Nasional post authorPatrick Waraney 25 Februari 2021 11,735

Sindikat Pakistan Incar Kalbar, Ribuan Ton Narkoba Tertahan di Jerman dan Belanda

Photo of Sindikat  Pakistan Incar Kalbar, Ribuan Ton Narkoba Tertahan di Jerman dan Belanda Dari Karachi, kota terpadat di Pakistan, dipasok narkoba dari pusat jaringannya ke seluruh dunia termasuk ke Malaysia yang diteruskan lewat jalur darat ke Indonesia, yang antara lain diduga melalui tapal batas Indonesia di beberapa kabupaten .

Indonesia dan Malaysia menjadi target peredaran narkoba dari jaringan   Karac, Pakistan. Dari Malaysia, diduga kuat dilakukan pasokan ke Indonesia melalui Negara Bagian Serawak karena jalur darat dianggap lebih aman.  

Adapun penangkapan oleh pihak TNI terhadap seorang warga negara (WN) Pakistan di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat pekan lalu, walaupun tangkapan 'kecil', merupakan 'pintu masuk' untuk membongkar sindikat raksasa jaringan narkoba Pakistan. 

Hingga Rabu, 24 Februari 2021, keberadaan jaringan narkoba global Pakistan, terbongkar secara serempak di dua negara, selain di Pakistan sendiri. Sebanyak 23 ton narkoba disita dalam dua tahap di Pelabuhan Hamburg, Kota Hamburg, Jerman, dan dua kota di Belanda, Antwerpen dan Roterdam. 

Kerjasama Interpol Belanda-Jerman menemukan fakta, total 23 kilogram tersebut termasuk kristal shabu, dikirim bertahap ke Hamburg dan Antwerpen. Pemesannya adalah seorang warga negara Belanda. Pengiriman diduga kuat dari Pakistan selama dua kali dalam 10 hari terakhir ke Belanda dan Jerman, lewat transit dua negara di Benua Amerika, yakni Paraguay dan Panama. 

Ke Belanda via Jerman

Diberitakan koran Belanda, Dutch News, Rabu kemarin,  penyitaan 23 ton narkoba ini dilakukan di Hamburg, Jerman dan Antwerpen, Belanda.  Diduga kuat,   narkoba ini semuanya berasal dari Pakistan, lewat jalur memutar dari LautArab ke Paraguay dan Panama, kemudian diteruskan ke Belanda dan Jerman.  

Narkoba yang masuk lewat kedua negara ini dipesan secara tunggal oleh seseorang di Belanda. Sementara di Karachi, Pakistan, sebagaimana dilansir media Pemerintah Pakistan, Associated Press of Pakistan (APP), juga Rabu kemarin, digagalkan pengiriman 900 ton narkoba tahap kedua dari Karachi, lewat Laut Arab, dengan tujuan yang dinyatakan belum diketahui.

Mengenai penyitaan di Belanda dan Jerman, menurut pernyataan resmi Kepolisian Belanda, penangkapan ini dilakukan dua kali dalam 10 hari terakhir ini. Departemen Penuntutan Umum Belanda sudah menerima dokumen laporan dari kepolisian di Hamburg tentang satu orang di Belanda yang namanya disebut sebagai tujuan selama dua kali pengiriman narkoba. "Orang itu sudah ditangkap," demikian pernyataan.

Hasil tangkapan tersebut disebut sebagai 'rekor mutlak'. Disebutkan, kiriman pertama seberat 16,1 ton, disembunyikan di dalam kaleng-kaleng yang diplester. Pejabat pelabuhan di Hamburg menemukannya setelah mendapat informasi dari Belanda. Dokumen yang tertera di plester mengarah kepada  seorang warga negara Belanda berusia 28 tahun yang ternyata, juga terlibat dalam pengiriman tahap kedua.

Dalam pengiriman tahap kedua ke Antwerpen, narkoba ini dikemas di dalam sebuah wadah yang dalam dokumen resmi disebut berisi nanas, cumi-cumi dan makarel dengan negara asal Panama. Ketika wadah dipindai pada Sabtu, 20 Februari 2021, ditemukan  sebanyak 7,2 ton kokain.

Pekan sebelumnya, Rabu, 17 Februari 2021, kepolisian  dan penyelidik di Belanda menyita kiriman 1,5 ton heroin yang dikemas dalam wadah garam Himalaya yang tiba di pelabuhan Rotterdam dari Pakistan. Penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan oleh National Crime Agency di Inggris.

Lima orang ditangkap setelah penggerebekan di sebuah properti di Etten-Leur, Belanda, dua pekan silam. Hasil tangkapan itu adalah pengiriman satu paket heroin terbesar yang pernah disita di negara itu. Tidak ada informasi lebih lanjut, termasuk tujuan akhir dari obat tersebut. "Untuk kepentingan penyelidikan", kata departemen kepolisian Belanda.

Ditangkap AL Pakistan

Sementara di Karachi Pakistan, masih rabu kemarin sebagaimana dilaporkan koran Pemerintah Pakistan Associated  Press of Pakistan (APP) dari Karachi, disita narkoba seberat 700 kilogram senilai Rs 2,2 miliar yang akan diselundupkan ke tujuan yang tidak diketahui melalui Laut Arab.

Pada 11 Desember 2021, masih di wilayah Karachi, operasi gabungan Angkatan Laut Pakistan (PN) dengan Pasukan Anti Narkotika (ANF) Pakistan, menyita 200 kilogram narkoba dan 99 kilogram kristal shabu di Laut Arab,  wilayah lepas pantai Jiwani, Balochistan.

Obat-obatan berbahaya senilai sekitar Rs 1,8 miliar juga akan diselundupkan ke tujuan yang tidak diketahui melalui Laut Arab. Narkoba yang disita sudah diserahkan ke ANF untuk proses hukum.

Keberhasilan pelaksanaan operasi anti-narkotika bersama ini, disebut sebagai tekad PN untuk melawan kegiatan ilegal di zona maritim negara, dan menjaga keamanan laut di wilayah teritorial Pakistan.

Sementara itu, Indonesia Expat pada 13 Desember 2019 melaporkan pernyataan dari Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Menurutnya, peredaran narkoba di Indonesia terafiliasi dengan jaringan Pakistan. "Jaringannya lintas negara, jaringan Pakistan-Indonesia," tegasnya. 

Hal ini terungkap lewat penangkapan seorang warga negara Pakistan di Mangga Dua Square, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019. Saat penangkapan, polisi menemukan lima kilogram heroin sebagai barang bukti. Heroin tersebut rencananya diedarkan di kalangan kelas menengah ke atas.***

 

Sumber: Associated Press of Pakistan, Indonesia Expat &Dutch News 

Redaktur: Patrick Waraney

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda