Ponticity post authorAju 04 Maret 2021 1,165

HSH Tersangka Sengketa PT MISP di Bengkayang

Photo of HSH Tersangka Sengketa PT MISP di Bengkayang Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besr Polisi Donny Charles Go.

PONTIANAK, SP –  Penyidik Polisi Republik Indonesia dari Polisi Daerah Kalimantan Barat, telah menetapkan tersangka sebagai buntut dari pertemuan pembahasan penyelesaian sengketa antara PT. MISP dan tokoh adat di wilayah Kabupten Bengkayang dan Kabupaten Sambas.

“Polri mengamankan seorang berinsial HSH, karena patut diduga melakukan penganiayaan terhadap General Manager PT. MISP Muhammad Hardi Kusuma saat pertemuan tersebut,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polisi Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besr Polisi Donny Charles Go, Kamis, 4 Maret 2021.

Menurut Donny, kasus ini berawal dari Polisi Resort Sintang yang dilimpah ke Polisi Daerah Kalimantan Barat.

Berdasarkan informasi bahwa tersangka pernah melakukan penganiayaan secara bersama sama di tahun 2012, dan ditangani oleh Polres Sanggau.

“Polda Kalbar menerima limpah kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku yang berinsial HSH kepada saudara Muhammad Hardi Kusuma, dimana penganiayaan dilakukaan pada saat kegiatan pertemuan antara PT. MISP dengan beberapa tokoh adat terkait pembahasan penyelesaian sengketa,” ungkap Donny

Donny melanjutkan, pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel My Home, Sintang, Kabupaten Sintang pada Rabu, 24 Februari 2021.

Dimana Muhammad Hardi selaku GM PT.MISP bertemu Ketua NAD dan Ketua Tariu Borneo Bengkule Rajakng (TBBR) Desa Sei Sapak.

“Saat pihak PT.MISP menjawab pertanyaan tuntutan dari para tokoh adat, salah satu oknum yang berada di lokasi acara melemparkan gelas kaca ke arah General Manager sehingga korban harus mendapatkan tindakan medis berupa jahitan di area bibir,” beber Donny.

Menurut Donny, alasan kasus penganiayaan tersebut dilimpahkan ke Polda Kalbar karena melibatkan oknum organisasi masyarakat. Dan menghindari timbulnya aksi aksi yang tidak diinginkan, karena melihat kejadian tersebut antara masyarakat dan sebuah perusahaan.

Pelaku saat ini sudah diamankan di Polisi Daerah Kalimantan Barat sejak 1 Maret 2021.

Donny mengatakan, Polisi Daerah Kalimantan Barat akan bertindak tegas terhadap siapapun itu yang melakukan perbuatan pidana dengan harapan tidak ada lagi upaya main hakim sendiri.

Walau saat ini pelaku sudah diamankan pihak kepolisian, Donny menegaskan bahwa pihaknya masih membuka apabila kedua belah pihak ingin melakukan upaya perdamaian.

“Kami persilahkan apabila dari pihak yang bermasalah saat ini akan melakukan upaya perdamaian, tapi tetap dilakukan dengan baik dan santun tanpa menimbulkan rasa ketakutan baik dari korban, keluarga korban, atau siapapun yang ada kaitan dengan korban.”

"Kami dari kepolisian akan bertindak profesional, prosedural dalam menangani kasus ini apabila ada upaya dari pihak tersangka untuk mengajukan penangguhan penahanan kami persilahkan, namun harus memenuhi beberapa ketentuan aturan yang ada,” tutup Donny Charles Go. *

Sumber: Release Humas Polda Kalbar.  Redaktur: Aju

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda