Opini post authorKiwi 03 Desember 2021

Serikat Buruh Dalam Perusahaan

Photo of Serikat Buruh Dalam Perusahaan Wira Widytara

Oleh : Wira Widytara

Mahasiswa Prodi MM Pasca Universitas Muhammadiyah Malang

DALAM beberapa hari ini marak demo buruh di kantor Gubernur dan Walikota, bahkan kantor DPRD pun tak luput  demo para buruh. “Buruh bukan tumbal Pandemi” bunyi salah satu spanduk buruh di depan Kantor Gubernur JawaTimur. Demo para buruh ini seperti sudah menjadi agenda tahunan di masing-masing wilayah, adapun demo ini adalah tuntutan kenaikan upah minimum Kota atau Kabupaten, khususnya kelayakan kenaikan upah minum ditengah buruknya iklim perekonomian Industri karena pandemi Covid-19 selama 2 tahun belakang.

Hal yang menarik adalah para buruh ini melakukan demo secara teroganisir, masiv dan bahkan mereka sangat melek terkait perundang-undangan ketenagakerjaan. Tentunya serikat kerja mempunyai peran yang vital bagi perjuangan para buruh. Seperti apakah serikat kerja ? dilansir Wikipedia Serikat pekerja atau serikat buruh ialah organisasi buruh yang bergabung bersama untuk mencapai tujuan umum di bidang seperti upah, jam dan kondisi kerja. Melalui kepemimpinannya, serikat pekerja bertawar-menawar dengan majikan atas nama anggota serikat dan merundingkan kontrak buruh dengan majikan. Sedangkan menurut Undang-undang Tenaga Kerja tahun 2003 no 17, serikat buruh/serikat pekerja merupakan organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja baik di perusahaan maupun di luar perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Serikat buruh yang cukup awam seperti SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia), PPMI (Persatuan Pekerja Muslim Indonesi) dan masih banyak lagi serta berafiliasi satu sama lain. Adapun tujuan di bentuknya Serikat Kerja secara garis besar adalah :

a. Menjamin kehidupan yang layak bagi para anggota buruh.

b. Menjamin kelangsungan kerja buruh dari perubahan iklim perekonomian  manajemen perusahaan

c. Menciptakan iklim kerja yang sehat dan tidak merugikan manajemen dan buruh di lokasi kerja.

d. Mengawal pelaksanaan peraturan perundang-undangan ketenaga kerjaan pada manajemen perusahaan dapat dijalankan dengan baik.

Bargaining Collective dan Perusahaan

Dalam dinamika nya serikat kerja akan selalu menyuarakan hak-haknya kepada manajemen perusahaan, disinilah muncul perundingan-perundingan untuk mengharmonisasi tujuan serikat dan kepentingan manajemen perusahaan. Collective Bargaining atau Perundingan Kolektif namanya, dalam perundingan ini tidak hanya upah kerja yang di bahas tetapi jam kerja maksimum, hari libur bahkan lingkungan kerja di perusahaan. Ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam perundingan kolektif ini    yaitu :

Batas perundingan pada buruh yaitu bilamana perundingan disetujui manajemen perusahaan, sejauh mana dampak kepada jumlah pengurangan buruh baik di masing-masing unit atau divisi.

Proses Negosiasi yang alot; adanya tekanan-tekanan terhadap manajemen perusahan mulai dari mogok masal sampai penutupan lokasi kerja.

Peran Dinas tenaga kerja, dalam hal ini dinas tenaga kerja bertugas sebagai wasit dan mempunyai hak intervensi terhadap hubungan industrial yang terjadi antara buruh dan manajemen perusahaan.

Transparansi Perusahaan, Manajemen perusahaan harus terbuka dan menerima terhadap perundingan kolektif selama sesuai dengan aturan yang berlaku.

Setelah mencapai kesepakatan antara serikat buruh dan manajemen perusahaan biasanya akan di tuangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 1, Perjanjian Kerja Bersama adalah perjanjian yang merupakan hasil perundingan antara serikat pekerja/serikat buruh atau beberapa serikat pekerja/serikat buruh yang tercatat pada instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan dengan pengusaha, atau beberapa pengusaha atau perkumpulan pengusaha yang memuat syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Berarti, PKB selain berisi aturan atau syarat-syarat kerja bagi buruh, PKB juga mengatur hak dan kewajiban pengusaha dan buruh serta menjadi pedoman dalam penyelesaian perselisihan antara kedua pihak. Dalam satu perusahaan hanya dapat membuat satu PKB yang berlaku untuk seluruh pekerja di perusahaan tersebut.

Dengan adanya PKB, perusahaan akan dapat penilaian positif dari perusahaan karena dapat membangun hubungan harmonis dengan pekerjanya yang diwakili oleh pengurus serikat buruh. Akan tercipta hubungan yang kondusif antara perusahaan dan buruh karena berkurangnya perselisihan yang terjadi. Pekerja juga akan memiliki kinerja yang lebih produktif dan termotivasi karena semua aturan dijalankan dengan baik sesuai dengan kesepakatan bersama. Dan kepuasan akan hak, mendorong pekerja untuk berterima kasih (royal) dan menjaga semua aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Peran serikat buruh dalam menjalin hubungan kerja dengan pengusaha merupakan kepentingan yang harus diperhatikan pengusaha karena serikat buruh sebagai sarana komunikasi yang efektif, dan aspiratif dapat memberikan kontribusi untuk kepentingan buruh dan perusahaan dalam proses produksi, sarana protektif bagi pekerja, selain sarana penyampaian pesan mengenai kondisi perusahaan dan menjaga ketenangan kerja, motivator etos kerja serta sarana perjuangan bagi nasib buruh.

Sejatinya Serikat Buruh dan perusahaan adalah mitra strategis, dimana saling bermutual simbiosis. Saling memahami dan transparansi menjadi salaah satu kunci nya, Serikat buruh akan mengawal hak-hak mereka yang tertuang dalam PKB dan manajemen pun sebaliknya akan melihat kewajiban-kewajiban buruh yang harus di penuhi. Khususnya di masa Pandemi Covid 19 ini, banyak perusahaan yang mengalami defisit sehingga mempengaruhi finansial mereka. Dan serikat buruh harus bisa memahami kondisi ini tentu nya.(*)

DAFTAR PUSTAKA

 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Indonesia.

 Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

 




Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda