Opini post authorKiwi 22 Juli 2021

Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir?

Photo of Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Evi Octaviany, BPS Kabupaten Sambas

 

INDONESIA dan berbagai negara lainnya masih terus berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang dirasa tak kunjung usai.

Beberapa negara yang dapat dikatakan berhasil mengatasi pandemi karena mampu menurunkan kasus positif secara drastis, nyatanya kembali mengalami peningkatan kasus yang bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

Beberapa negara yang mengalami periode gelombang kedua Covid-19 adalah Singapura, Malaysia, Taiwan, dan India.

Sama halnya dengan kasus positif Covid-19 secara nasional, Provinsi Kalimantan Barat pun masih mengalami peningkatan selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data yang diperoleh dari website Satu Data Kalbar, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 21.868 orang per 21 Juli 2021.

Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat (Periode 15 Juli-21 Juli 2021)

Peningkatan kasus Covid-19 membuat kita mempertanyakan, ‘kapan pandemi ini berakhir?

Tentunya semua tergantung pada kinerja pemerintah dalam melakukan testing, tracing dan isolasi, juga kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Laju penularan Covid-19 dapat ditekan dengan kesadaran dari masyarakat untuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Sejalan dengan penambahan kasus positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat, angka kematian pun meningkat.

Per 21 Juli 2021, tercatat ada sebanyak 522 orang yang meninggal akibat Covid-19. Dalam sepekan terakhir, total penambahan kasus tersebut sebanyak 80 orang.

Jika dirata-ratakan, maka kurang lebih ada 11 orang yang meninggal setiap harinya.

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat

(Periode 15 Juli-21 Juli 2021)

Lalu, bagaimana cara untuk menekan angka kematian akibat COVID-19? Sampai saat ini, pemberian vaksin adalah satu-satunya solusi yang paling efektif.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan terhadap ratusan ribu tenaga kesehatan di DKI Jakarta menunjukkan bahwa vaksin Sinovac dosis lengkap mempu menurunkan atau mengurangi resiko Covid-19 sebanyak 94 persen.

Tak hanya itu, pemberian vaksin lengkap (2 dosis) juga efektif mencegah sekitar 96 persen resiko perawatan, dan mencegah 98 persen kematian karena Covid-19.

Dengan banyaknya merek vaksin yang diluncurkan, beberapa di antara kita mungkin masih beranggapan bahwa vaksin A lebih baik dari vaksin B, vaksin C, dst.

Namun, juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes (Siti Nadia Tarmizi) mengungkapkan, “Dalam masa kedaruratan pandemi, vaksin yang tersedia adalah yang terbaik untuk digunakan.”

Jadi, vaksin merek apapun yang disediakan melalui program vaksinasi massal oleh pemerintah adalah vaksin terbaik untuk kita semua.

Menunda vaksinasi karena berambisi mendapatkan vaksin Covid-19 dengan merek tertentu, tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.

Setiap vaksin yang diberikan merupakan sebuah langkah kecil untuk mendorong terbentuknya kekebalan (herd immunity) dalam masyarakat. Yuk, divaksin! (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda