatan pencapaian target kekebalan komunal pada akhir tahun. Vaksinasi bagi pelajar dan masyarakat digelar di 10 provinsi di Indonesia.
Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan mengatakan, melalui program vaksinasi ini, diharapkan target kekebalan komunal pada akhir tahun, dengan melakukan vaksinasi bagi 70 persen masyarakat dapat tercapai.

"Program vaksinasi Covid-19 ini merupakan akselarasi atas capaian program vaksinasi 3 juta dosis per hari dari Pemerintah," ucapnya.

Budi Gunawan menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan program vaksinasi Covid-19, sebagai bentuk upaya pencegahan dari virus Corona yang tidak mungkin hilang secara total.

Budi Gunawan mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melindungi diri dengan vaksinasi tetapi juga tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Adapun pada kesempatan ini, BIN menyediakan total sebanyak 58.000 dosis vaksin disertai pembagian bantuan sosial dan vitamin kepada 10 provinsi.
Provinsi-provinsi tersebut adalah, Jateng (Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo), Banten (Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon), Jabar (Kota Tasikmalaya), DIY (Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman), Jatim (Kabupaten Gresik), Sumut (Kabupaten Deli Serdang), Sumbar (Kabupaten Dharmasraya), Riau (Kabupaten Siak, Kota Dumai, dan Kabupaten Kampar), Kaltim (Kota Balikpapan, Kota Bontang), dan Sulsel (Kabupaten Gowa).(ant)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda