Ponticity post authorelgiants 01 Agustus 2021

KI Kalbar Visitasi Monev di Lima Kabupaten

Photo of KI Kalbar Visitasi Monev di Lima Kabupaten

PONTIANAK, SP - Pelaksanaan kegiatan Monitoring Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik se-Kalimantan Barat tahun 2021 yang dilakukan oleh Komisi informasi Kalimantan Barat (KI Kalbar) memasuki tahapan visitasi.

Visitasi dimulai pada 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Melawi, dan Kabupaten Sintang pada Senin (2/8) sampai dengan Jumat (6/8).

Ketua KI Kalbar, Rospita Vici Paulyn menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara efektif mulai bulan Mei s/d September 2021, diawali dengan melakukan bimbingan teknis tentang Monev 2021 kepada seluruh badan publik di Kalbar, penyebaran dokumen kuesioner, penilaian website, dan kemudian visitasi langsung ke badan-badan publik dengan melakukan penyesuaian disetiap tahapannya terhadap perkembangan wabah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

“Berdasarkan jadwal, visitasi seharusnya sudah dilakukan mulai tanggal 23 Juli 2021. Namun karena situasi dan kondisi pandemi yang meningkat di Kalimantan Barat serta ditetapkannya Kota Pontianak dan Kota Singkawang sebagai daerah PPKM Darurat, maka kami perlu melakukan penyesuaian waktu menunggu berakhirnya PPKM Darurat dan kondisi sudah memungkinkan untuk melakukan perjalanan luar kota, sehingga visitasi baru bisa mulai dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus hingga 17 September 2021 mendatang,” jelas Vici. 

Lebih lanjut Vici menyampaikan bahwa Visitasi dilakukan untuk mengukur 5 KO yaitu Komitmen, Koordinasi, Komunikasi, Kolaborasi, dan Konsisten Keterbukaan Informasi Publik yang disampaikan oleh Badan Publik dengan bobot nilai 40%, dimana hasil akhir dari penilaian dokumen SAQ dan visitasi akan menentukan 5 (lima) peringkat terbaik Badan Publik pada setiap kategori.

Person in Charge (PIC) Monev Badan Publik 2021, Lufti Faurusal Hasan menyampaikan bahwa untuk kegiatan visitasi tahap 1 yang dilakukan di 5 kabupaten ini mencakup 26 badan publik yang akan divisitasi, meliputi Pemerintah Daerah, Lembaga Legislatif, BUMD, dan Lembaga Penyelenggara Pemilu yang ada di masing-masing kabupaten tersebut.

Hasil Monev Badan Publik ini nantinya akan ditandai dalam 5 (lima) zona, yaitu zona hijau untuk badan publik yang sudah informatif dengan jumlah nilai antara 85-100%, zona biru untuk badan publik yang menuju informatif dengan jumlah nilai antara 70-84,9%, zona kuning untuk badan publik yang cukup informatif dengan jumlah nilai antara 55-69,9%, zona merah untuk badan publik yang kurang informatif dengan jumlah nilai antara nilai antara 30-54,9%, dan zona hitam untuk badan publik yang memiliki jumlah nilai dibawah 30% dan/atau yang tidak mengembalikan dokumen Kuesioner Penilaian Mandiri sehingga dianggap tidak respon terhadap keterbukaan informasi publik.

“Hasil akhir dari penilaian Monev ini akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat melalui media cetak, media elektronik, dan media sosial sebagai bagian dari transparansi informasi dan pemenuhan hak masyarakat untuk tahu. Kegiatan puncak dari monev ini adalah Penganugerahan Keterbukaan Informasi bagi lima badan publik informatif dari setiap kategori, dimana penganugerahannya direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 28 September 2021 bertepatan dengan peringatan Hari Hak Untuk Tahu Sedunia (International Right To Know Day)," katanya.

“Dengan pelaksanaan Monev ini kami berharap badan publik terus berupaya untuk memperbaiki dan membenahi sistem pengelolaan informasi di badan publik masing-masing guna mewujudkan percepatan keterbukaan informasi publik di Kalimantan Barat menuju Kalbar terbuka dan informatif," pungkas Lufti. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda