Nasional post authorBob 26 November 2020 148

Ini Sosok Iis Rosita Dewi, Istri Menteri KKP, Edhy Prabowo yang Ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi

Photo of Ini Sosok Iis Rosita Dewi, Istri Menteri KKP, Edhy Prabowo yang Ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi Ini Sosok Iis Rosita Dewi, Istri Menteri KKP, Edhy Prabowo yang Ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi

IIS Rosita Dewi, istri Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP), Edhy Prabowo, ikut ditangkap KPK sepulang dari Amerika Serikat. Ini sosok Iis Rosita Dewi, yang juga merupakan anggota DPR.

Iis sendiri menggunakan nama 'Iis Edhy Prabowo' di situs resmi DPR maupun di akun media sosial miliknya. Iis Rosita Dewi tercatat sebagai anggota Fraksi Gerindra, parpol yang sama dengan suaminya, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II.

Iis Rosita Dewi saat ini duduk di Komisi V DPR yang membidangi perhubungan hingga pekerjaan umum. Dengan demikian, dia tidak bermitra langsung dengan suaminya yang merupakan Menteri KKP di Komisi IV.

Saat dilantik, Iis sempat mengemukakan keinginannya menyuarakan hak-hak perempuan. Kala itu, dia mengungkapkan semangatnya bermitra dengan sang suami yang ada di pihak eksekutif, yaitu sebagai menteri.

"Jika selama ini saya mendukung peran suami saya (Edhi Prabowo) yang sudah jauh lebih dahulu menjadi anggota legislatif dari belakang, mulai hari ini," katanya.

"Sejak dilantik menjadi anggota DPR RI, kami akan bermitra dan berjalan berdampingan untuk ikut menyuarakan aspirasi masyarakat luas, khususnya yang berada di Dapil kami masing-masing," ujar Iis.

KPK menangkap Menteri KKP, Edhy Prabowo pada Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Selain Edhy, KPK menangkap sejumlah orang. Penangkapan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Penyidik KPK Novel Baswedan juga ikut dalam penangkapan.

""Benar kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam dan dini hari tadi. Tadi sekitar jam 1 malam terlihat Edhy Prabowo dibawa ke KPK. Terlihat juga Novel Baswedan, penyidik senior KPK, sampai larut malam di KPK," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango.

Penangkapan terjadi di Bandara Soekarno Hatta. KPK juga menangkap istri Edhy Prabowo.

Edhy Prabowo adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, ia adalah sahabat Prabowo sejak di Akabri. Namun, ia dikeluarkan dari Akabri hingga dugaan kasus yang membuat Menteri KKP ditangkap KPK yang saat ini cukup banyak ditanyakan masyarakat akhirnya terjawab.

Meski tidak secara gamblang menyebut duduk perkara hingga dirinya dikeluarkan Akabri, Edhy Prabowo pernah bercerita seputar hal tersebut. Setelah dikeluarkan dari Akabri, Edhy Prabowo merantau ke Jakarta dan disekolahkan oleh Prabowo Subianto.

Dia kemudian menjadi politisi hingga menduduki kursi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sebelum ditunjuk sebagai Menteri KKKP oleh Presiden Jokowi. Edhy Prabowo yang ingin menjadi tentara masuk sebagai seorang Taruna di Akabri pada tahun 1991.

Namun di tingkat dua, Edhy Prabowo dikeluarkan sebagai sanksi atas kesalahannya.  Awalnya Edhy Prabowo menjawab rumor terkait dirinya yang menjadi tangan kanan atau orang kepercayaan Ketua Umum Partai Gerindra itu. Edhy mengatakan secara pribadi, ia tak menganggap dirinya sebagai orang kepercayaan Prabowo Subianto.

Namun ia mengucapkan terima kasih apabila Prabowo Subianto memercayainya. "Banyak yang menilai seperti itu, tapi saya menilai saya bukan orang kepercayaan," kata Edhy. "Tapi saya berterima kasih sudah dipercayai oleh Pak Prabowo," imbuhnya.

Edhy menjelaskan ia sudah begitu lama mengenal dengan Prabowo Subianto. Perkenalan itu bermula sejak ia menempuh pendidikan di AKABRI. "Saya mengenal beliau dekat itu sejak saya di Akabri. Tingkat dua kemudian saya dikeluarkan," kata Edhy Prabowo.

Dipecat saat masih di tingkat dua, Edhy Prabowo memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Setibanya di Jakarta dia langsung bertemu dengan Prabowo Subianto di kediamannya.

"Merantau ke Jakarta, karena di rumah orang tua sedih," jelas Edhy Prabowo.

"Ketemu Pak Prabowo, kemudian kita dikasih kesempatan hadir ke kediamannya. Malam Senin, kalau tidak salah 2 Maret," imbuhnya.

Saat datang ke rumah Prabowo Subianto, Edhy Prabowo mengaku meminta diberikan pekerjaan oleh mantan menantu Soeharto itu. "Jadi ditanya mau apa. Mau kerja sambil memperbaiki kegagalan ini," kata Edhy Prabowo. "Kita mau sekolah sambil kerja," imbuhnya.

Prabowo malah menyuruh Edhy Prabowo untuk pulang. Prabowo kala itu menginginkan agar Edhy Prabowo kembali ke Akabri. Ia lantas berusaha melobi pihak terkait agar dapat mewujudkan keinginannya itu. Usaha Prabowo Subianto rupanya tak membuahkan hasil.

"Beliau suruh kita pulang dulu. Ternyata beliau kita ingin kembali lagi (ke Akabri), dilobi lagi ternyata enggak bisa," jelas Edhy Prabowo.

Edhy Prabowo kemudian mengatakan, Prabowo Subianto akhirnya memutuskan menyekolahkannya. Tak cuma disekolahkan, Edhy menjelaskan Prabowo juga memberikannya uang bulanan. "Ya udah kalian ikut saya sekolah di kasih uang bulanan," kata Edhy.

Bukan dengan cuma-cuma, Edhy Prabowo mengaku diberikan dua syarat khusus oleh Prabowo Subianto. Dua syarat tersebut yakni, Edhy harus belajar silat dan bersekolah dengan benar. "Syaratnya dua, latihan silat dan sekolahnya yang benar," ucap Edhy.

Pembawa acara sontak bertanya, soal kemampuan Edhy Prabowo berpencak silat. "Jadi Bapak bisa silat?" tanya pembawa acara. "Iya sedikit," jawab Edhy Prabowo sambil tertawa.

Prabowo yang merupakan pendiri Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia. Menurut Edhy, Prabowo ingin ada penerus yang bisa menjadi pengurus perguruan pencak silat. Edhy pun menuruti keinginan Prabowo.

Akhirnya, Edhy menjadi atlet pencak silat Nasional. Ia sempat mengikuti PON XIV yang diselenggarakan di Jakarta. Dimulai pada 9 September 1996 sampai dengan 25 September 1996. "Saat itu saya dapat perunggu," kata Edhy.

Ia sempat kecewa lantaran tidak dapat menyabet medali emas. "Pak Prabowo nonton. 'Gimana kok bisa kalah?'" katanya. Setelah pertandingan di semifinal itu, Edhy memutuskan melipur lara dengan cara pergi ke Malang, Jawa Timur.

"Dua minggu saya menghindari kehidupan umum. Rupanya saya dicari Prabowo," tutur Edhy. (cnn/det/pas)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda