Opini post authorKiwi 01 Desember 2021

Implementasi dan Wacana Kenaikan Tunjangan Kinerja 2021

Photo of Implementasi dan Wacana Kenaikan Tunjangan Kinerja 2021 Amalia Nanda Astina

Oleh: Amalia Nanda Astina
Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang

TUNJANGAN kinerja merupakan suatu komponen yang paling sering dipertanyakan oleh seorang karyawan. Tunjangan  akan meningkatkan performa kinerja karyawan pada suatu organisasi maupun perusahaan. Semakin menarik tunjangan yang ditawarkan, maka semakin meningkat pula kinerja. Meskipun dengan adanya suatu tunjangan akan meningkatkan pengeluaran berlebih pada  perusahaan, tetapi dengan hal tersebut akan memberikan feedback tersendiri bagi perusahaan. Dalam perusahaan terdapat berbagai macam jenis tunjangan diantaranya tunjangan performance yang diberikan saat seorang karyawan mencapai target tertentu. Tunjangan jabatan yang diberikan pada karyawan dengan melihat posisi kedudukannya. Tunjangan konsumsi yang akan  diberikan pada karyawan dapat berupa uang yang digabungkan dengan gaji pokok selama satu bulan. Tunjangan transportasi yang diberikan dengan fasilitas kendaraan pada karyawan selama bekerja pada perusahaan tersebut. Tunjangan keluarga biasanya diberikan pada karyawan perusahaan negeri dengan status istri yang tidak bekerja dan maksimal memiliki dua orang anak dibawah usia 21 tahun. Hingga tunjangan pensiun yang diberikan pada karyawan untuk kehidupan di hari tuanya.

Tunjangan kinerja atau remunerasi dapat memberikan tambahan penghasilan kepada setiap pegawai, sehingga pegawai lebih konsentrasi dalam bekerja. Istilah tunjangan kinerja merupakan istilah yang masih baru dikalangan Pegawai Negeri Sipil. Istilah yang lazim dan sering digunakan oleh sebagian besar PNS adalah remunerasi. Remunerasi dikaitkan dengan peningkatan kinerja dan produktivitas sehingga bisa dijadikan unsur motivasi bagi pegawai untuk berprestasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000:946) kata remunerasi diartikan sebagai pemberian hadiah (penghargaan atas jasa dsb). Menurut Sopiah (2010) Remunerasi diidentifikasi sebagai salah satu faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai dalam menjalankan tugasnya.

Dilansir dari berita (https://www.youtube.com/watch?v=LZDS5x4U8yE&t=336s) yang mengatakan akan adanya perubahan skema gaji dan tunjangan ASN sehingga penghasilan ASN tidak lagi berdasarkan golongan dan pangkat namun berdasarkan beban dan resiko pekerjaan, perombakkan skema gaji dan tunjangan ASN ini tidak ada kaitannya dengan skema gaji ASN. Gaji ASN akan tetap namun nilai tunjangan yang akan ditingkatan. Skema baru tersebut merupakan bagian dari reformasi birokrasi, asalkan kondisi keuangan negara memadai. Berdasarkan PP No 15 tahun 2019 besaran gaji pokok ASN berjenjang sesuai golongan dan masa kerjanya. Kabar kenaikan tunjangan ASN bukanlah hal baru, skema kenaikan tunjngan ini sudah dibuat sejak tahun 2018 hingga 2019. Namun belum ada kata sepakat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Apalagi ditambah dengan adanya pandemi Covid - 19 yang membuat alokasi dana difokuskan pada bidang kesehatan.

Menanggapi hal tersebut implementasi dan peraturan tentang tunjangan kinerja yang akan mempengaruhi performa kinerja karyawan ataupun sumber daya manusia dalam sebuah organisasi, hal ini juga erat kaitannya dengan konsentrasi sebuah manajemen untuk dapat merencanakan, mengorganisasikan, pengarahan, koordinasi dan pengendalian. Dalam tahap merencanakan perusahaan dapat mengambil keputusan kebijakan tunjangan apa yang sesuai untuk setiap karyawannya. Selanjutnya dalam tahap pengorganisasian perusahaan dapat mengatur dan menyusun sebuah kebijakan tunjangan kinerjanya. Serta tahap pengendalian ini dapat dimanfaatkan perusahaan untuk melihat latar belakang dan menjadikan tolak ukur dalam memberikan tunjangan bagi karyawannya.  (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda