Nasional post authorBob 14 September 2021

Jamin Eksistensi Pesantren dengan Dana Abadi, Presiden Jokowi Teken Perpres 82/2021

Photo of Jamin Eksistensi Pesantren dengan Dana Abadi, Presiden Jokowi Teken Perpres 82/2021 DENGARKAN - Civitas akademika Universitas Andalas (Unand) mendengarkan sambutan Presiden Jokowi pada Dies Natalis Unand ke-65 secara daring di Padang, Senin (13/9). Presiden menyinggung mengenai Perpres 82/2021 yang mengatur mengenai dana abadi pesantren.

Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 (Perpres 82/2021) tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertanggal 2 September 2021. Salah satunya mengatur mengenai dana abadi pesantren.

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, dana abadi pesantren merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, tepatnya pada Pasal 49 ayat 1 dan 2.

“Terima kasih Pak Jokowi, saya bersyukur permintaan PKB terkait dana abadi pesantren dijawab Presiden dengan menerbitkan Perpres ini. Ini adalah bentuk kepatuhan pemerintah terhadap konstitusi," kata Muhaimin Iskandar, Selasa (14/9).

Dia menjelaskan UU Pesantren mewajibkan pemerintah untuk menyediakan anggaran pesantren, dan pembentukan dana abadi pesantren yang bersumber dari dana pendidikan.

Karena itu, Muhaimin menilai Perpres Nomor 82 Tahun 2021 yang diteken Presiden Jokowi sudah tepat dan sesuai dengan amanat konstitusi, serta diharapkan pesantren semakin eksis dan maju.

"Dana abadi pesantren merupakan kehadiran negara untuk menjaga keberlangsungan pesantren. Kontribusi pesantren sangat besar untuk negara ini, jadi negara tidak boleh hadir setengah-setengah," ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI itu menilai pesantren harus terus mendapat dorongan serius dari pemerintah, karena terus berusaha menjadi "prototipe" pencegahan Covid-19 yang realistis dengan protokol kesehatan yang rapi, tanpa mengesampingkan tradisi kepesantrenan.

Wacana dana abadi pesantren mengemuka saat pembahasan antara pemerintah dan DPR RI mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren pada 2019. Dalam pembahasan RUU Pesantren tersebut sempat muncul perdebatan mengenai sumber dana abadi pesantren.

Namun akhirnya, pemerintah dan DPR RI sepakat dana abadi pesantren dialokasikan dari dana abadi pendidikan karena pesantren merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).Pada September 2019, DPR RI secara resmi mengesahkan RUU tentang Pesantren menjadi UU.

Mengutip Perpres 82/2021 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, menyebutkan mengenai pengaturan dana abadi pesantren.

"Pemerintah menyediakan dan mengelola dana abadi pesantren yang bersumber dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Pasal 23 ayat (1) Perpres 82/ 2021, sesuai salinan dari laman resmi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kementerian Sekretariat Negara, Selasa.

Pada Pasal 4 Perpres tersebut, dana abadi pesantren ditetapkan sebagai salah satu pendanaan penyelenggaraan pesantren. Sedangkan di Bab III yang khusus menjelaskan dana abadi pesantren dijelaskan, bahwa dana abadi pesantren digulirkan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan di pesantren bagi generasi berikutnya sebagai pertanggungjawaban antargenerasi.

Pada Pasal 23 Ayat (3) Bab III Perpres tersebut diatur pengalokasian dana abadi pesantren yang merujuk pada hasil pengembangan dana abadi pendidikan.

"Pemanfaatan dana abadi pesantren sebagaimana dimaksud pada ayat (3) digunakan untuk penyelenggaraan fungsi pendidikan pesantren," bunyi pasal 23 ayat (4) Perpres 82/2021.

Pemerintah melalui Perpres tersebut mendefinisikan dana abadi pesantren sebagai dana yang dialokasikan khusus untuk pesantren dan bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan pengembangan pendidikan pesantren yang bersumber, dan merupakan bagian dari dana abadi pendidikan.(ant)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda