Ponticity post authorKiwi 03 Juni 2020 2,334

Pontianak Memungkinkan Terapkan New Normal, Warkop Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Photo of Pontianak Memungkinkan Terapkan New Normal, Warkop Diminta Patuhi Protokol Kesehatan RAZIA - Petugas Satpol PP saat melakukan razia pencegahan penyebaran Covid-19 ke warkop dan cafe di Jalan Reformasi Kota Pontianak, belum lama ini. Pemkot Pontianak meminta pemilik usaha disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19

PONTIANAK, SP – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyatakan bahwa kota ini memungkinkan untuk diterapkan new normal atau tatanan kehidupan normal baru dalam menghadapi pandemi Covid-19. Untuk itu masyarakat khususnya pemilik usaha diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Hari ini kami Forkopimda se-Kalbar melakukan rakor virtual membahas penanganan dan persiapan normal baru di Kalbar, dan intinya tingkat penularan Covid-19 di Kota Pontianak menurun, sehingga memungkinkan penerapan normal baru," kata Edi Rusdi Kamtono, Selasa (2/6).

Menurutnya, saat ini di Kota Pontianak tidak ada penambahan kasus konfirmasi Covid-19. Namun untuk kasus kesembuhan Covid-19 terus bertambah.

"Hal ini merupakan kabar gembira untuk penanganan Covid-19 di Kota Pontianak," ujarnya.

Meski begitu, untuk penerapannya (new normal) tetap menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan masyarakat tetap disarankan waspada untuk mencegah agar tidak terpapar Covid-19.

Edi menegaskan, upaya pencegahan dan meningkatkan disiplin masyarakat tetap harus dilakukan, seperti menggunakan masker apabila ke luar rumah, menjaga jarak, dan sesering mungkin mencuci tangan menggunakan sabun.

"Selain itu, kami akan tetap memperbanyak rapid test atau tes cepat dalam melakukan pemetaan penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak, salah satunya kepada kelompok masyarakat yang rawan," katanya.

Pemkot Pontianak juga sedang mempersiapkan aturan protokol kesehatan untuk tatanan kehidupan normal baru, terutama pada warung kopi, restoran, rumah makan, mal, sekolah, pasar dan rumah ibadah. Penyusunan protokol kesehatan tersebut agar masyarakat tetap terjaga dalam menghadapi tatanan kehidupan normal baru.

“Normal baru ini, aktivitas berjalan tetapi dengan kondisi yang berbeda, seperti menggunakan masker, jaga jarak aman dan selalu mencuci tangan menggunakan sabun, sehingga perekonomian tetap berjalan," ungkapnya.

Mengingat keberadaan warung kopi di kota ini menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, Pemkot juga sedang mengkaji untuk menempatkan CCTV pada warung kopi, sehingga pengawasan kedisiplinan pengelola warung kopi bisa terpantau.

"Sekarang mereka (pemilik usaha) warkop tetap buka atau buka lagi, sekarang kita tinggal kontrol dan kita lakukan pengawasan secara ketat," ungkapnya.

Ia menegaskan, selama ini Pemkot Pontianak tidak pernah menutup tempat usaha seperti warkop. Akan tetapi yang dilarang yakni pembeli yang makan dan minum di tempat. Hal tersebut dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kita selama ini terus mengingatkan dan mengimbau agar mereka yang membuka usaha tetap mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Edi meminta komitmen tempat usaha untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.  Pemilik usaha seperti warkop harus membuat pernyataan kesiapan untuk memenuhi tatanan kehidupan normal baru. Seperti wajib mempersiapkan tempat mencuci tangan, kemudian pemakaian masker dan pengaturan jarak tempat duduk juga harus diatur.

"Di Kota Pontianak sekarang sudah sedikit normal, namun yang kurang adalah masyarakat belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan," jelasnya.

Sementara untuk mal akan dilakukan pembatasan pengunjung, kemudian penjagaan pintu masuk dan keluar juga diperketat dengan wajib menggunakan masker dan pengukur suhu badan.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah warkop di sejumlah kawasan di Kota Pontianak dalam beberapa hari terakhir mulai kembali buka setelah setelah lebih dari dua bulan tutup karena dampak pandemi Covid-19. Namun tidak semua menjalankan protokol kesehatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana mengungkapkan, dalam mempersiapkan menuju kehidupan normal baru, pihaknya akan tetap mengingatkan para pemilik usaha, khusunya pemilik warung kopi untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Pemilik usaha harus mempersiapkan alat pengukur suhu, tempat mencuci tangan dan menggunakan masker merupakan kewajiban," kata Syarifah Adriana.

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu dalam razia yang dilakukan Sat Pol PP menemukan pemilik usaha yang membandel. Bahkan ada pemilik usaha yang masih tidak menggunakan masker.

“Ada pula pemilik usaha yang diambil KTP dan diminta hadir tapi tidak memenuhi panggilan,” ungkapnya.

Pihaknya juga sempat melakukan penyitaan sejumlah alat perlengkapan usaha pada pemilik usaha yang telah mengulangi kesalahan lebih dari tiga kali.

"Itu sudah berulang kali, sehingga petugas menyita beberapa perlengkapan," pungkasnya. 

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda