Opini post authorBob 27 Juli 2021

BDR dan Prinsip-prinsip Pembelajaran Efektif

Photo of BDR dan Prinsip-prinsip Pembelajaran Efektif Y Priyono Pasti, Kepala  SMP /Guru SMA Asisi Pontianak

PANDEMI Covid-19 masih menjadi momok yang menakutkan sampai hari ini. Hampir dua tahun kita berjibaku melawan dan memitigasi penularan Covid-19.

Dalam konteks pendidikan, selama itu pula, sekolah bersemuka belum bisa dilakukan. Akibatnya, jerit keprihatinan di jagat pendidikan kian kencang terdengar.

Pembelajaran daring, selain tidak menjamin siswa memahami materi pelajaran karena berbagai kendala, pengalaman belajar yang hilang di sekolah selama hampir dua tahun belakangan ini bisa jadi sangat membosankan bagi siswa. Namun, di tengah masih bertambahnya kasus positif Covid-19 di negeri ini, pembelajaran daring menjadi keniscayaan yang bisa dilakukan.

Di tengah kondisi yang demikian, menjadi guru, sungguh menuntut komitmen yang tinggi.  Guru harus sungguh menyadari tugas kenabiannya mengajar, melatih, mendidik, membentuk kepribadian, dan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa (transfer of attitudes and values) secara optimal.

Substansi mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga mereka sungguh-sungguh mau belajar.

Dalam konteks pembelajaran daring (Belajar Dari Rumah-BDR), substansi keberadaan guru bukanlah hanya sekadar mengalihkan informasi dan hafalan-hafalan yang kadang-kadang kering tanpa makna itu, tetapi bagaimana mendorong, membimbing, dan memfasilitasi siswa agar mereka sungguh-sungguh mau belajar.

 Di sini, sejatinya siswalah yang sesungguhnya harus berperan aktif dalam proses pembelajaran. Guru memfasilitasi bagaimana proses “learning by doing” itu dilaksanakan. Dengan cara ini diharapkan siswa sungguh termotivasi untuk mengaktualisasi potensi yang mereka miliki secara optimal.

Agar hal itu bisa terejawantahkan, pemahaman, penguasaan, dan penerapan prinsip-prinsip pembelajaran efektif dalam proses pembelajaran (terutama dalam pembelajaran daring saat ini) menjadi penting bagi seorang guru. Apa saja sejumlah prinsip pembelajaran itu agar pembelajaran berlangsung efektif?

Menelusuri, menelisik sumbu-sumbu ilmu pengetahuan, memilah, dan menarik benang merah sejumlah gagasan terkait perihal prinsip-prinsip pembelajaran efektif ini, penulis mencatat paling tidak ada 9 (sembilan) prinsip pembelajaran efektif yang relevan di tengah pandemi Covid-19 ini yang mesti dipahami, dikuasai, dan diterapkan guru dalam proses pembelajaran daring.

Pertama, prinsip motivasi. Motivasi anak didik untuk pelajaran tertentu tidak sama. Untuk itu, guru harus mampu memotivasi rasa ingin tahu, ingin mencoba, bersikap mandiri, dan ingin maju (belajar) dalam diri anak didik.

Guru harus mampu memberikan motivasi dalam takaran yang tepat untuk masing-masing anak didik.

Kedua, prinsip persepsi yang dimiliki anak didik. Ketika guru melakukan apersepsi mata pelajaran yang akan disampaikan pada anak didik, guru harus memerhatikan latar belakang pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki/dialami anak didik. Dengan demikian anak didik akan dapat menanggapi dan berkonsentrasi terhadap mata pelajaran yang disampaikan dan dapat memahaminya dengan baik.

Ketiga, prinsip fokus. Titik pusat perhatian dapat tercipta melalui upaya merumuskan masalah yang hendak dibahas atau dipecahkan, merumuskan pertanyaan yang hendak dijawab, atau merumuskan konsep yang hendak ditemukan. Fokus akan membatasi keluasan dan kedalaman materi dalam proses pembelajaran serta akan memberikan arah kepada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Keempat, prinsip keterpaduan. Guru harus dapat memberikan penjelasan yang mengaitkan materi antara satu pokok bahasan dengan pokok bahasan lainnya. Ia juga harus dapat mengaitkan antara materi pelajaran hari ini dengan materi terdahulu, atau antara mata pelajaran yang berbeda sejauh hal itu saling melengkapi.

Kelima, prinsip pemecahan masalah (problem solving). Guru perlu ‘menciptakan’ masalah berdasarkan pokok bahasan tertentu dalam mata pelajaran tertentu, untuk dipecahkan oleh anak didik. Prinsip pemecahan masalah ini penting untuk mendorong anak didik lebih bersemangat, lebih tegar, lebih sabar, lebih tekun dalam menghadapi masalah belajar.

Keenam, prinsip mencari, menemukan, dan mengembangkan sendiri. Guru hanya memberikan stimulus melalui informasi singkat yang diberikan kepada anak didik. Selebihnya, anak didik (tentu dengan difasilitasi) disuruh mencari, menemukan, dan mengembangkan temuannya sendiri.

Ketujuh, prinsip belajar sambil bekerja (learning by doing). Belajar secara verbal saja tidak efektif tanpa disertai konsep belajar realistik atau belajar sambil bekerja. Learning by doing adalah belajar sambil bekerja melakukan aktivitas yang sesuai dengan tema bahasan.  Cara ini lebih baik karena kesan yang didapat anak didik akan lebih lama tersimpan dan lebih mudah dipahami.

Kedelapan, prinsip relasi sosial. Proses belajar yang baik dan efektif tidak hanya bisa dilakukan sendiri, tetapi juga bisa dilakukan dalam bentuk kelompok belajar, kelompok diskusi, bahkan dialog hangat antara guru dan anak didik. Dengan begitu siswa dapat mengembangkan aspek afektifnya.

Kesembilan, prinsip keunikan individu. Siswa adalah individu (pribadi) yang unik. Ia berbeda dengan siswa lainnya, baik dari aspek intelektual, emosional, biologis maupun psikologis. Untuk itulah, guru harus memahami mereka dengan baik secara individual dan peka serta luwes dalam melakukan relasi/interaksi (proses) pembelajaran.

Di tengah kondisi pendidikan kita yang masih tertatih-tatih akibat pandemi Covid-19, inovasi dan kreativitas guru dalam pembelajaran daring menjadi tuntutan. Guru mesti mencari, menemukan, dan menerapkan sejumlah prinsip pembelajaran yang memungkinkan proses pembelajaran itu berlangsung efektif.

Dengan menerapkan sejumlah prinsip pembelajaran efektif itu secara konsisten, diharapkan siswa akan senang dan termotivasi belajar meski di tengah situasi sulit saat ini untuk mengaktualisir potensi yang mereka miliki secara optimal. Semoga demikian! (*)  

 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda