Nasional post authorelgiants 15 Agustus 2020 17,064

Motif Penembakan Pengusaha asal Ketapang, Kalbar, Polisi : Aneng Ditembak, Diduga Persaingan Bisnis

Photo of Motif Penembakan Pengusaha asal Ketapang, Kalbar, Polisi : Aneng Ditembak, Diduga Persaingan Bisnis

JAKARTA, SP - Polres Metro Jakarta Utara mendalami berbagai dugaan motif penembakan terhadap Sugianto (51), pengusaha di bidang pelayaran, yang terjadi pada Kamis (13/8) lalu.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, polisi sedang mendalami berbagai dugaan motif yang bisa menjadi pemicu penembakan tersebut.

“Semua kemungkinan terkait dengan motif yang mungkin terjadi pada peristiwa tersebut sedang didalami dan kami evaluasi, salah satunya soal persaingan bisnis,” kata Budhi, di Mapolres Metro Jakarta Utara, Sabtu (15/8)

Salah satu motif yang didalami yakni persaingan bisnis. Pasalnya, korban merupakan pengusaha yang bergerak di bidang pelayaran dan memiliki banyak relasi maupun kolega untuk bisnisnya itu.

”Bahkan mungkin punya orang-orang yang tidak suka dengan yang bersangkutan. Sehingga ini juga kami dalami,” ungkap Budhi.

Budhi mengatakan, informasi akan dikorek baik dari pihak kerabat, rekan kerja, hingga keluarga. Termasuk kemungkinan apakah ada teror sebelumnya didapat oleh yang bersangkutan.

"Termasuk juga keseharian korban sedang kami dalami kami analisa. Sehingga mudah-mudahan nanti bisa mengerucut seperti apa kemungkinan motif yang terjadi pada peristiwa tersebut," ungkapnya

Dari keterangan pihak keluarga, polisi mengetahui bahwa korban akhir-akhir ini hanya berbicara soal renovasi rumah.

Budhi menambahkan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang ciri-cirinya sudah diketahui. Sehingga motif penembakan itu dapat segera terungkap.

“Mudah-mudahan kalau nanti pelakunya segera tertangkap, kita bisa dapat mengorek dari pelaku kira-kira apa motif yang sebenarnya dari peristiwa tersebut,” tuturnya.

Adapun sketsa wajah pelaku pertama berjenis kelamin laki-laki dan berperan sebagai eksekutor berusia sekitar 35 tahun, berkulit sawo matang, dan berperawakan agak kurus dan tinggi sekitar 160 cm.

“Pada saat kejadian yang bersangkutan juga menggunakan topi dan menggunakan masker,” ucap Budhi.

Selanjutnya adalah pelaku kedua yang berperan membantu sang eksekutor. Pelaku yang juga berjenis kelamin laki-laki tersebut menunggu temannya dengan menggunakan sepeda motor warna hitam.

“Ini seorang laki-laki juga usia kurang lebih 45 tahun. Kulitnya hitam, perawakan agak gemuk, tinggi kurang lebih 170 cm dan rambut ikal,” sambung Budhi.

Sebelumnya jenazah Sugianto (51) ditemukan di depan sebuah unit ruko No. RG 10/16, Royal Gading Square, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/8) pukul 12.00 WIB.

Korban tewas di lokasi kejadian setelah menderita empat luka tembakan yang mengenai bagian punggung dan kepala.

Periksa Saksi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan hal itu berdasarkan hasil visum terhadap mayat korban. 

"Pagi tadi Dirkrimum Polda Metro Jaya bersama-sama Reskrim Polres Metro Jakarta Utara melakukan olah TKP lagi ditemukan satu selongsong lagi dan juga di-crosscheck dengan hasil visum awal di rumah sakit ternyata memang ada lima tembakan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.

Yusri menyebutkan beberapa luka tembak tersebut ditemukan pada bagian dada dan perut korban. Selain itu juga ditemukan luka tembak pada bagian muka dan kepala.

"Tiga mengenai dada dan perut, satu sempat tembus, yang dua ini mengenai kepalanya, muka dan kepalanya," ungkap Yusri.

Sejauh ini sebanyak tujuh kamera CCTV telah diamankan oleh penyidik dari sekitar lokasi penembakan. Selain itu delapan saksi juga telah diperiksa untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

"Sekarang ini tim masih terus mendalami, kemungkinan akan memeriksa beberapa saksi-saksi lain yang ada, juga akan mengecek kembali apakah kemungkinan ada CCTV lagi yang lain," pungkas Yusri.

Yusri Yunus sebelumnya membeberkan kronologi terkait aksi pelaku misterius yang memberondong tembakan terhadap korban.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat korban hendak pulang makan siang. Jarak lokasi korban ditembak mati oleh pelaku misterius itu hanya 50 meter dari rumahnya.

"Kronologisnya pada saat dia mau pulang makan siang, kebetulan korban ini kantornya sama rumahnya enggak terlalu jauh ya, dia biasanya siang pulang untuk makan siang dan jalan kaki. Sekitar 50 meter dari kantornya," kata kepada wartawan.

Yusri mengatakan, kala itu tiba-tiba secara sporadis pelaku mengacungkan senjata dan menembak korban beberapa kali.

"Buktinya darimana ditembak 4 kali? yakni dari 4 selongsong yang ditemukan," ungkapnya.

Yusri menambahkan, seusai menembak mati, pelaku langsung melarikan diri. Berdasarkan dari keterangan saksi di TKP,  pelaku yang melakukan aksi penembakan berjumlah dua orang. 

"Pelaku penembakan satu orang tapi ada satu orang yang menunggu di motor, kemudian dia melarikan diri. Nah sekarang ini masih dilakukan penyidikan oleh Jakarta Utara dan juga Resmob Polda Metro Jaya," tandasnya.

Diketahui, Sugianto memiliki sejumlah bisnis di Kalimantan Barat, di antaranya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang. Kemudian, korban juga punya lahan perkebunan sawit di Ketapang, serta bisnis pelayaran atau kapal angkutan barang (Ekpedisi) lintas pulau di Indonesia.

Disemayamkan

Sugianto (51), korban penembakan orang tak dikenal, disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (14/8).

Pantauan di lokasi, suasana duka menyelimuti ruangan tempat jenazah disemayamkan. Jenazah Sugianto disemayamkan di Ruang 101, lantai 1 Grand Heaven Pluit.

Sejumlah kerabat dan keluarga korban datang silih berganti untuk melayat. Mereka datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada korban di dalam ruangan.

Sementara itu, di luar ruangan tempat jenazah disemayamkan terlihat sejumlah karangan bunga berisi ucapan dukacita dari kerabat dan kolega korban terjejer rapi.

Kerabat korban, Irwan Effendi mengatakan bahwa jenazah almarhum sudah disemayamkan di Grand Heaven Pluit sejak Jumat (14/8) pagi.

"Jenazah sudah sampai. Tadi pagi sampainya dari RS Polri," kata Irwan di lokasi, Jumat (14/8).

Irwan menambahkan, sejak disemayamkan pagi tadi sejumlah keluarga maupun kerabat sudah berkumpul untuk melayat Sugianto.

"Dari pagi tadi sudah datang keluarga serta kerabat," ucap Irwan.

Adapun berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah Sugianto rencananya akan dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat pada Minggu (16/8) besok. (wrt/sur)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda