Opini post authorBob 03 November 2020 153

Sektor Perikanan Masih Menjanjikan

Photo of Sektor Perikanan Masih Menjanjikan Munawaroh, Statistisi Muda, BPS Provinsi Kalbar

PROVINSI Kalimantan Barat dijuluki sebagai provinsi “seribu sungai” yang menyimpan kekayaan hasil lautberlimpah. Ratusan sungai besar dan kecil menjadi urat nadi perekonomian. Bahkan sungai yang membelah di sepanjang provinsi ini adalah sungaiterpanjang di Indonesia yaitu Sungai Kapuas dengan panjang 1.143 km.

Selain itu, di sebelah barat berbatasan langsung dengan Laut Natuna dan Selat Karimata.Menurut data dari kementerian kelautan dan perikanan, satu data kelautan dan perikanan, pada tahun 2019, produksi perikanan tangkap mencapai 170 ribu ton sedangkan produksi perikanan budidaya sebanyak 76,49 ribu ton.

Sebanyak 61.276 orang nelayan yang menggantungkan hidupnya dengan mencari ikan dan udang.Jumlah ini terdiri dari: nelayan perikanan tangkap perairan laut sebanyak 17.945 orang, nelayan perairan umum 12.693 orang, dan nelayan perikanan tangkap sebanyak 30.638 orang.

Mengapa sektor perikanan masih cukup menjanjikan? Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat telah merilis Nilai Tukar Petani (NTP) perikanan Oktober 2020 sebesar 103,40 poin. Selama pandemi dari bulan Maret hingga sekarang, NTP perikanan tetap bertahan di atas 100 poin. 

Hal ini dapat diartikan bahwa kesejahteraan nelayan cukup baik karena pendapatan yang diterima dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan biaya produksi yang harus dikeluarkan nelayan tiap bulannya.

Petani padi palawija, petani hortikutura, dan petani di sektor peternakan tidak seberuntung petani sektor perikanan. Sejak April, NTP mereka masih di bawah 100. Nilai Tukar Petani (NTP) padi palawija, hortikultura dan peternakan pada Oktober 2020 berturut-turut adalah 96,83, 99,62, dan 96,58.

Ikan dan udang adalah sumber protein hewani yang sangat digemari. Dalam Publikasi Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka Bab 11, persentase pengeluaran untuk komoditi ikan/udang/cumi/kerang per kapita sebulan pada tahun 2019  di Kalimantan Barat adalah 6,24 persen.

Pengeluaran ini merupakan pengeluaran makanan terbesar ke empat setelah makanan dan minuman jadi 13,88 persen, padi-padian 7,15 persen, dan rokok 6,74 persen.Ditambah lagi, rata-rata konsumsi protein per kapita 2019 sehari ikan mencapai 10,61 gram, merupakan terbesar kedua setelah padi-padian 20,24 gram. Rata-rata jumlah kalori per kapita sehari yang dikonsumsi pada ikan adalah 61,99 kalori.

Ekspor produk perikanan menjadi andalan komoditas ekspor yang cukup menggiurkan. Nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Produk perikanan budidaya yang diekspor diantaranya adalah ikan arwana dan udang galah.

Kementerian Kelautan dan Perikanan bahkan menargetkan nilai ekspor udang dapat ditingkatkan 2,5 kali lipat hingga 2024. Hingga Agustus 2020, nilai ekspor perikanan mencapai 3,28 miliar dolar AS, dimana 40 persen adalah dari ekspor udang.

Oleh karena itu, perlu diperkuat pengembangan sektor perikanan budidaya. Hal ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Peningkatan nilai tambah ekonomi juga tidak kalah pentingnya.

Makanan-makanan yang sudah terkenal dari olahan ikan seperti kerupuk basah, empek-empek dan kerupuk ikan perlu terus didorong. Pemerintah dapat memberikan dukungan pembiayaan dan pelatihan.

Produk perikanan tangkap  juga banyak diekspor seperti tenggiri, tongkol, dan sotong. Kabupaten/Kota  yang menghasilkan seperti Kayong Utara dan Kubu Raya. Hal yang perlu diperhatikan adalah melindungi nelayan yang menggunakan alat tangkap sederhana dari kapal-kapal besar yang menggunakan pukat.

Keberadaannya sangat merugikan karena dapat mematikan pendapatan nelayan kecil serta merusak ekosistem laut. Realisasi investasi di sektor perikanan harus terus ditingkatkan.

Menurut data dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat, pada tahun 2019, realisasi penanaman modal asing di sektor perikanan hanya 66,70 ribu US$ dan realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar 95,10 juta rupiah.

Realisasi ini untuk Kalimantan Barat masih sangat kecil jika dibandingkan dengan Indonesia secara keselurahan.

Indonesia sendiri sebagai penghasil perikanan terbesar kedua di dunia dan sektor perikanan telah menghasilkan sekitar 4,1 miliar dolar AS pendapatan ekspor tahunan serta menunjang lebih dari 7 juta tenaga kerja.

Pemerintah diharapkan dapat terus mendorong sektor perikanan untuk maju dan berkembang terutama memperkuat perikanan budidaya. Semangat dan disiplin dalam meningkatkan produksi perikanan yang berkualitas sangat penting selain dukungan modal.

Pada akhirnya, memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dengan produk olahan dari ikan dan udang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil dan usaha mikro kecil. (*)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda