Opini post authorBob 19 Juli 2021

 Pantun Edukasi Menyapat Pandemi

Photo of  Pantun Edukasi Menyapat Pandemi PANTUN-PANTUN Y PRIYONO PASTI, Alumnus USD YogyaKepala SMP/Guru SMA Asisi  Pontianak-Kalimantan Barat 

MASIHKAH kita tidak percaya akan pandemi Covid-19 yang menyebabkan jutaan manusia kehilangan nyawa? Apa yang mesti kita lakukan di tengah kondisi yang memprihatinkan ini? Mengutuki kegelapan atau menyalakan lilin harapan?

Memitigasi penularan virus korona adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama.  Saatnya kita ‘terpanggil’ untuk ikut aktif menangkal, melawan, dan menyelamatkan jiwa-jiwa dari virus korona. Semangat berbela rasa, solidaritas, gotong-royong, dan kerja sama untuk memitigasi penyebaran virus korona mutlak dilakukan.

Terpanggil ikut peduli mencegah, melawan, dan memitigasi penularan virus korona, penulis menyajikan sejumlah pantun edukasi untuk menyapat (membatasi-membentengi-menutup-menangkal-terpenggal-terputus sama sekali penularan) pandemi Covid-19. Berikut ini sejumlah pantunnya.

*Duri pala maram berasa

Raih betik ada di kebun

Dari pada bermuram durja

Lebih baik kita berpantun

 

*Bangun puri raja berjuis

Busuk terasi dapat indomi

Pantun ini sengaja ditulis

Untuk edukasi menyapat pandemi

 

*Rasa belanak aroma rempah

Pilu hati loro sendiri

Kota Pontianak di zona merah

Itu berarti risiko tinggi

 

*Suar besar api di bawah

Duri melati suram jelantah

Agar keluar dari zona merah

Mari taati program pemerintah

 

*Rasa belanak aroma rempah

Jala tenggiri kakap berduri

Karena Pontianak di zona merah

Menjaga diri sikap terpuji

 

*Pergi rekreasi Senakin Mempawah

Ruas letup pandan berduri

Meski pandemi semakin parah

Aktivitas hidup jangan berhenti

 

*Putri ria menjaja kolak

Wajah ukiran tirus merona

Mari kita menjaga jarak

Mencegah penularan virus korona

 

*Hari raya bakal berkemah

Radar berputar mengikuti kompas

Mari kita tinggal di rumah

Agar terhindar Covid-19

 

*Pergi belanja pisang berangan

Rebus rambutan harus beraroma

Mari kita bergandeng tangan

Memutus penularan virus korona

 

*Agar-agar segar beri pewangi

Kari ati jengkol rebusan

Agar terhindar dari pandemi

Mari taati protokol Kesehatan

 

*Sari pati jengkol dicampur ketan

Siar redup berita korona

Mari taati protokol kesehatan

Agar hidup tetap berwarna

 

*Kari rasa acar rempah

Roti sedap di dalam kulkas

Meski siswa belajar di rumah

Mari tetap belajar iklas

 

*Brata siwa jurus daksa

Puri religi rupa merdeka

Karena siswa penerus bangsa

Mari lindungi jiwa mereka

 

*Bakar tembikar harus sempurna

Resapkan ragi periuk lusin

Agar terhindar virus korona

Siapkan diri untuk divaksin

 

*Pati bertapa di dalam goa

Radar China bara buana

Mari bersama kita berdoa

Agar korona segera sirna

 

Virus korona telah menjadi pandemi dunia. Kita semua dipanggil untuk memitigasi penyebarannya. Mari kita patuhi PPKM Darurat, arahan pemerintah, pemuka agama, ahli kesehatan, tokoh masyarakat, dan otoritas berkompeten terkait upaya menangkal dan memitigasi penyebaran virus korona.

Mari kita saling mengingatkan dan menguatkan untuk senantiasa menjaga jarak, melakukan pembatasan sosial, menghindari kerumunan, menunda pelaksanaan kegiatan yang melibatkan orang ramai, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat, olah raga yang teratur, cukup istirahat, berpikir positif, dan senantiasa mendaraskan doa-doa permohonan secara khusyuk kepada Tuhan agar badai pandemi Covid-19 segera berakhir. (*)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda