Ponticity post authorKiwi 02 Juni 2020 87

430 ASN Pemkot Pontianak Jalani Rapid Test

Photo of 430 ASN Pemkot Pontianak Jalani Rapid Test ilustrasi

PONTIANAK, SP – Dinas Kesehatan Kota Pontianak kembali melakukan rapid test kepada 430 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari beberapa instansi yang ada di lingkungan Pemkot Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (2/6). 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, rapid test ini dilakukan secara bertahap. Kegiatan serupa sebelumnya juga dilakukan di Kantor Terpadu Jalan Sutoyo Pontianak. Mengingat terbatasnya ketersediaan alat rapid test yang hanya tersisa sekitar 5.000 unit, pihaknya melakukan rapid test secara selektif.

"Kita prioritaskan yang ASN dulu, jika alat masih cukup seluruhnya akan kita rapid test," ujar Sidiq Handanu, Selasa (2/6).

Sidiq menjelaskan, jika ada ASN yang masuk kategori reaktif maka harus melakukan isolasi mandiri. Kemudian selama isolasi mandiri akan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan.

"Sambil menunggu hasil swab maka mereka akan diberikan istirahat selama 14 hari agar tidak terjadi penularan kepada orang di sekitarnya," katanya.

Menurut Sidiq, hingga saat ini Rusunawa Nipah Kuning tengah merawat sebanyak 11 pasien. Beberapa berasal dari kluster penerbangan dan masyarakat. Sisanya ada yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia memastikan pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah memiliki fasilitas khusus seperti kamar yang terpisah, sehingga diberikan izin untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Jika tidak ada fasilitas tersebut maka mereka akan dirawat di Rusunawa," tukasnya.

Ia menyampaikan pasien yang dirawat di Rusunawa masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Seluruh pasien yang dirawat di sana dalam keadaan sehat.

Sementara, untuk pasien yang hasil swabnya belum keluar kurang lebih sebanyak 60 orang. Akan tetapi yang dirawat di rumah sakit dengan gejala hanya sebanyak enam orang.

"Sehingga sisanya masuk dalam kategori OTG dan harus melakukan isolasi mandiri di rumah maupun Rusunawa," imbuhnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan, rapid test yang dilakukan terhadap seluruh ASN ini sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19. Tujuannya untuk mengetahui sebaran pandemi Covid-19 di Kota Pontianak. Meskipun banyak hasil rapid test menunjukkan hasil reaktif, akan tetapi setelah dilakukan terapi dengan kedisiplinan hasilnya menunjukkan non reaktif.

"Jika ditemukan hasil rapid test reaktif maka akan diminta untuk isolasi mandiri. Sehingga penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak bisa dikendalikan," pungkasnya. (din)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda