Ponticity post authorBob 02 Agustus 2020 576

Bawa Penumpang Reaktif Rapid Test Covid-19, Penerbangan Citilink Surabaya-Pontianak Ditutup

Photo of Bawa Penumpang Reaktif Rapid Test Covid-19, Penerbangan Citilink Surabaya-Pontianak Ditutup Bawa Penumpang Reaktif Rapid Test Covid-19 Rute Penerbangan Citilink Surabaya-Pontianak Ditutup

PONTIANAK, SP - Rute penerbangan Citilink tujuan Surabaya-Pontianak untuk sementara akan ditutup selama tujuh hari ke depan, terhitung sejak tanggal 2 hingga 8 Agustus 2020. Hal ini dilakukan menyusul ditemukannya dua penumpang pesawat yang reaktif saat menjalani rapid test di Bandara Supadio Pontianak. 

"Berdasarkan arahan Gubernur Kalbar, sambil menunggu hasil tes PCR dan sebagai bentuk pertanggung-jawaban airlines, kita meminta kepada maskapai untuk menutup sementara operasional angkutan penumpang Citilink dari Surabaya selama 7 (tujuh) hari terhitung hari ini tanggal 2 Agustus 2020," kata kata Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto di Pontianak, Minggu (2/8).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kalbar pada Sabtu, 1 Agustus 2020 melaksanakan pemeriksaan rapid test dadakan terhadap 21 penumpang pesawat Citilink 06420 rute Surabaya-Pontianak saat tiba di Bandara Supadio. Dari 21 penumpang tersebut, 2 orang dinyatakan reaktif dan harus menjalani swab (pengambilan sampel dahak) untuk tes PCR.

Manto menjelaskan, dari peristiwa tersebut, kegiatan tes cepat dadakan akan terus diintensifkan pada penumpang bandara dan pelabuhan yang akan masuk ke Kalbar, terutama dari daerah zona merah.

“Setiap maskapai penerbangan yang kedapatan membawa masuk penumpang dari luar Kalbar dalam kondisi reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes cepat di terminal kedatangan Bandara Supadio akan diberikan sanksi yang sama, yaitu penutupan sementera rute penerbangan dari airlines tersebut,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengatakan, dari 21 penumpang yang menjalani tes cepat Covid-19 ini, terdapat dua orang yang reaktif. Satu warga Kubu Raya dan satu lainnya warga Jombang, Jawa Timur. Terhadap kedua penumpang tersebut, pihaknya langsung melakukan uji swab. Dari uji swab itu, nantinya akan diperiksa dengan metode RT-PCR.

"Jadi nanti akan ada hasil atau kepastian dari laboratorium, apakah penumpang tersebut penderita Covid-19 atau bukan," katanya.

Dijelaskan Harisson, sebagaimana regulasi yang ada, setiap masyarakat yang melakukan perjalanan dari luar Kalbar baik menggunakan pesawat atau kapal, wajib melakukan rapid test terlebih dahulu. Jika hasilnya non reaktif, barulah yang bersangkutan diperkenankan untuk melakukan perjalanan. Namun untuk memastikan apakah penumpang dari luar Kalbar benar-benar tidak terjangkit Covid-19, pihaknya kembali melakukan pemeriksaan rapid test secara acak.

"Jadi kita rapid test sekali lagi di bandara, sekalian untuk membuktikan bahwa mereka ini benar-benar melakukan rapid tes di daerah asalnya. Kita pakai metode acak saja, jadi 21 penumpang ini kita ambil sebagai sampel dan ternyata ada dua yang reaktif," jelasnya.

Harisson menambahkan, saat ini pertumbuhan kasus Covid-19 di Kalbar cenderung menurun. Untuk menjaga kondisi itu, pihaknya melakukan pemeriksaan ketat di pintu masuk wilayah Kalbar agar tidak ada lagi kasus Covid-19 yang berasal dari luar Kalbar.

"Kalbar ini kasus Covid-19 sudah cenderung menurun dan ini harus dijaga, karena yang kita khawatirkan itu justru pendatang yang membawa penyakitnya. Seperti kita ketahui di Jawa dan Jakarta inikan banyak sekali kasusnya dan terus meningkat, kalau mereka datang ke sini dan kita tidak benar-benar ketat mengawasinya, maka mereka nanti bisa membawa Covid-19 ke Kalbar. Ini bisa menyebabkan kasus Covid-19 di Kalbar akan naik lagi," jelasnya.

Untuk menjaga daerah-daerah di Kalbar tetap pada zona hijau atau yang zona kuning menjadi hijau, maka diperlukan strategi. Salah satunya melakukan rapid test atau uji swab kepada kelompok-kelompok tertentu untuk mendeteksi secara dini penyebaran virus Corona. Dimana ketika memang ada yang ditemukan positif, maka dapat langsung dilakukan karantina atau isolasi.

"Selain itu, kita juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin dalam menegakkan atau menjalankan protokol kesehatan. Kita juga akan menjaga pintu-pintu masuk secara ketat, baik di bandara, pelabuhan laut maupun darat yang dari PLBN. Ini yang memang terus menjadi perhatian," tukasnya. (iat/ant/ien)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda