Opini post authorBob 30 Agustus 2021

Menjaga Minat Belajar Siswa

Photo of Menjaga Minat Belajar Siswa Y Priyono Pasti, Alumnus USD YogyaKepala  SMP /Guru SMA Asisi Pontianak-Kalimantan Barat

TUGAS kenabian guru tidak hanya mendidik, membentuk kepribadian, dan mengembangkan potensi yang dimiliki siswa secara optimal melalui kemasan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara integratif,  tetapi  juga menjaga minat belajar siswa (apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini) agar tetap menyala demi eksistensi dan aktualisasi diri siswa.  Guru mesti terus berkreasi dan berinovasi membuat pembelajaran menyenangkan agar siswa semangat belajar.

Secara  substansial, minat berarti tertarik sepenuhnya, terlibat dengan suatu kegiatan karena menyadari  pentingnya kegiatan tersebut. Meminjam Harry D. Kitson, berminat terhadap suatu hal berarti mendekatkan diri atau bahkan  menyamakan diri sendiri dengan hal itu. Hal ini berarti tiadanya jarak antara seseorang yang berminat dengan sesuatu hal yang dilakukannya.

Menurut John Adams, pada saat seseorang memiliki minat pada saat itulah perhatiannya tidak lagi dipaksakan melainkan menjadi spontan yang memungkinkan seseorang belajar dengan tekun, penuh konsentrasi dan menguasai pelajarannya

Dalam konteks pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah, minat belajar adalah keterlibatan siswa secara penuh dengan segenap aktivitas memperoleh berbagai informasi dan mencapai pemahaman yang lebih besar secara kritis, logis. Minat belajar merupakan suatu sikap batin dan sikap akademik tertentu yang bersifat sangat pribadi dalam diri siswa yang dapat mendorongnya untuk mencapai sukses dalam setiap kegiatan belajarnya.

Dari uraian di atas jelas sekali betapa minat belajar sangat berpengaruh dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan guru dan kesuksesan belajarnya. Minat belajar merupakan urusan utama dan bagian mutlak yang perlu dimiliki setiap siswa disamping unsur lainnya seperti semangat keilmuan, hasrat mencapai sukses, sikap etis, disiplin pribadi, dan keterbukaan.

Menyadari betapa pentingnya minat belajar untuk kesuksesan belajar siswa, menjadi penting bagi guru untuk memahami siswa dan memotivasi mereka agar semangat belajarnya tetap menyala sehingga tetap giat belajar di tengah kondisi yang sulit sekalipun.

Sejumlah rekomendasi yang mesti dilakukan oleh guru untuk menjaga minat belajar siswa agar tetap menyala, diantaranya sebagai berikut. Pertama, memberikan motivasi kepada siswa untuk mendorong semangat dan minat belajarnya. Semakin kuat motivasinya semakin berminat ia belajar. Karena itu, guru mesti memberikam motivasi yang mendorong tumbuhnya kesadaran diri siswa akan pentingnya belajar.

Kedua, menjelaskan tujuan belajar. Tujuan belajar sangat penting untuk memberikan arah yang jelas bagi siswa dalam belajar. Dengan tujuan belajar yang jelas, siswa akan semakin bersemangat dan tekun dalam belajar.

Ketiga, menjelaskan manfaat belajar. Seperti halnya tujuan belajar, guru perlu menjelakan manfaat belajar bagi siswa. Dengan memahami manfaat belajar tersebut, siswa akan lebih berkonsentrasi dan serius dalam belajar.

Keempat, memberi kesempatan belajar. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang kondusif yang memungkinkan siswa nyaman untuk belajar. Adanya kesempatan belajar yang tersedia semakin dimungkinkan hasil belajar siswa menjadi lebih baik.

Kelima, menciptakan suasana kompetitif. Suasana kompetitif perlu ditumbuhkan pada diri siswa baik dengan siswa lain maupun dengan diri sendiri. Guru hendaknya mendorong semangat kompetitif yang sehat pada siswanya untuk mengejar prestasi. Menurut Sukmana, prestasi tersebut tidak melulu berupa angka yang baik tetapi juga peningkatan-peningkatan yang dicapai.

Keenam, memberikan teladan. Teladan merupakan obat yang paling mujarab untuk memacu semangat dan minat siswa dalam belajar. Siswa akan lebih mudah untuk belajar bila melihat gurunya senang belajar. Untuk itu berilah teladan kepada siswa dalam belajar.

Ketujuh, memberi hadiah.  Hadiah merupakan salah satu  unsur yang cukup penting untuk memacu minat siswa dalam belajar. Dengan hadiah, siswa merasa dihargai dan diakui kemampuannya. Siswa semakin diyakinkan bahwa dirinya mampu. Kepecayaan dirinya akan tumbuh sehingga siswa semakin termotivasi dalam belajar. Dengan minat belajar yang tinggi, hasil belajarnya pun akan menjadi lebih baik.

Kedelapan, jangan menyalahkan, bertanggungjawablah. Kala guru secara pribadi menghadapi kesalahan dan kegagalan, bertanggungjawablah atas semua itu. Bertanggung jawab merupakan contoh tindakan yang terpuji karena menunjukkan kerendahan hati, mengembangkan harapan, dan mengurangi kecenderungan untuk melakukan pemaksaan dalam mencapai tujuan. Guru bertanggung jawab, murid pun bertanggung jawab.

Kesembilan, praktikkan kerendahan hati. Bersikap rendah hati dengan apa yang kita ketahui dan dalam menyampaikan pengetahuan tersebut akan menyenangkan siswa karena mereka merasa tidak dipaksa. Mempraktikkan kerendahan hati mengharuskan guru untuk menerima dan mengakui bahwa guru bukan manusia super yang serba tahu. Bersikap rendah hati berarti menyediakan tempat untuk gagasan orang lain (siswa), bersedia mendengarkan, menghargai pertanyaan yang diajukan, bahkan meminta bantuan.

Kesepuluh, mulailah dengan pertanyaan. Siswa bukanlah tabula rasa. Terlalu banyak menjejali memunculkan rasa tidak suka. Oleh karena itu, awali proses pembelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan yang menumbuhkan rasa ingin tahu di kalangan siswa.

Kesebelas, tetaplah terbuka. Bersikap paling benar dalam kebenaran Anda (baca: guru) tidak selamanya baik. Mengizinkan terjadinya kesalahan acapkali sangat membantu siswa menjadi benar. Untuk itu, belajarlah untuk menemukan kelebihan dalam gagasan setiap siswa. Berikan perhatian untuk mendengarkannya. Biarkan setiap siswa menggunakan kerangka referensi bahwa mereka perlu memahami konsep dan menjelaskan konsep tersebut kepada Anda dengan menggunakan cara mereka, bukan cara Anda. Singkatnya, terbukalah terhadap gagasan siswa.

Keduabelas, percayalah siswa bisa. Jika guru percaya bahwa siswa bisa,  mereka akan bisa. Siswa akan membuka diri mereka untuk belajar, tumbuh, berkembang, mekar, dan berbuah sebagaimana yang diharapkan. (*)

 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda