Nasional post authorAju 30 Juli 2021

Letjen Erwin Sujono Presiden Komisaris Kelompok Usaha Salim Grup

Photo of Letjen Erwin Sujono Presiden Komisaris Kelompok Usaha Salim Grup Erwin Sujono

JAKARTA, SP – Letnan Jenderal (Purn) Erwin Sujono, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), menjadi Presiden Komisaris (Preskom) pada kelompok Usaha Salim Grup, yaitu PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC).

“UNIC adalah produsen utama Alkylbenzene (AB), yaitu salah satu bahan baku utama deterjen,” kata pegiat media sosial, pelaku bisnis dan pengamat politik, Erizely Bandaro, Jumat, 30 Juli 2021.

UNIC memproduksi dua jenis AB, yaitu Linear Alkylbenzene (LAB) dan Branched Alkylbenzene (BAB), dengan produk sampingan Heavy Alkylate (HA) dan Light Alkylate (LA).

UNIC memiliki tiga unit pabrik AB yang semuanya berada dalam satu lokasi, dengan total kapasitas produksi sebesar 270.000 MT per tahun. Pendirinya adalah Harjo Sutanto dijuluki sebagai Crazy Rich paling sepuh di Indonesia.

Dalam daftar Forbes 2019, Harjo Sutanto berada di peringkat ke-39 dengan kekayaan sebesar US$810 juta.

UNIC adalah produsen tunggal AB di Indonesia. Jadi hampir semua industri deterjen tergantung dengan dia. Cuannya gede banget.

Di samping itu Wing Grup juga masuk ke bisnis pangan dan minuman, seperti Mie Sedaap Cup, Top White Coffee, Teh Javana, Power F, Bakmi Ayam Siap Saji, Kecap Sedaap dan lain-lain.  Wing juga menguasai distribusi produk dalam dan luar negeri.

Singkatnya sejak Wings memproduksi Mie Sedap  tahun 2003  memang Wing jadi saingan berat indofood yang dikomandani Antony Salim.

Antoni puluhan tahun berbisnis di luar negeri paham bagaimana menguasai pesaing. Yaitu lewat akuisisi.

Melalui anak perusahaanya PT Salim Chemicals Corpora, Group salim menguasai saham  UNIC sebesar 10,34 persen. Sedikit di bawah saham Wings group. Sebanyak 40% lebih saham dikuasai publik.

Belakangan oktober 2020 melalui PT Lautan Luas, connection strtegis Grup salim tingkatkan kepemilikan saham di UNIC jadi 4,9%.

“Jabatan Preskom ditunjuk Erwin Sudjono, yang tak lain adalah menantu dari Sarwo Edhi Wibowo atau kakak ipar dari Ani Yudhoyono,” ujar Erizely Bandaro.

Sementara PT Indofood menguasai 90% pangsa pasar Mie. Namun tahun 2005 kena hukum KPPU soal persaingan tidak sehat. Sehingga pangsa pasar turun jadi 78%. Sisanya dikuasai wingsfood dan lainnya.

Jadi bagaimana Salim bisa comeback cepat dan mengontrol pesaingnya dan pada waktu bersamaan dia tidak terlibat secara legal membeli perusahaannya yang sudah diserahkan ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Pembelian saham kembali dan akhirnya menjadi miliknya dilakukan melalui proxy internationalnya.

Dikatakan Erizely Bandaro, melalui Salim Chemical Corpora dan Megah Era Raharja dia jadi pengendali Group UNIC dan Group DNet ( Indoritel Makmur ).

Melalui First Pacific (HK), dia jadi pengendali Nusantara Infrastruktur Group dan Indofood Group.

Melalui Indolife, dia kuasai saham Group Bank Ina dan Group Bank Mega (Mega Corpora). Melalui Gallant Venture dia kuasai saham Group Indomobil. Masing masing group tentu punya puluhan barisan anak perusahaan.

Jadi kalau ditotal ada mungkin ratusan anak perusahaan.

Ambisi Salim yang belum terwujud adalah comeback ke Bank Central Asia (BCA) dan Indocement. Kalau liat data tahun lalu namanya tidak lagi ada dalam daftar pemegang saham BCA.

Pada per kuartal II atau akhir Juni 2020, nama Anthoni Salim sudah tidak ada lagi sebagai pemilik saham BCA. Ini bukan berarti Salim keluar.

Bukan tidak mungkin cara dia untuk kembali kuasai mayoritas saham BCA melalui Indolife. 

Dikatakan Erizely Bandato, juga ambisi dia kembali kuasai saham Indocement (kini sahamnya hanya 3 % saja). Upaya itu selama 5 tahun belakangan ini tersendat. Apalagi ada Satuan Tugas Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI). *

Sumber: fb erizely bandaro

 

Redaktur: Aju

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda