Nasional post authorAju 22 September 2021

DPR-RI Nasdem: Lakukan Kajian Mendalam Manfaat Kratom di Indonesia

Photo of DPR-RI Nasdem: Lakukan Kajian Mendalam Manfaat Kratom di Indonesia Syarif Abdullah Alqadrie

JAKARTA, SP - Pemerintah pusat diminta untuk mengkaji lebih dalam mengenai kandungan daun Kratom sebelum melarangnya di Indonesia.

"Kaji dulu secara ilmiah, kesehatan, sosial kemasyarakatan dan ekonomi secara lebih dalam manfaat daun Kratom sebelum melarangnya," tegas Syarif Abdullah Alqadri, Sekretaris Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Rabu, 22 September 2021.

Diungkapkan Abdullah, pohon Kratom yang banyak tumbuh di beberapa wilayah di Kalimantan Barat ini merupakan sumber pendapatan dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.

"Daun Kratom yang sudah diolah dan menjadi serbuk tersebut sudah diekspor ke luar negeri terutama Amerika Serikat. Dari sisi ekonomi maupun sosial kemasyarakatan jelas sangat membantu kesejahteraan masyarakat baik yang membudidayakan, mengolah dan yang mengekspornya. Dari sisi pendapatan negara, bila diatur dgn baik akan memberikan pajak dan bea cukai yang cukup besar," papar Syarif Abdullah Alqadri.

Diakui Syarif Abdullah Alqadrie, sepengetahuan dirinya, daun kratom telah lama dikenal sebagai obat herbal. Manfaat daun kratom dipercaya bisa meredakan nyeri, cemas, dan gangguan tidur.

Di Indonesia sendiri, daun kratom sering diolah menjadi jamu atau teh herbal.

"Kandungan Daun Kratom sepengetahuan saya memberikan beberapa manfaat seperti menambah stamina tubuh, menjaga tubuh agar tidak mudah lelah ketika beraktivitas. Mengatasi gangguan tidur dan meredakan nyeri serra meredakan gangguan cemas dan depresi," papar Syarif Abdullah Alqadrie.

Selain itu, kata Syarif Abdullah Alqadrie, batang dan akar dari pohon Kratom juga bermanfaat dalam menahan abrasi pantai dan sungai yang kerap melanda daerah Kalimantan Barat.

"Namun semua manfaat yang dipercaya ada di daun Kratom tersebut, pemerintah sebaiknya melakukan kajian mendalam termasuk efek samping daun kratom bila dikonsumsi, juga harua dikaji dari sisi ekonomi sosial kemasyarakatan. Jangan sampai dilarang namun tidak berdasarkan kajian, apalagi tanpa solusi," ujar Syarif Abdullah Alqadrie. *

Wartawan: Aju

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda