Ponticity post authorKiwi 02 Agustus 2020 4,731

Polemik Gas Melon di Kalbar, Pengamat: Cabut Subsidi Elpiji 3Kg Karena tidak Tepat Sasaran

Photo of Polemik Gas Melon di Kalbar, Pengamat: Cabut Subsidi Elpiji 3Kg Karena tidak Tepat Sasaran

PONTIANAK, SP - Kisruh elpiji subsidi 3kg di sejumlah Kota dan Kabupaten di Kalimantan Barat, baru saja reda.  Setelah pihak Pertamina dan Pemerintah daerah setempat melakukan operasi pasar, razia,  dan penambahan kouta secara besar-besaran.

“Setelah kami evaluasi, ada rencana program ke depan Pertamina akan menggandeng pihak kelurahan dan desa yang melibatkan RT/RW untuk sama-sama mengawasi pangkalan-pangkalan gas subsidi 3kg ini,  " ujar Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan kepada Suara Pemred, Minggu (2/8).

Weddy mengakui  keresahan warga mengantri  gas elpiji 3kg mulai terjadi dua sampai tiga minggu terakhir ini.  " Nah kalau kita lihat berdasarkan hasil pantauan, kemudian dari sidak ke tempat-tempat badan usaha, ternyata sudah mulai banyak tempat-tempat usaha yang justru menggunakan tabung 3 kg,”  kata Weddy.

Menurutnya, berdasarkan aduan dari masyarakat diketemukan berbagi macam laporan, di antaranya penjualan di atas HET. Ada pula laporan melayani pengecer. Bahkan ada agen yang mengangkut Elpiji ke tempat yang tidak memiliki identitas.

“Kami belum tau masalah permainan atau apa, tetapi yang jelas ketika ada pengaduan bahwa masyarakat melihat dan ada foto dokumentasi bahwa ada pangkalan yang melakukan pelanggaran akan kita langsung tindak,” ujar Weddy.

Weddy juga menyampaikan bahwa Pertamina tidak pernah melakukan tindakan yaitu pengurangan volume Elpiji 3 Kg. Menurutnya, tiga minggu ini, ia sendiri sudah mengeluarkan sanksi sekitar lebih dari 10 usaha. “Tetapi kami lihat, sepertinya kok trennya (pengantrian) tidak turun. Kami berikan sanksi, efek jeranya masih kurang,” sambung Weddy.

Gara-gara banyaknya warga masyarakat  yang resah dan mengantri gas subsidi 3kg dimana-mana Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengancam untuk mengajukan pencopotan Sales Area Manager (SAM) Pertamina Kalbar, jika dalam waktu 5 hari tak dapat menyelesaikan kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram di beberapa daerah di Kalbar.

Bang Midji, sapaan akrabnya mengatakan, saat ini data terpadu Pemprov Kalbar mencatat keluarga sejahtera atau orang miskin di Kalbar berjumlah 462 ribu. Sehingga, ia meyakini Elpiji 3 kilogram lebih dari itu.

"Sekarang, tata niaganya dari agen ke pangkalan, lalu pengecer. Ini semua bisa diatur. Kalau terjadi kelangkaan, agen yang harus bertanggung jawab. Agen yang nakal-nakal berhentikan saja," ungkapnya.

Dikatakannya, Pemprov Kalbar akan meminta Satpol PP untuk melakukan razia terhadap masyarakat yang tidak berhak menggunakan ELPIJI 3 kilogram.

"Kita akan tegas. Percayalah. Semua masyarakat yang tidak berhak menggunakan Elpiji 3 kilogram kita akan tindak," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman mengatakan, pertemuan ini untuk merespon situasi terbaru di Provinsi Kalbar dan menyerap aspirasi masyarakat. "Ada beberpa isu yang kita bicarakan dan juga kita dorong untuk menghasilkan sebuah solusi," ungkap Maman.

Isu yang pertama, yakni mengenai Elpiji 3 kilogram, DPR RI di Komisi VII meminta untuk menaikan kuota nasional terlebih dahulu dari 7 juta metrik ton menjadi 7,5 juta metrik ton. Artinya ada penambahan 500 ribu metrik ton. 

"Tinggal nanti kita detail kan, khusus Provinsi Kalbar Elpiji 3 kilogram nanti akan dirumuskan dan akan kita kawal," ujar Politisi Partai Golkar itu.

Lalu, masih kata Maman, telah disampaikan bahwa ada tambahan BBM bersubsidi sekitar 17 juta liter untuk wilayah Kalbar.

"Kita harus memberikan apresiasi atas upaya yang didorong oleh Gubernur atas upaya untuk mengakomodasi daerah-daerah yang masih membutuhkan BBM subsidi," tuturnya.

Komisi VII DPR RI ini mendorong, bahkan mendesak pemerintah untuk merealisasikan pembangunan pipa gas di jaringan Wilayah Kalimantan, khususnya Kalbar. 

"Kita mendorong atau mendesak agar segera dimasukan ke Renstra dan rencana induk pemerintah. Pembangunan pipa gas ini untuk meningkatkan peradaban masyarakat," paparnya.

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kalimantan barat membuat sulit masyarakat untuk mendapatkan elpiji ukuran 3 kg di pasaran . Warga harus berkeliling, mencari penjual gas yang masih memiliki stok meski jauh dari tempat tinggalnya.

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda