Nasional post authorBob 22 September 2020 34

Sosialisasi Penanganan Virus Corona, Doni Monardo Dorong Daerah Manfaatkan Kearifan Lokal

Photo of Sosialisasi Penanganan Virus Corona, Doni Monardo Dorong Daerah Manfaatkan Kearifan Lokal Sosialisasi Penanganan Virus Corona, Doni Monardo Dorong Daerah Manfaatkan Kearifan Lokal

JAKARTA, SP - Sebagian masyarakat beripikir virus Corona (COVID-19) tidak nyata bahkan ada yang mengatakan konspirasi elite. Kepala BNPB Doni Monardo meminta seluruh Satgas Penanganan Covid-19 di daerah membuat strategi dalam memberikan edukasi.

"Terkait upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang COVID, hal yang krusial adalah gimana berikan kesadaran masyarakat bahwa COVID ini sesuatu yang nyata. Kami coba kerja sama dengan lebih banyak ormas, termasuk memilih orang yg tepat di tiap daerah sehingga masyarakat bisa patuh," kata Doni saat raker bersama Komisi VIII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Doni pun mencontohkan kerja sama yang sudah terjalin itu ada si daerah Jawa Timur, di mana Pemprov bekerjasama dengan Bonek mensosialisaiskan bahaya Corona. Menurut Doni, itu efektif menekan angka kasus di Jatim.

"Alhamdulillah Jatim kasus meningkat keluar biasa akhir-akhir ini turun. Kami kerja sama dengan organisasi di Jatim. pelibatan organisasi di daerah punya pengaruh luar biasa. Jangan semua tergantung kebijakan pusat, daerah punya kearifan lokal, kalau dioptimalkan daerah bisa kendalikan dengan baik," ucapnya.

Doni lantas bicara salah satu cara komunikasi lama yang dinilai mumpuni di kalangan masyarakat yaitu 'anak durhaka' bagi anak yang tidak patuh dengan orang tua. Menurut Doni, daerah perlu membuat strategi semacam komunikasi ini agar warga patuhi protokol kesehatan Corona.

"Kami dorong punya strategi tepat, di kampung saya kalo orang tua kita sampaikan sesuatu, dan kita tak patuh orang tua bilang gini, 'nanti kamu jadi anak durhaka'. Sepotong kalimat itu membuat kita patuh. Kami juga berharap semua daerah itu melihat apa yang kira-kira bisa membuat masyarakat itu sadar bahwa COVId itu nyata, COVID ini ada, COVID ini sangat berbahaya bagi mereka yang rentan," tegas Doni.

Dia pun mengingatkan bahaya Corona di tengah masyarakat. Dia meyakinkan Corona itu sangat berbahaya.

"Mohon maaf bahasanya agak kasar di sini tapi kita harus jelaskan bahwa COVID ini sangat berbahaya. Melepas masker ditempat kerumunan, atau menggunakan masker di cara tak tepat atau lepas masker menyiapkan diri untuk terpapar COVID," tutur Doni.

Sementara itu, jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah hari ini menjadi 252.923 orang. Jumlah itu bertambah 4.071 dari sehari sebelumnya.

Dari jumlah kumulatif positif itu, sebanyak 184.298 sembuh (bertambah 3.501) dan 9.837 meninggal (bertambah 160).

Berdasarkan data yang diterima dari Satgas Penanganan Covid-19, per Selasa (22/9/2020), ada 43.896 spesimen yang diperiksa dan 109.721 orang suspek. Sementara itu kasus Covid-19 masih sama dengan kemarin yakni telah terdeteksi di 494 kabupaten/kota di total 34 provinsi se-Indonesia.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Senin (21/9/2020), pasien positif Corona di Indonesia mencapai 248.852 orang. Kasus positif tersebut bertambah 4.176 orang dari hari sebelumnya. Dari jumlah akumulasi tersebut, sebanyak 180.797 orang dinyatakan telah sembuh dan 9.677 orang meninggal dunia.

Sebagai informasi, Kasus tambahan harian Covid-19 pecah rekor pada 21 September sebanyak 4.176 kasus. Rekor sebelumnya yakni pada 19 September sebanyak 4.168 kasus. (cnn/lip)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda